28 November, Jangan Lupakan Hari Menanam Pohon Indonesia

0
95 views

Oleh Ghozwatul Fikri Arfinanda
(Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PDM Kendal)

KENDALMU.COM | KENDAL. Barang kali diantara kita kurang begitu memperhatikan kalau hari ini 28 November kita memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Peringatan HMPI didasarkan pada keputusan presiden RI Nomor 24 Tahun 2008.

Keputusan Presiden itu menyertakan, tanggal 28 November ditetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan bulan Desember sebagai bulan Menanam Nasional. Pencanangannya telah dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Pusat Penelitian Limnologi, Cibinong Science Center, LIPI, Jalan Raya Bogor KM 46, Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada tanggal 28 November 2008.

Tujuan dari diadakannya Hari Menanam Pohon Indonesia adalah untuk memulihkan kerusakan hutan dan lahan. Biasanya, HMPI dirayakan dengan cara merehabilitasi kembali hutan rusak dan lahan kritis melalui kegiatan menanam pohon secara massal oleh masyarakat luas.

HMPI juga erat kaitannya dengan andil Indonesia dalam mengendalikan perubahan iklim. Langkah mitigasi dengan penanaman pohon merupakan salah satu upaya mengurangi emisi karbon. Hal ini sejalan dengan tujuan utama Paris Agreement untuk menahan laju kenaikan suhu bumi tidak lebih dari 20 Celcius atau sedapatnya menekan hingga 1,50 Celcius.

Berdasarkan data dari University of Maryland yang hari ini diterbitkan di Global Forest Watch, Indonesia masuk urutan ke 3 dari 10 negara tropis dengan tingkat kehilangan hutan primer tertinggi di 2019.

Kabar baiknya, kehilangan hutan primer di Indonesia menurun 5% pada tahun 2019 dibandingkan tahun sebelumnya, menandai tahun ketiga berturut-turut dengan tingkat kehilangan yang lebih rendah. Indonesia belum pernah mengalami kehilangan hutan primer yang begitu rendah sejak awal abad ini.

Kehilangan hutan primer di Indonesia pada tahun 2019 menurun meskipun terjadi musim kebakaran hebat, yang pada tahun-tahun sebelumnya mengakibatkan kehilangan hutan primer dalam jumlah besar. Beberapa kerusakan akibat kebakaran yang terjadi pada akhir tahun mungkin tidak terdeteksi hingga data 2020 tersedia, tetapi angka kehilangan yang rendah selama tiga tahun berturut-turut secara historis menunjukkan bahwa Indonesia mungkin telah mulai meningkatkan upaya untuk mengurangi deforestasi.

BACA JUGA :  Kasmani, Dari Endog Asin Sampai Bebek Obong. Berinfaq ke MPS Rp 250.000/bulan

Beberapa kebijakan di Indonesia telah mendorong penurunan kehilangan hutan primer, termasuk meningkatnya penegakan hukum untuk mencegah kebakaran hutan dan pembukaan lahan serta moratorium pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit dan penebangan, yang saat ini telah dibuat permanen. Papua dan Papua Barat, yang merupakan rumah bagi lebih dari sepertiga hutan primer yang tersisa di Indonesia, juga terus mengalami tingkat kehilangan hutan yang rendah pada tahun 2019, sejalan dengan gubernur Papua dan Papua Barat yang menyatakan kedua provinsi tersebut sebagai “provinsi berkelanjutan.”

Majelis Lingkungan Hidup (MLH) sebagai salah satu pembantu Muhammadiyah tugas pokohnya adalah melakukan upaya untuk pemeliharaan, pelestarian, dan pemberdayaan sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk kesejahteraannya masyarakat.

Dalam konteks peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia tahun ini, MLH menilai, bahwa kerusakan lingkungan yang menyebabkan bencana banjir, tanah longsor, abrasi, kebakaran, hingga kekeringan, sebagian besar diakibatkan karena ulah manusia dalam memahami dan memandang lingkungan, dan menanam pohon sebagai salah satu alternative, karena memilik manfaat bagi kehidupan diantaranya adalah manfaat estetis (keindahan) Pohon memiliki beberapa bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri.

Manfaat Orologis Akar pohon dan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat, sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah. Manfaat Hidrologis Tanaman dapat membantu menyerap air hujan ke tanah. Manfaat Klimatologis Dengan banyaknya pohon akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara sekitarnya akan menjadi sejuk dan nyaman. Manfaat Edaphis Pohon dapat menjadi tempat hidup satwa.

Manfaat Ekologis Kelompok pohon atau tanaman, air, dan hewan adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan. Manfaat Protektif Manfaat protektif adalah manfaat pohon sebagai perlindungan, misalnya terhadap terik sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara. Manfaat Hygienis Pohon pada siang hari menghasilkan O2 (oksigen) dan dapat menyerap CO2 (karbondioksida). Manfaat Edukatif Berbagai jenis pohon yang ditanam dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar mengenal tanaman. Ayo Menanam Pohon Indonesia..!

BACA JUGA :  Urgensi Sejarah bagi Umat Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here