46 Pengusaha Yang Mengikuti SBM Di masa Pandemi Covid-19 Diharapkan Lebih Sukses, Pakai Filsafat China

0
0 views

KENDALMU.COM | WELERI. Sebanyak 46 pengusaha yang mengikuti Sekolah Bisnis Muslim (SBM) yang diselenggarakan oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MEK PDM) Kendal tahun 2020 telah berakkhir, meskipun dalam masa Pandemi Covid-19.

Ketua penyelenggara SBM angkatan ke 3, Akhmad Miftakhudin, menyampaikan, selama musim  Pandemi Covid-19, pembelajaran dilakukan dengan disiplin protokol kesehatan tanpa mengurangi kualitas proses pembelajaran itu sendiri.

“Di SBM pembelajaran dilakukan dengan tiga model” kata Miftah.

Tiga model pembelajaran SBM, katanya, terdiri dari teori di kelas, luar kelas, dan home industri.

“Pembelajaran dalam bentuk teori menghadirkan para usahawan sukses yang tergabung dalam Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM)” tuturnya.

“Pembelajaran di luar dimaksudkan agar tercipta suasana baru dan diharapkan mereka terinspirasi dalam pengembangan usaha. Sedangkan home industri sebagai kunjungan fakta kepada para alumni SBM sebelumnya dan menunjukkan perkembangan usaha yang sedang ditekuni”  papar Miftah.

“Dengan telah dilaksanakannya ketiga model pembelajaran, maka penyampaian ilmu berbisnis kami anggap cukup yang kami berikan kepada para peserta” imbuhnya.

SBM angkatan ke tiga dinyatakan selesai oleh penyelanggara yang ditandai dengan pengukuhan 46 peserta oleh ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, H Moechammad Noer Agoes Hidayat pad Sabtu malam (3/10) di SMK Muhammadiyah 3 Weleri.

Beliau mengingatkan, bahwa dengan diciptakannya bumi seisinya oleh Allah supaya dikelola oleh manusia dengan sebaik-baiknya.

“Diciptakan bumi dan seisinya diberdayakan, dikelola untuk hidup dan kehidupan manusia agar lebih layak” kata Agoes.

“Kegiatan ekonomi tidak hanya fokus di salah satu tempat saja. Manusia disuruh hijrah untuk kehidupan yang lebh layak dengan tetap berpegang teguh pada tali Allah” tegasnya menyitir Al Qur’an Surat Al Mulq ayat 15

BACA JUGA :  Hadapi Pandemi Covid-19 MPS PCM Rowosari Bagikan Beras Kepada Kaum Dhuafa

Dengan hijrah, kata Agoes, Allah akan memberi petunjuk kebaikan dan kemudahan kepada ummatnya, sehingga dari manusia biasa menjadi luar biasa.

Agoes juga meminta kepada seluruh alumni SBM ke 3 untuk mempraktekkan apa yang telah diberikan kepada nara sumber selama perkuliahan berlangsung.

Terkait dengan subsidi pengembangan usaha yang diberikan oleh MEK kepada para pengusaha alumni SBM, beliau berpesan hendaknya tidak dilihat dari sisi nilai rupiahnya, tetapi jaringan, kebersamaan dan jamaahnya.

“Dengan jaringan yang luas dan jumlah jamaahnya banyak, dengan sendirinya perkembangan usaha yang dimiliki akan cepat maju”.

Sementara itu Wakil Ketua PDM Kendal, Koordinator Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan, H. Khoirudin Rois, mengatakan, kekuatan pribadi seorang muslim terletak pada aqidah, akhlaq, dan ekonomi.

“Ketiga kekuatan itu mestinya melekat pada seluruh peserta SBM angkatan ke 3 yang bisa memajukan Islam” kata Khairudin.

Dengan kekuatan ekonomi ummat Islam, katanya, membayar zakat, pembangunan fisik, seperti masjid, pondok pesanteren, rumah sakit, dan sekolahan mudah dilakukan.

“Inilah yang kita sebut sebagai kelompok khairu ummat, yaitu golongan ummat yang terbaik sebagaimana diperintahkan dalam Al qur’an” ungkapnya.

Kekayaan yang diperoleh dan dimiliki oleh ummat terbaik, menurutnya, justru untuk menambah timbangan kebaikan amal sholeh karena ditasyarufkan untuk jalan ibadah.

Sedangkan Bendahara PDM Kendal, H. Budiyanto yang bertindak sebagai keynote speaker, mengatakan, seorang miliarder Muslim dalam berbisnis tidak ada salahnya memahami dan mendalami filsafat China.

“Filsafat China kuno mengatakan, jangan seperti telur, ketika dimasukkan ke air tenggelam, tidak muncul lagi di permukaan, telur sekali jatuh pecah, ambyar, tetapi tirulah bola pingpong, jatuh dibanting pasti mantul, semakin keras bantingannya, semakin tinggi pula pantulannya” kata Budiyanto.

BACA JUGA :  Peduli Terdampak Covid-19, Mini Market Mina Sari Kendal Bagi 600 Paket Bahan Pokok Kepada Abang Becak

Filsafat China itu, kata Budiyanto, memberi edukasi yang dalam bagi seorang wirausahawan yang sukses dalam bisnisnya, memiliki karakter, ulet, tidak mudah putus asa, dan ketika bisnisnya yang sedang goyah, jatuh segera bangkit dan bangkit lagi.

“Semakin keras jatuh, segera bangkit, pantulan makin tinggi, jangan ambyar” tegasnya.

Beliau memahami, dalam berbisnis tidak selamanya dalam kondisi keberuntungan, problem dan jatuhnya usaha pasti dialaminya.

Budiyanto yang sekarang sebagai CEO CS Amalia mengakui mengawali bisnisnya sebagai loper koran dan titipan sepeda/sepeda motor, kemudian berkembang memiliki toko sembako dan berkembang lagi sebagai penyedia barang-barang elektronik dan furniture sampai sekarang.

Berkembangannya usaha yang dimiliki, katanya, selain keuletan juga karena memiliki jaringan luas, dan memanfaatkan media sosial sebagai media promosi usahanya. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here