Agenda Strategis Yang Akan Dibahas Dalam Tanwir

0
73
PIMPIN RAPAT. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. DR. H. Haedar Nashir, M.Si memimpin Rapat Pimpinan Pusat Muhammadiyah didampingi Sekretaris PP Muhammadiyah, DR. H. Agung Danarto, M. Ag (foto dok muhammadiyah.or.id)

KENDALMU.COM | KENDAL. Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan menggelar Sidang Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah melalui daring pada 19 Juli 2020. Hal tersebut diputuskan oleh PP Muhammadiyah dalam Rapat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis, Lembaga, Biro PP Muhammadiyah, PWM se Indonesia, Pimpinan Pusat Aisyiyah, Pimpinan Ortom Tingkat Pusat, dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah se Indonesia.

Dikutip muhammadiyah.or.id. Tanwir yang merupakan musyawarah tertinggi kedua setelah Muktamar ini diselenggarakan karena ingin memutuskan hal-hal terkait organisasi yang perlu ditetapkan pada forum Tanwir, termasuk wacana penundaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah pada tahun 2021 atau 2022.

“Tanwir nanti akan membicarakan waktu untuk penundaan Muktamar Muhammadiyah, tadi ada beberapa usulan antara Juli 2021, November 2021, atau Juli 2022, nanti keputusannya ada di Tanwir,” jelas Agung Danarto Sekretaris PP Muhammadiyah.

Selain membahas penundaan Muktamar, Tanwir yang akan digelar secara daring tersebut akan dilakukan konsolidasi organisasi secara total, terutama bagaimana Muhammadiyah turut serta dalam menanggulangi pandemi covid-19,” jelas Agung.

Agung juga menegaskan bahwa Muhammadiyah akan tetap konsisten untuk ikut mengawal dan mengatasi pandemi ini.

“Bergerak dan berbuat nyata dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 ini telah menjadi konsentrasi Muhammadiyah sejak awal,” tegas Agung.

Selain itu, dalam Tanwir juga akan dibahas  program-program kerja Muhammadiyah, karena berkaitan dengan perpanjangan masa periode.

“Terkait dengan perpanjangan masa periode kepengurusan, maka sangat penting untuk dibahas terkait program kerja Muhammadiyah, khususnya di tengah pandemi ini,” tutup Agung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here