Asyiknya Anak-Anak TK ABA 1 Weleri Naik Dokar

1
4 views
ASYIK. Anak-anak TK ABA 1 Penyangkringan ke asyikan naik dokar. ( foto dok. isnatun)

KENDALMU.COM | WELERI. Suatu saat anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) perlu dikenalkan kepada alat transpotasi tradisional, yaitu alat transpotasi dulu, peninggalan nenek moyang yang dikembangkan dari pedesaan. Transpotasi tradisional biasanya menggunakan hewan sebagai penggerak, seperti kuda yang menggerakkan andong atau dokar.

Terdapat perbedaan antara andong dan dokar meskipun kedua alat transpotasi itu peninggalan zaman kuno dan menggunakan tenaga kuda sebagai pengganti mesin.

Andong mempunyai roda empat yang ditarik oleh satu atau dua kuda, sedangkan dokar hanya mempunyai dua roda dan ditarik oleh satu kuda.

Nah, anak-anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Penyangkringan, Weleri pada Sabtu (8/2) dikenalkan dengan alat transpotasi zaman dulu, yaitu dokar.

“Dokar adalah salah satu alat transpotasi yang ditarik dengan tenaga kuda” kata Isnatun, salah satu guru TK ABA 1 Weleri mengenalkan transpotasi penminggalan nenek moyang kita kepada peserta didiknya.

“Disebut dokar, karena ditarik oleh tenaga satu kuda” jelasnya. ‘Jika ditarik oleh lebih dari satu kuda’, lanjutnya, ‘disebut andong atau delman’.

TEGANG. Awalnya tegang, namun lama-kelamaan ke asyikan. (foto dok. isnatun)

Usai menjelaskan, seluruh guru dan 150 siswa anak-anak TK ABA segera naik dokar yang sudah disiapkan. Terdapat 15 dokar dengan hiasan warna-warni dari kertas. Selama perjalanan para siswa didampingi oleh orang tua masing-masing dan dikawal oleh Polsek Weleri.

Keceriaan tampak ada pada wajah mereka selama perjalanan. Suara ayat-ayat Alqur’an surat-surat pendek keluar dari mulut mungil mereka, juga bernyanyi bersama lagu anak-anak.

“Peserta didik ketika dikenalkan dengan kendaraan transpotasi berbeda pemahamannya. Ada yang familier dengan dokar juga ada yang baru pertama kali merasakan enaknya naik dokar” ujar Isnatun lagi.

“Bagi yang pertama kali naik dokar merasa keenakan dan tidak mau turun. Tapi juga ada yang merasa takut” ucapnya sambil senyum.

BACA JUGA :  [KABAR MUKTAMAR] Syiarkan Muktamar ke 48 Muhammadiyah, RSI Kendal Gelar Milad ke 24

Sementara itu orang tua dari salah satu siswa, Kosdyan Sumarlin, mengungkapkan, naik dokar bersama-sama dengan buah hatinya dan siswa-siswi memiliki pengalaman tersendiri.

“ Ini akan selalu melekat pada anak di usia dini, pengalaman yang tidak bisa dilupakan” ujar orang tua dari Latifah Nur Labibah.

Sedangkan Kepala TK ABA 1 Weleri, Safiroh Ulya, mengatakan, kegiatan ini tidak sekedar membuat anak didik merasa ceria, tetapi memiliki tujuan agar mereka selain mengenal alat transpotasi modern juga dikenalkan kendaraan tradisional, diantaranya adalah dokar.

“Anak jaman sekarang kurang mengenal dengan kendaraan tradisional, maka perlu kita kenalkan dengan alat transpotosi zaman kuno” katanya.

“Selama perjalanan setiap guru yang ada di dokar memberi penjelasan kepada siswa-siswi tentang apa itu dokar, disebut siapa yang mengendarai dokar, tempat pemberhentian dokar,  bagaimana transaksinya naik dokar, dan sebagainya” imbuhnya.

Terkait dengan perkembangan sekolah yang dipimpinnya, Safiroh memanfaatkan kegiatan naik dokar bersama sebagai sarana publikasi.

“Kami juga dalam rangka publikasi, promosi agar TK kami lebih dikenal oleh masyarakat luas”

“Kami berharap kegiatan ini memiliki dampak positif terhadap perkembangan TK yang kami pimpin” pungkasnya. (joe)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here