Bagaimana Muhammadiyah dan NU Mengantisipasi Pencegahan Covid-19 Di Kendal ?

0
3 views
KEBERSAMAAN. Muhammadiyah dan NU Kendal membangun kebersamaan merajut persatuan dalam sillaturrahmi PC NU Kab. Kendal dan PDM Kendal (foto dok fur)

KENDALMU.COM | KENDAL. Ikhtiar kolektif dalam antisipasi pencegahan wabah Corona Virus Disease (Covid-19) masih terus dilakukan oleh berbagai pihak lembaga negara maupun Ormas. Mereka sadar, betapa bahanya virus yang satu itu, sehingga patut membuat peraturan melalui surat edaran, himbauan, instruksi atau bentuk surat lain. Tidak ketinggan pihak Kapolri membuat Maklumat terkait corona, mulai dari larangan melakukan kerumunan massa sampai dengan menimbun sembako.

Lantas, bagaimana respon Ormas Islam, khususnya Pimpinan Muhammadiyah Daerah (PDM) Kendal dan Pengurus Cabang Nahdlatul ‘Ulama (PCNU) Kab.Kendal dalam mengantisipasi pencegahan virus corona. Berikut laporannya.

Muhammadiyah dan NU di Kendal secara organisatoris dalam mengantisiasi pencegahan virus corona pada prinsipnya berdasarkan acuan himbauan atau surat edaran dari pimpinan di atasnya, PWM, PWNU, PPM, atau PBNU meskipun bentuk kegiatan dalam pelaksanaannya di ranah bawah berbeda. Selain itu, Muhammadiyah dan NU di Kendal juga tidak mengabaikan himbauan dari pemerintah setempat.

Beberapa hari lalu Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kendal mengundang beberapa Ormas Keagamaan yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Dalam kesempatan tersebut hadir dari unsur Muhammadiyah, NU, Rifaiyah, Khatolik dan ketua Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Kab.Kendal, KH. Asro’I Thohir, serta ketua FKUB, KH Ubaidillah.

PCNU Kendal yang diwakili oleh sekretaris,  Izzudin, terkait dengan virus corona, menyampaikan, warga NU di Kendal akan mentaati seluruh himbauan Pemerintah.

“Kami sami’na waatho’na” ucapnya singkat.

PBNU dalam instruksinya bernomor 3905/C/.I.34/02/2020 tertanggal 16 Jumadil Akjir 1441 H atau 16 Februari 2020, mengajak kepada warganya untuk membaca Shalawat Thibbil Qulub, yaitu shalawat sebagai penawar atau obat hati maupun badan, karena dalam bacaan tersebut diyakini terdapat kandungan tawasul kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Menurut warga NU Shalawat tersebut bertujuan menenangkan hati dan pikiran, dilantunkan saat hati gelisah, was-was atau mengalami kegusaran.

BACA JUGA :  Jaga Alam Sekitar, KOKAM Kendal Tanam 500 Bibit Tanaman dalam Gerakan KOKAM Kendal Menanam

“Sholawat Thibbil Qulub adalah amalan yang diyakini sebagai do’a agar diberi kesehatan dan dijauhkan penyakit hati” kata salah satu tokoh NU yang tidak bersedia disebutkan identitasnya.

PCNU Kab. Kendal juga menginstruksikan agar umat Islam melantunkan Shalawat Thibbil Qulub. Hal itu bertujuan untuk menyikapi keresahan masyarakat terhadap penularan Covid-19.

Mengutip laman PCNU Kendal, PCNU Kabupaten Kendal melalui Lembaga Dakwah NU (LDNU) beberapa waktu lalu menggelar pengajian selapanan di Gedung PAUD Kawasan NU Center, Jalan Tentara Pelajar Kebondalem, Kota Kendal.

Ketua PCNU Kendal, KH. Danial Royyan mengajak berdoa bersama agar diselamatkan dari wabah virus Corona.

“Kita dianjurkan oleh PBNU untuk melanggengkan membaca Sholawat Thibbil Qulub” pesan beliau.

Kyai Danial memahami, umat Islam dalam menyikapi penularan virus corona amat beragam dan terkadang terjadi perdebatan.

“Di medsos pemberitaan di berbagai negara dan kota di Indonesia ada masjid jamaah dan shalat jumah. Ada juga yang meniadakan shalat berjamaah, ada yang meniadakan shalat jumah diganti dengan shalat dhuhur berjamaah sepert di Masjid Istiqlal Jakarta” ungkapnya.

Menurut beliau, hal itu dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian.

NGAJI. Ngaji Corono ala NU yang digelar oleh PCNU dalam acara selapan beberapa hari lalu (foto dok pcnu.com)

Dijelaskan olehnya, Islam adalah agama kemanusiaan, tidak ada agama bagi yang tidak berperikemanusiaan dan tidak berakal.

“Jika hal ini diterapkan dalam ideologi yang bentuknya ahlussunah waljamaah, maka penularan virus corona yang begitu cepat dan mematikan dapat dikatakan sebagai wabah atau thoun yang mengancam kemanusiaan” tegas Danial.

Beliau mengungkapkan, wabah sudah ada pada zaman Nabi yang dikenal dengan wabah amwas.

“Saat itu Nabi bersabda, kalau suatu negara sedang kena wabah atau pagebluk, maka jangnalah masuk ke nega itu. Jika kamu berada di dalam negara tersebut, maka jangan keluar dari negara tersebut”.

BACA JUGA :  Di Tengah Situasi Pandemi, MDMC Terima Penghargaan BNPB

Kyai Danial kembali menegaskan, bahwa salah satu ikhtiar untuk menangkal corona adalah berdoa kepada Allah dengan membaca Sholawat Thibbil Qulub.

Covid-19 adalah jenis wabah penyakit yang mematikan. Ia tersebar dengan izin Allah. Dan tidak ada sesuatu terjadi di alam raya ini kecuali dengan izinNya. Ia akan menginveksi seseorang dengan izin Allah. Akan meninggal dengannya dengan izin Allah. Demikian juga bisa kebal dan sembuh karena izin Allah.

Dalam konteks ini Muhammadiyah Kendal mensikapi melalui dua cara, yaitu berikhtiar melalui saint dan berdoa kepada Allah.

Melalui Maklumat PP Muhammadiyah nomor 02/MLM/I.0/H/2020 warga Muhammadiyah Kendal mengimplementasikan melalui gerakan-gerakan menangkal kewaspadaan wabah virus corona melalui sinergi antar Majelis dan Lembaga yang berkompeten dalam mengantisipasi laju virus corona. Sampai PDM Kendal mengeluarkan Surat Keputusan bernomor 071/KEP/III.0/B/2020 Tentang Tim Muhammadiyah Covid-19 Centre (MCC) Daerah Kendal

FORUM PLENO. Dari rapat pleno PDM Kendal segela gerak dan laju Muhammadiyah Kendal diputuskan di ruang rapat pleno PDM Kendal. (foto dok joe)

Gerakan Muhammadiyah Kendal dalam pencegahan virus coroda dilakukan dengan cara penyemprotan desinfektan di tempat-tempat AUM sebagai pusat kerumunan manusia, seperti Masjid, Musholla, Sekolahan, perkantoran Muhammadiyah dan tempat-tempat umum.

Dalam maklumat PP warga Muhammadiyah juga dihimbau warga persyarikatan supaya meningkatkan pola hidup sehat dan bersih, cuci tangan, atau berwudhu dan menjauhi kerumunan orang.

Maklumat PP Muhammadiyah masih meminta kepada warganya untuk senantiasa berdo’a kepada Allah SWT sebagai bentuk tawakal setelah melakukan berbagai upaya, ikhtiar dhohiriyah.

Itulah prinsip-prinsip Muhammadiyah Kendal dalam melaksanakan tugas kemanusiaan, upaya mencegah perkembangan virus corona yang mematikan.

KONGKRIT. Penyemprotan desinfektan oleh relawan Muhammadiyah Corona Center (MCC) Kendal sebagai bentuk ikhtiar kongkrit dalam mengantisipasi wabah virus corona (foto dok yaya)

Wakil PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si menyampaikan, tauhid dan sains sebagai pilar penting dalam melawan virus Corona.

“Keterpaduan dan antara tauhid dan sains dalam melawan virus Corono merupakan ciri Islam Berkemajuan” kata Dadang.

BACA JUGA :  Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Kendal Siap Berwirausaha

Menurut Guru Besar Sosiologi Agama pada Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung itu, kalau Allah mengendaki sesuatu yang mudharat pada manusia pasti tidak ada yang menghalangi.

“Juga ketika Allah menghendaki sehat pada kita juga tidak ada yang menghalangi. Dia memberikan sesuatu anugerah pada orang yang dikehendaki. Itulah pilar tauhid pada Allah,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here