Begini Cara PDM Kendal Mengurai Simpul Pemasalahan AUM ‘Satu Pondok Tiga Cinta’ di Limbangan

0
74 views
SILLATURRAHMI. Suasana sillaturrahmi dan konsolidasi PDM Kendal dengan PCM Limbangan dan jajaram pimpinan AUM setempat. (fotodok fur)

KENDALMU.COM | LIMBANGAN. Kepemilikan beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Cabang dan Ranting Muhammadiyah sebagai salah satu wujud keberadaan persyarikatan yang memberi manfaat kepada masyarakat. Tetapi AUM selain memberi pencerahan juga terkadang menimbulkan masalah.

Seperti di Limbangan terdapat tiga AUM dalam satu komplek, di Jalan Utara Krajan, Margosari, Limbangan, yakni SMP Muhammadiyah 8, SLB ‘Surya Gemilang’, dan Klinik Pratama ‘Syifa’ Annisa’. Karena ketiga Aum itu dalam satu lokasi, sehingga almarhum Yusuf Darmawan, Wakil Ketua PDM Kendal (waktu itu) memberi ungkapan ‘Satu Pondok Tiga Cinta’.

Dinamika ‘satu pondok tiga cinta’ di PCM Limbangan dinilai oleh Sekretaris PDM Kendal, Maryono sebagai sebuah prestasi dan PCM tersebut bisa masuk kelompok B dari 21 PCM yang ada di Daerah Kendal.

“PCM Limbangan masuk kelas B terkait jumlah kepemilikan AUM” katanya pada Jum’at siang (11/6) di SLB ‘Surya Gemilang” Limbangan ketika menyampaikan pandangannya dalam acara sillaturrahmi dan konsolidasi dengan jajaran PCM Limbangan dan jajaran pimpinan AUM setempat.

Maryono berpendapat seluruh AUM berkembang dan maju bersama, tidak ada saling menghambat dan maju sendiri.

“Prinsip Muhammadiyah kepada AUM harus berkembang dan maju bersama. Permasalahan yang muncul di AUM kita nilai sebagai dinamika dan modal untuk menuju lebih baik” tegasnya.

Diketahui, di ‘satu pondok tiga cinta’ itu terdapat AUM yang sedang berkembang dan membutuhkan fasilitas milik salah satu AUM di komplek itu yang dinilai tidak dipakai, namun terkesan tidak diperkenankan oleh pemiliknya.

“Kalau memang ada ruang yang tidak terpakai bisa dipinjamkan ke SLBM, dari pada  rusak tidak dipakai, Lebih baik rusak karena dipakai” ujar Maryono.

PCM Limbangan ke depan juga sedang merintis berdirinya AUM baru, yakni ‘Graha Taman Al qur’an Muhammadiyah’ yang sekarang sudah ada 56 santri usia SD/MI.

BACA JUGA :  Ikhtiar Kongkrit MPKU dan LPB Cegah Corona Di Kendal

Pimpinan Graha Taman Alqur’an Muhammadiyah Limbangan, Nasrullah mengungkapkan dalam proses pembangunan terkendala masalah kepemilikan sertifikat atas nama Muhammadiyah.

“Mestinya tidak perlu diragukan kalau sertifikat tanah bangunan Graha Taman Al qur’an atas nama Muhammadiyah” kata Nasrullah.

Menurutnya, mengurus sertifikat tanah wakaf Muhammadiyah diperlukan nadhir persyarikatan.

“Kami sedang memproses, tetapi terkendala di tingkat desa, susunan nadhir, dan juga pembiayaannya” ujarnya.

Nasrullah berharap ada pihak yang membantu sehingga sertifikat tanah wakaf atas nama Muhammadiyah bisa selesai dengan baik.

Bendahara PDM Kendal, Budiyanto atas nama persyarikatan siap membantu proses sertifikat untuk Graha Taman Al qur’an.

“Silahkan hubungi Majelis Wakaf dan Kehartabendaan. PDM siap mengback up, termasuk pembiayaannya” pinta Budiyanto.

KEBERSAMAAN.Setelah sillaturrahmi dan konsolidasi dilanjutkan foto bersama di depan gedung ‘SLB Surya Gemilang’ Limbangan. (foto dok)

Sedangkan Kepala SLB ‘Surya Gemilang’, Kuntjoro menyampaikan perkembangan AUM yang dipimpinnya.

“Saat ini kami membimbing dan mengasuh sebanyak 156 peserta didik” kata Kuntjoro.

Dalam perkembangan ini, kata Kuntjoro terkendala kekurangan ruang sehingga pernah melakukan penjajagan dengan pihak lembaga pendidikan lain.

“SMP lain di Limbangan tahun ini tutup, tidak menerima peserta didik, sehingga ruang kelas jelas tidak dimanfaatkan, dan kami sempat melakukan pembicaraan akan pinjam ruang kelas untuk memenuhi kebutuhan SLB” bebernya.

Menurut Kuntjoro merasa berat untuk menggunakan ruang kelas SMP lain di Limbangan, karena terdapat persyaratan yang diminta.

“Kami bisa menggunakan ruang kelas SMP lain tersebut, tetapi diminta 6 tenaga pendidik dan kependikannya  bisa bekerja di SLB Surya Gemilang, tentu kami keberatan” kata Kuntjoro. Pasalnya untuk operasional SLB saja masih belum cukup.

Ketua PDM Kendal, KH. Ikhsan Intizam sangat berharap seluruh AUM yang ada di Limbangan saling bersinergi.

“Jika SLB merasa kekurangan ruang, sementara SMP Muhammadiyah 8 apabila ada ruang yang tidak digunakan mestinya dapat dimanfaatkan, dan tidak perlu pinjam ke pihak lain” katanya. (fur)

BACA JUGA :  Patuhi Prokes, PCM Patebon Buka Kembali Pengajian Ahad Pagi