Belajar Pecahkan Masalah Bersama Sekum PD IPM Kendal

0
207
MATERI. Sekretaris Umum terpilih PD IPM Kendal 2019/2021 menyampaikan materi Problem Solving kepada peserta Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1 PC IPM Sukorejo (foto dok. iman)

KENDALMU.COM | SUKOREJO. Problem solving dapat diartikan sebagai penerapan strategi pembelajaran yang bertumpu pada penyelesaian masalah. Proses pembelajaran dalam strategi ini diarahkan agar peserta pelatihan mampu menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis. Jika dilihat dari psikologi belajar, metode problem solving bersandarkan kepada psikologi kognitif yang berangkat dari asumsi bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.

Demikian pernyataan sekretaris umum PD IPM Kendal, Gumintang Nur Priya Utama (GNPU)  ketika menyampaikan materi problem solving di Pelatihan Kader Taruna Melati (PKTMI)  1 yang diselenggarakan oleh PC IPM Sukorejo (23/12)  di Gunung Prau, Kenjuran, Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo

GNPU dalam menyampaikan materi problem solvin mengawali dengan permintaan kepada seluruh peserta  untuk menulis masalahnya masing masing di kertas kemudian dikumpulkan kepada panitia.

Ia memilih beberapa masalah dari peserta lalu mengupasnya dengan cara mendiskusikannya bersama peserta dan mengajaknya untuk dipecahkan.

“Untuk bisa memecahkan masalah, kita perlu mengetahui tahapan-tahapan pemecahan masalah yaitu; memahami masalah, mengidentifikasi masalah, merencanakan pemecahan, melaksanakan rencana, memeriksa kembali,” ungkap Gumintang.

Dalam memahami masalah, peserta diminta untuk mengenali, apakah masalah itu besar atau kecil.

“Jika masalah itu kecil, bisa diselesaikan sendiri, sebaliknya jika masalah besar bisa melibatkan orang lain untuk dimintai saran dan pendapat” katanya.

Di langkah kedua ia menjelaskan agar peserta mengidentifikasi pilihan. Identifikasi masalah adalah proses terpenting, selain latar belakang dan perumusan masalah.

“Begitu pentingnya, bahkan suatu problem tidak terselesaikan, bahkan timbul masalah baru karena tidak diidentifikasi masalah tersebut”

Gumintang menghimbau agar peserta lebih kreatif dalam menyelesaikan masalah. Berfikir kreatif penting dalam memecahkan masalah.

“Kunci untuk bisa menjalankan teknik berpikir kreatif dalam memecahkan masalah adalah adanya keinginan untuk bisa menerima serta mencari jalan keluar dari setiap tantangan yang ada” ungkapnya.

BACA JUGA :  Panitia Bidang Media dan Humas Muktamar 48, Siap Gencarkan Syiar ke Seluruh Indonesia

Beliau menyarankan, untuk mencoba melakukan eksplorasi terhadap berbagai kemungkinan yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Setiap orang adalah pemimpin dan tentu sebagai seorang pemimpin dibutuhkan kualitas serta kemampuan dalam berpikir memecahkan masalah sebaik mungkin.

Pada langkah ketiga ia menjelaskan agar peserta mencari solusi terbaik dengan memperhitungkan berbagai resiko yang akan di dapatkan, agar tak merugikan orang lain.

Sedangkan di langkah terakhir ia mengajak peserta untuk membuat perencanaan solusi atau rencana lebih lanjut dari solusi tersebut. (imam w)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here