Belasan Masjid Muhammadiyah Gelar Khusuful Syamsi, Wabup Bertindak Sebagai Khotib

0
1 views
KHATIB. Wakil Bupati Kendal, H. Masrur Masykur bertindak sebagai khatib shalat gerhana matahari di masjid Mujahidin kota Kendal (foto dok gofur)

KENDALMU.COM | KENDAL. Gerhana matahari yang terjadi Kamis 26 Desember 2019 disambut oleh kaum muslimin, termasuk warga Muhammadiyah Kendal dengan melaksanakan sholat khusuful syamsi, sholat gerhana matahari.

Berdasarkan data yang diperoleh, dengan dimilikinya masjid oleh Muhammadiyah di Kendal terdapat belasan rumah Allah dijadikan kegiatan untuk sholat gerhana matahari, diantaranya adalah masjid Al Huda Penaruban, Weleri, dengan imam shalat Ustadz Rasel dan khatib, H. Ustadz Ali Mu’zi. Masjid An Nuur Penyangkringan bertindak sebagai imam dan khatib Ustadz Mustaqim. Adapun masjid Ar Rahmah (komplek RSI Muhammadiyah) sebagai imam dan khatib adalah Ustadz Ikhsan Intizam. Untuk wilayah kangkung, sholat gerhana berlangsung di masjid Al Ittiba’ Truko dengan khatib dan imam KH.Abdullah Sachur. Wilayah Patean, shalat gerhana matahari berlangsung di masjid Istiqomah Paturen Pagersari imam dan khotib Ustadz Sumanto. Di cabang Singorojo shalat gerhana berlangsung di Masjid At Taqwa Ngareanak dengan imam dan Khotib Ustad Muhammad Ahmadun S.Pd.I. Wilayah Kaliwungu,di masjid Darul Istiqomah (komplek RSDI) imam dan khatib oleh H.Moh Antono.

Gerhana matahari selain sudah diketahui lewat penanggalan, juga keluarnya surat maklumat dari PP Muhammadiyah nomor 02/MLM/1,1/A/2019 tentang Shalat Gerhana Matahari Cincin/Sebagian.

Wakil Bupati (Wabup) Kendal, Masrur Masykur, bertindak sebagai khotib sholat gerhana matahari di masjid Mujahidin kota Kendal. Sedangkan imam sholat oleh Ustadz Maksum.

Dalam khutbahnya Wabup mengingatkan kepada jamaah tentang kebesaran dan kekuasaan Allah (gerhana), karena siklus bendal-benda langit, tetapi bersamaan dengan peristiwa lain kemudian dihubungan dengan mistis.

“Gerhana tidak ada hubungannya dengan kematian atau kehidupan seseorang. Gerhana terjadi semata-mata bentuk wujud kekuasaan Allah” kata Masrur, dengan mengutip salah satu hadits nabi ‘Matahari dan bulan adalah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Terjadinya gerhana bukan karena kematian atau kehidupan seseorang. Maka apabila melihatnya berdzikir kepada Allah dengan mengerjakan shalat dan bersedekahlaht’.

BACA JUGA :  [KABAR MUKTAMAR] Panitia Muktamar Gelar Workshop, Marpuji Ali : Tiga Hal Wujud Sukses Muktamar

Menurut Masrur, bahwa perjalanan yang kita lakukan sesungguhnya sudah konteks dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah.

“Rasulullah pernah mengalami gerhana matahari, dengan mengajak para sahabatnya untuk mendirikan shalat, meskipun saat itu bersamaan dengan kematian putranya, Ibrahim bin Muhammad” katanya.

Beliau menegaskan, bahwa gerhana matahari dan bulan sebagai ayaatina, tanda-tanda kebesaranNya, namun sebagian manusia mengartikan, terjadinya gerhana dikaitkan oleh manusia zaman kuno dengan bermacam-macam peristiwa.

“Namun di zaman teknologi sekarang ini peristiwa gerhana bukan sesuatu yang aneh, tetapi siklus, perputaran alam yang lazim terjadi” ujarnya.

Wakil Bupati mengajak kepada jamaah, agar peristiwa gerhana ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Peristiwa gerhana adalah alamiah, dan ilmiah. Orang yang berilmu bisa jadi iman dan taqwanya kepada Allah tidak meningkat karena penafsiran atas peristiwa gerhana salah. Maka melalui peristiwa gerhana ini sebagai orang yang beriman mestinya bisa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT” jelasnya dengan mensitir Al qur’an surat Al Baqarah ayat 164 ‘Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.’

“Sesunggunya esensi ayat-ayat Allah itu bisa meningkatkan, dan mengaplikasikanantara iman dan taqwa. Karena selama ini terkadang antara iman dan taqwa terputus, maka mereka tidak mundapat predikat orang yang bertaqwa” ucapnya.

BACA JUGA :  Gaung Pembangunan Museum Nabi Muhammad Sampai di MBS SMA Muhi Weleri

Beliau menegaskan lagi bagi seorang muslim harus menyatunya pemahaman antara saint, keimanan dan ketaqwaan terkorelasi dalam sistem kehidupan.

Di bagian akhir, Wabup Kendal, mengajak kepada jamaah untuk senantiasa menyandarkan kehidupan dengan mengikuti jejak kehidupan Rasulullah.

“Sebagai ummat Islam sandaran hidup adalah mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammadiyah SWA mulai dari berangkat tidur sampai akan tidur kembali. Meniru pola hidup kepada Rasulullah sebagai wujud kecintaan kita kepada beliau” katanya. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here