Home Berita Bupati Kendal Pertimbangkan Lockdown Dalam Sekala Besar

Bupati Kendal Pertimbangkan Lockdown Dalam Sekala Besar

0
5 views

KENDALMU.COM | KENDAL. Bupati Kendal, Mirna Annisa menilai warga masyarakat Kab.Kendal mulai sadar terhadap bahaya Corona Virus Desease (Covid-19) pasca diberlakukannya lockdown di sejumlah ruas jalan masuk di desa/kota di Kab. Kendal oleh pemerintah desa melalui ketua RT setempat.

Diberlakukannya lockdown di sejumlah ruas jalan masuk sebagai bentuk reaktif warga usai dilakukan rapid test di sejumlah tempat.

Sebagaimana diberitakan, Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kendal menjemput 26 orang yang dinyatakan reaktif Covid-19. Mereka dijemput setelah rapid test di sejumlah swalayan dan pasar tradisional di Kendal selama 2 hari (21-22/5).

Dikutip laman ayosemarang.com, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal juga sebagai Penangungjawab Rumah Sakit Darurat Covid-19, dr Budi Mulyono, membenarkan bawah terdapat 26 warga Kendal yang dinyatakan reaktif corona usai menjalani rapid test acak.

“Rinciannya, pada Jumat (22/5/2020) lalu, tim gugus melakukan rapid test di swalayan Aneka Jaya dan juga Pasar Sore Kaliwungu. Hasilnya satu orang dinyatakan reaktif corona” ungkapnya.

Lebih lanjut, pada Sabtu (23/5/2020) tim gugus bersama Dinkes melaksanakan sampling rapid test di Pasar Sukorejo, Boja, Pegandon, dan Weleri. Hasilnya 23 orang dinyatakan reaktif corona. Meliputi 13 orang di Pasar Boja, 2 orang Pasar Sukorejo, 4 orang Pasar Weleri, dan 4 orang Pasar Pegandon. Sementara 2 orang reaktif corona lainnya hasil rapid test di swalayan Sama-sama Kendal sore tadi. Pihaknya pun langsung menjemput semua orang yang dinyatakan reaktif untuk dikarantina di RS darurat Covid-19.

“Sore tadi sudah 6 orang dikarantina di RS darurat termasuk warga Gubugsari Pegandon dan Kelurahan Kalibuntu Wetan. Malam ini dimasukkan semua di RS Darurat Covid-19 untuk diprogram swab,” ujarnya.

Sementara sebelumnya, tim gugus juga telah melakukan rapid test di Kejaksaan Negeri Kendal pada, Kamis (21/5/2020). Hasilnya 1 orang reaktif corona dan kini masih menunggu hasil test swab keluar.

BACA JUGA :  [KABAR MUKTAMAR] Dahlan Rais 'Ngontel Bareng' Warga Syiarkan Muktamar.

Sedangkan Bupati Kendal, Mirna Annisa, meminta kepada pemerintah desa bisa mengawasi keluar masuk warganya.

“Saya berharap ketua RT dan RW bisa mengawasi keluar masuk warga ke daerahnya. Banyak jalan yang ditutup menandakan mereka sudah sadar bahayanya virus ini” kata Mirna.

Hal tersebut bagi Mirna bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintahnya untuk melakukan lockdown dalam skala besar.

“Untuk lockdown skala Kabupaten masih kita kaji. Namun di setiap perbatasan sudah dilakukan pemeriksaan dan terus dipantau” imbuhnya. (fur)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here