Home Artikel Cerita Cinta Yang Dirahmati #Episode 01

Cinta Yang Dirahmati #Episode 01

0
0 views

Pengantar

Cerpen Cinta Yang Dirahmati karya Gofur Alkendali, nama pena dari Abdul Ghofur. Cerpen tersebut pernah tampil di Majalah Suara Muhammadiyah edisi 04 (15-28 Februari 2015)

Atas permintaan beberapa teman, Cerpen Cinta Yang Dirahmati agar bisa diaploud di web kendalmu.com yang kami posting 3 episode. Selamat membaca…

USIANYA 35 tahun tapi belum menikah, orang menyebutnya perawan tua, tidak laku bagi laki-laki untuk dinikahi. Itulah Halimah, adik iparku, anak bungsu dari empat bersaudara. Selain lupa akan usianya yang makin bertambah, Halimah juga tidak sadar kalau dirinya tidak cantik. Meski suka dandan dan bersolek agar wajahnya cantik, tetap saja tidak menarik. Tubuhnya cundak (culun gak ada sepundak, pinjam istilah anak ABG), kulitnya tidak bersih, tidak sedap dipandang tiap lelaki.

Kekurangsempurnaan fisik Halimah dilengkapi dengan karakternya yang menyebalkan, tidak enak diajak bicara, suka memotong pembicaraan orang, dan ngeyelan. Ketika dikasih nasihat selalu membantah. Dia bukan tipe wanita penurut, hatinya keras, sulit ditaklukkan, dan maunya menang sendiri. Kalau merasa terpojok dan sulit memberi argumen dalam sebuah pembicaraan dengan saudara-saudaranya, ia memilih lari ke kamarnya, membanting pintu, menangis tersedu sambil memeluk bantal. Maka agar Halimah terhindar dari menangis kami harus mengalah.

Sejelek apapun, Halimah tetap adik ipar saya. Seorang adik yang harus kami sayangi, lindungi, dan kasihi sepenuh hati. Terlebih sejak ibunya meninggal lima tahun lalu, batin Halimah terasa kering, tak ada embun penyejuk menetes di relung hatinya, kasih sayang seorang ibu telah hilang. Dan untuk menemukan kembali belaian jiwanya, kami berempat memosisikan diri sebagai pengganti ibu, tempat curahan kasih sayang Halimah.

Memasuki usia ke-36 tahun, kami sepakat mencarikan jodoh buat Halimah. Seorang laki-laki yang diharapkan mampu membimbing dan membahagiakan Halimah lahir dan batin. Tetapi untuk memburu dan menemukan laki-laki yang akan kami sandingkan dengan Halimah, kami harus tahu dulu, apakah adik iparku ada niat untuk membangun mahligai rumah tangga. Dan adakah lakilaki yang bersedia menerima adikku sebagai istri dengan segala kekurangannya, laki-laki yang mampu melunakkan hati Halimah yang begitu keras, mengubahnya menjadi pendengar yang baik, dan yang paling penting, Halimah menjadi istri shalihah. (bersambung)

BACA JUGA :  Anekdot Virus Corona

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here