Dedi Kurniawan, Angggota KOKAM Terima Bantuan Lazismu Untuk Jualan Papeda

0
40 views

KENDALMU.COM | BOJA. Dedi Kuniawan (33), salah satu personil Kokam yang bergabung dalam Markas Cabang (Marcab) Boja beberapa waktu lalu telah menerima bantuan dari Lazismu Daerah Kendal berupa uang sebanyak Rp 500.000. Bantuan tersebut segara dimanfaatkan oleh Dedi, begitu panggilan kesehariannya untuk membuat gerobag usaha makanan tradisional Papeda.

“Saya bergabung di Kokam baru empat bulan lalu yang kebetulan saya juga salah satu pengurus PRM Desa Kliris, Cabang Boja” tutur Dedi mengawali perbincangannya dengan kendalmu.com ketika dihubungi Senin Sore (22/3) melalui handphone.

Bergabung di Kokam, kata dia merasa memberi manfaat kepada masyarakat dan dirinya sendiri.

“Secara pribadi ilmu keagamaan saya bertambah, juga masyarakat ketika terkena musibah seperti banjir dan bencana lain Kokam menunjukkan kiprahnya, membantu para korban” ujar Dedi yang asli kelahiran Jakarta dan sekarang menjadi warga Dusun Tompak RT 001/RW 007 Desa Kliris, Kec. Boja.

Bagi Dedi Kurniawan berjualan makanan ringan Papeda keliling tidak merasa malu, karena jiwa pedagang sudah ia asah belasan tahun.

“Sebelumnya saya pernah ikut orang berjualan bakso, kemudian pindah ke jualan sosis keliling selama satu tahun. Karena saya ingin jualan mandiri dan makanan yang saya jual harus tampil beda, yaitu Papeda belum ada, maka saya pilih makanan khas yang berasal dari Maluku, Papua, dan beberapa daerah di Sulawesi” ungkap suami dari Rahmawati Dwi Istanti (23) dan ayah dari tiga anak.

Mengais rizki dengan ikhtiar jualan keliling bagi Dedi memiliki pengalaman tersendiri. Ia merasa bersyukur rizki keluarganya terus mengalir.

“Paling tidak kalau cuaca cerah sehari saya bisa ngantongi antara Rp 100.000;  sampai Rp 150.000;, sedangkan bahan baku di rumah untuk dua hari ke depan masih ada” katanya. Tetapi kalau cuaca hujan, lanjutnya bisa ngantongi kisaran Rp 60.000;.

BACA JUGA :  Melihat Serunya Anak-anak TPA Arrahmah Aisyiyah Weleri Mengikuti Mancakrida

Dedi meninggalkan rumahnya pukul 07.00 WIB untuk jualan keliling dan pulang 17.00 WIB. Area kelilingnya seputar Desa Kliris terkadang juga sampai Mijen, Kota Semarang.

Filosofi Dedi dalam mengarungi hidup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan organisasi yaitu ‘dirinya harus terus bergerak’.

“Bergerak harus bisa memberi manfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan organisasi” ujarnya.

Dedi berharap jualan kelilingnya aman, selamat, rizkinya lancar, dan bisa mengerjakan teman-temannya untuk tambah maju. (fur)