Evaluasi Tayangan Hikmah Senja

0
0 views
Intro Hikmah Senja yang tayang di channel youtube MPI PDM Kendal setiap pukul 17.00 WIB

KENDALMU.COM | KENDAL. Bulan Ramadhan tahun 1441 H ini bagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal dinilai cukup dinamis, khususnya Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kendal yang masih sibuk dengan program terbarunya, yaitu syuting dan editing untuk acara Hikmah Senja dan Hikmah Pagi. Kedua program tersebut masih terbilang anyar, dan baru Ramadhan tahun ini mulai bisa berjalan, meskipun dalam kondisi Covid-19.

Jika kita ikuti, Sampai Senin (4/4) tayangan Hikmah Senja sudah tayang dan masuk episode ke 11. Artinya sudah ada 11 penceramah yang telah menyampaikan tausiahnya dengan beragam tema yang telah diuraikan oleh mereka lewat tayangan tersebut.

Sekretaris MPI PDM Kendal, Abdul Ghofur, mengatakan, program ceramah Ramadhan adalah hasil keputusan rapat koordinasi antara PDM Kendal, Majelis Tabligh, Lazismu, LPB dan PCM se Kab. Kendal beberapa waktu lalu.

“Selain memutuskan persiapan lumpung pangan untuk kaum dhuafa’ terdampak corona dalam rangka persiapan pembagian sembako serentak, juga usulan dari Majelis Tabligh tentang pengajian Ramadhan tetap diadakan meskipun dalam kondisi Covid-19” ungkap Ghofur yang juga pengarah acara Hikmah Senja.

Beliau menjelaskan, pengajian Ramadhan secara online menjelang buka puasa bertajuk Hikmah Senja dan Ahad Pagi mengambil nama Hikmah Pag. Dan pada awal-awal penayangannya sangat ditunggu oleh warga Muhammadiyah di Kendal.

“Pada hari pertama sampai ke lima penonton sangat bersemangat untuk membuka youtube yang telah diposting oleh petugas ke group atau pribadi” ungkapnya lagi.

“Tetapi memasuki hari ke enam sampai terakhir, (ke 11) penonton mulai jenuh. Kejenuhan itu sempat dievaluasi oleh beberapa anggota PDM Kendal.

“Durasi Hikmah Senja terlalu lama, lebih dari 10 menit. Mestinya tidak segitu” kata wakil Sekretaris PDM Kendal, H. Moh. Antono.

BACA JUGA :  Ustadz Zabidi : Etos Kerja Itu Berorientasi Amanah

Beliau menjelaskan, durasi 10 menit untuk setiap penceramah, bisa membuat penonton merasa bosan dan jenuh.

“Apalagi materi yang disampaikan kurang menarik, bahkan ada yang hampir mirip antara penceramah satu dengan lainnya, padahal temanya berbeda” ujarnya.

Senada hal tersebut, wakil ketua PDM Kendal, KH. Iskhaq, menilai lebih tegas lagi, tidak ada materi penceramah yang baru.

“Tidak berbeda dengan kultum di masjid. Masih standar, dan penyampaiannya masih kaku” tegas Iskhaq.

Beliau berharap ada pembenahan yang lebih baik agar penonton bisa mengikuti sampai tuntas.

“Ikuti arahan sutradara. Jangan karena sutradara tidak membayar, lantas tidak mengikuti petunjuk” tutupnya. (dyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here