Film PKO 1920 Karya PCPM Weleri Banjir Pujian

0
99 views

KENDALMU.COM | WELERI. Film PKO 1920 yang diputar sepekan lalu ternyata menuai pujian dari beberapa orang. Tidak hanya Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018, Dahnil Azhar Simanjuntak yang memberi apresiasi kepada Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Weleri atas selesainya pembuatan film PKO 1920.

Pujian juga mengalir dari para tokoh Muhammadiyah di Kendal, antara lain Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PDM Kendal, Taufik Husein. Pujian olehnya disampaikan usai menyaksikan film yang berdurasi 60 menit itu di RSI Muhammadiyah Kendal pada Jum’at siang (12/3).

“Ide cerita yang diangkat orisinil berlatar sebelum kemerdekaan, sehingga penonton bisa digiring menuju dalam nuansa alam perkampungan yang masih alami” ungkap Taufiq.

Dia berharap ke depan PCPM Weleri bisa memproduksi film-film sejarah Muhammadiyah di bidang yang lain.

Wakil Ketua PDM Kendal, Ikhsan Intizam mengaku bangga setelah menyaksikan film PKO 1920 dan menilai tema dalam PKO 1920 di luar kelaziman, di luar mainstream.

“Tema yang diangkat cukup bagus di luar mainstream” kata Ikhsan.

Menurut dia, di internal Muhammadiyah, jarang orang Muhammadiyah membuat film-film sejarah Muhammadiyah.

“Dan PCPM Weleri salah satu anak-anak muda Muhammadiyah yang peduli dengan sejarah Muhammadiyah untuk dihidupkan kembali melalui film” ujarnya.

Pimpinan Redaksi kendalmu.com, Abdul Ghofur ikut menyanjung hadirnya film PKO 1920.
“Meskipun saya belum menonton film itu dan belum ada sinopsisnya, tetapi merasa bangga terhadap anak-anak muda Muhammadiyah Weleri yang mampu memproduksi film sejarah tersebut, dan PKO 1920 salah satu film inspiratif Muhammadiyah” kata Ghofur.

Menurutnya, sebuah film memiliki tingkat kebagusan yang berbeda-beda di setiap penontonnya.
“Film bisa dikatakan bagus dari sudut alur cerita, dialog, dan masih banyak lagi kriteria film bagus” ungkapnya.

BACA JUGA :  [KABAR MUKTAMAR] Penggembira Akan Disuguhi Beragam Hiburan, Apa Saja ?

Sebuah film dipuji, lanjutnya, karena menyajikan isu yang biasa tetapi mampu mengemas dengan alur yang tak biasa.

“Membuat film yang bagus bukanlah hal yang mudah. Disitulah kreativitas sineas dipertunjukkan, dia harus memikirkan alur cerita yang beda dengan mengangkat isu sehari-hari agar menarik penonton” ungkapnya lagi.

Film PKO 1920 menurut Ghofur bisa menjadi cikal bakal lahirnya sineas-sineas anak muda di lingkungan Muhammadiyah, terbukti sebelumnya sudah dirilis film ‘Koma Boleh, Jangan Titik’.

Sedangkan Ketua PDM Kendal, KH. Muslim meminta film true story ini dapat di putar di Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Karena Film PKO belum ada yang memproduksi , sehingga para pimpinan Muhammadiyah dapat terbuka memorinya tentang PKO di masa itu yang sekarang mengelola ribuan amal usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan” ujarnya.

Film PKO 1920 besutan putra KH. Muslim, Sani Abdurrahman mengatakan ada kesinambungan dengan film sebelumnya, ‘Boleh Koma, Jangan Titik’.
“Khusus film PKO 1920 menceritakan cikal bakal berdirinya amal usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan” ujarnya. (mufli)