Gaung Pembangunan Museum Nabi Muhammad Sampai di MBS SMA Muhi Weleri

0
4 views
PIMPINAN TAZAKKA. Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Bandar, Batang, Ustadz Anizar Masyhadi (paling kanan) dan Prof DR Abdullah Nashir Al quro bersillaturrahmi dengan Pimpinan MBS SMA Muhi Weleri dan jajaran PDM Kendal sebelum memberi motivasi kepada para santri ( foto dok joe)

KENDALMU.COM | WELERI. Gaung rencana pembangunan museum muslim terbesar di dunia, perjalanan Nabi Muhammad SAW yang akan dibangun di Indonesia semakin kencang. Gaungnya sampai di Muhammadiyah Boarding School (MBS) SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Weleri, Kendal.

Rencana pembangunan museum Muslim terbesar tersebut disampaikan oleh salah satu pimpinan pondok modern Tazakka, Bandar, Batang, Ustadz Anizar Masyhadi saat mendampingi guru besar Universitas Ummul Quro Makkah, Prof. Dr. Abdullah Nashir Al qorni pada Kamis (7/11) di MBS SMA Muhi Weleri.

Ustadz Anizar menyampaikan, kunjungan kami dalam rangka pendirian dan pembangunan museum internasional sejarah Nabi dan peradaban Islam yang akan di bangun di Indonesia.“Sudah dua puluh lima negara yang mengajukan kepada Liga Dunia Islam, agar museum yang pertama dibangun di luar Saudi Arabia” kata Anizar.”Akan tetapi” lanjutnya, “Liga Dunia Islam Saudi Arabia memilih Indonesia sebagai negara pertama yang akan di bangun museum internasional tersebut”.

Beliau menjelaskan, Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk Islam terbesar, yang tidak ada masalah.“Indonesia dinilai sebagai negara yang rakyatnya hidup rukun, bisa menghargai perbedaaan pendapat. Itu sabagai sekian alasan kenapa Liga Dunia Muslim memilih Indonesia “ ungkapnya.

“Kita bersyukur insya Allah dalam waktu satu tahun akan dibangun” imbuhnya.
Menurut Nizar, museum tersebut menyimpan tentang perjalanan Nabi Muhammad sejak lahir sampai meninggal dunia.

“Segala sesuatu yang dilakukan oleh Rasulullah ada di museum tersebut. Bagaimana beliau tidur, hidupnya, dari sejak lahir sampai meninggal ada semua di sana. Tentunya museum sejarah itu bersumber dari Al qur’an dan hadits Nabi” bebernya.

Rencana pembangunan museum Islam terbesar di dunia yang akan didirikan di Indonesia diawali oleh Yayasan Museum As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabiyy dari Arab yang salah satu pimpinannya adalah Abdullah Nashir. Pada akhir Juli 2019 beliau menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta untuk mengutarakan maksud pembangunan museum Nabi Muhammad.

BACA JUGA :  Guru Besar Muhammadiyah Harus Mampu Mengawal Misi Tajdid

“Museum ini diharapkan dapat diakses tidak hanya oleh masyarakat Muslim Indonesia. Tetapi juga masyarakat non-Muslim agar dapat merasakan toleransi dari ajaran Islam yang agung dan mulia” kata Nashir waktu itu.

Sedangkan kunjungan Abdullah Nashir di MBS SMA Muhi Weleri dalam rangka untuk memberi motivasi kepada para santri dan santriwati yang sedang menimba ilmu di MBS tersebut.
Dihadapan para santri beliau meminta supaya memiliki semangat untuk belajar.
“Bagi setiap muslim yang ingin mencapai kebenaran harus semangat menuntut ilmu dan menjadi lebih baik harus mempelajari sirah nabawiyah untuk mencapai kesuksesan” kata Nashir.

Menurut beliau, setiap muslim yang ingin menjadi lebih baik, maka tata cara sholat, zakat, dan haji harus mempelajari sirah nabawiyah.
“Dengan menyebarkan kebaikan kepada semua manusia, maka Allah, malaikat dan para Nabi menyebarkan kebaikan ke seluruh alam”

Kepala MBS SMA Muhi Weleri, Heri Setiawan menyampaikan perkembangan AUM yang dipimpinnnya.“Terhitung sejak kurang lebih tiga tahun lalu sampai sekarang MBS SMA Muhi Weleri proses pembelajarannya memakai kurikulum yang ditetapkan, mengajarkan tahfidz Al qur’an dan pembelajaran Bahasa Arab dan Inggris” kata Heri.

Terkait dengan tahfidz Al qur’an terdapat dua siwa yang sudah hafal Al qur’an 30 juzz.
“Alhamdulillah dua siswa kami, yaitu Arif Fathurahman dan Muhammad Ibnu Malik telah hafar Al qur’an 30 juzz” ujarnya.

“Sedangkan melalui pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dimaksudkan agar siswa mampu melakukan komunikasi dengan baik dan benar kepada para tamu dari luar negeri” tutupnya. (Abdul Ghofur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here