Hadirkan M. Said Hisyam, PDM Kendal Segera Gagas Wakaf Produktif

0
169 views
WAKAF PRODUKKTIF. M. Said Hisyam (tengah) saat menyampaikan tentang wakaf produktif di hadapan PDM Kendal, MEK, Lazismu, Majelis Wakaf, PD Aisyiyah, dan PD Pemuda Muhammadiyah (foto dok fur).

KENDALMU.COM | KENDAL. Pengembangan wakaf tanah atau benda lainnya di Muhammadiyah harus digerakkan secara bersama-sama. Sementara masih terdapat masyarakat yang selama ini lebih mengenal wakaf tanah dari pada wakaf uang (tunai) yang dinilai masih asing. Nilai manfaat wakaf masih di pusaran sosial dan keagamaan, sedangkan wakaf berorientasi pada nilai ekonomi, berproduktif belum disemangati, padahal untuk meningkatkan produktivitas wakaf atau merubah aset wakaf menjadi wakaf produktif ini sejatinya sejalan dengan keputusan muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar. Yaitu semangat ingin menjadikan ekonomi sebagai salah satu pilar Persyarikatan. Mampu mengoptimalkan potensi wakaf, mendekatkan Muhammadiyah pada pilar ekonomi. Sebaliknya, menelantarkan tanah wakaf berarti menjauhkan Persyarikatan dari pilar ekonomi yang dicita-citakan tersebut.

Memahami makna, prospek dan manfaat wakaf produktif tersebut, PDM Kendal pada Ahad Siang (9/1) menghadirkan M. Said Hisyam, salah satu praktisi wakaf, yakni Wakaf dalam Eco System Terintegrasi.

“Undang – undang nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf memberikan angin segar bagi ummat, karena wakaf tidak lagi dipahami dalam arti tradisional berupa tanah, rumah atau harta tetap tidak bergerak” kata Said mengawali bincang-bincangnya dengan jajaran PDM dan sejumlah anggota Majelis dan Lembaga.

Kesadaran ummat tentang wakaf produktif, kata dia, saat itu masih lemah, wakaf hanya sebagai sarana ibadah yang belum menyentuh pada pelayanan sosial, ekonomi dal layanan umum lainnya.

“Namun publik dikagetkan dengan dibentuknya Tabung Wakaf Indonesia tahun 2004, dengan mengeluarkan produk penghimpunan wakaf uang dalam pasar modal dengan nama produknya ‘Wakaf Dompet Dhuafa Batasa Syari’ah” ungkapnya.

Penghimpunan wakaf uang tersebut, kata dia, dengan sasaran para wakif pemilik modal yang bertransaksi di pasar modal.

Said menilai, dengan adanya terobosan tersebut sebagai gerakan peningkatan penghimpunan dan pendayagunaan wakaf sudah cukup progresif dan moderat meskipun belum maksimal.

BACA JUGA :  Ikuti Milad ke 56 Virtual, KOKAM Sibolim Perkuat Nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan

Sebagai konsultan di bidang Keuangan Mikro dan Pemberdayaan Masyarakat, Said mengajak kepada seluruh Ormas Islam, termasuk Muhammadiyah supaya memberi kesadaran kritis kepada ummat tentang peningkatan pemahaman wakaf.

“Berwakaf memiliki pilihan yang lebih progresif, yakni berinvestasi atau produktif” kata Said.

“Sama-sama beramal jariyah, wakaf produktif adalah jenis amal yang tidak terputus pahalanya meski wakif meninggal” ujarnya.

Memahami wakaf komprehensif, termasuk wakaf produktif bagi Muhammadiyah Kendal pernah digulirkan oleh Lazismu dan Majelis Wakaf dan Kehartabendaan, namun masih dalam wacana yang perlu penyempurnaan sehingga dalam penghimpunan, pengelolaan dan pentasyarufan benar-benar mengarah pada pemanfaatan, kesejehteraan ummat.

“Hasil perbincangan ini dipandang perlu ditindaklanjuti dengan pembentukan tim wakaf produktif yang melibatkan beberapa Majelis dan Lembaga” kata Wakil Ketua PDM Kendal, Ali Satiran yang memimpin diskusi dan menutup acara. (fur)