Harlah NU ke 95, Begini Harapan Para Tokoh Muhammadiyah Kendal dan AMMnya

0
275 views

KENDALMU.COM | KENDAL. Hari ini Ahad 31 Januari 2021 Nahdlatul Ulama’ genap berusia 95 tahun (31 Januari 1926-2021), sebuah usia yang sudah tidak muda lagi untuk ukuran manusia, tetapi bagi sebuah organisasi keagamaan, seperti NU, dengan bertambah usia eksistensinya semakin memberi manfaat bagi umat dan bangsa untuk dijadikan moment penting dalam menguatkan jamiyah dan jamaahnya serta meningkatkan kiprah para pengurus NU dan Badan Otonomnya ketika menjalankan programnya masing-masing.

Di Harlah NU ke 95 tema yang diambil adalah ‘Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan’, sebuah tema  yang mengajak kepada jamiyah dan jamaah Nahdlatul Ulama untuk tetap konsisten memberi kontribusi positif kepada negara. Kontribusi itu diwujudkan melalui dakwah-dakwah NU yang dilakukan dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip toleransi dan moderat.

Dalam perjalannya di usia 95 tahun NU telah menorehkan prestasi dalam tatanan civil society di bidang keagamaan, pendidikan, sosial dan ekonomi. Tatanan tersebut telah dirasakan oleh masyarakat luas sebagai komitmen NU dalam berbangsa dan bernegara.

Muhammadiyah merasa ikut bersyukur kepada Nahdlatul Ulama’, yang mampu menapaki usianya ke 95 tahun. Tentu di usia itu Muhammadiyah berharap tetap berkhidmad dalam menjalankan kiprahnya sebagai Ormas Islam melalui berbagai bidang.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammmadiyah (PDM) Kendal, KH. Muslim, yang berharap NU di usia 95 tahun tetap istiqomah bersama Muhammadiyah dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang sehat, sejahtera dan berkeadilan.

“NU dalam usianya ke 95 telah menunjukkan pengalamannya yang berharga di bidang keagamaan dan ke Indonesiaan” kata Muslim ketika dihubungi kendalmu.com Kamis (28/1).

Beliau menilai kiprah NU dalam ikhtiar mencegah pandemi Covid 19 telah dan masih terus dilakukan agar mata rantai pandemi Covid-19 segera putus.

“NU sejalan dengan Muhammadiyah dan bersama-sama masyarakat berkiprah, berikhtiar memutus mata rantai pandemi Covid-19, karena tantangan pandemi Covid-19 belum berakhir” ungkapnya.

Permasalahan bangsa saat ini menurut Ketua PDM Kendal sangat  komplek maka semangat kerja sama antar organisasi dan pemerintah harus ditingkatkan.

“Bencana alam seperti banjir bandang, gempa bumi, gunung meletus dan bencana alam lainnya menyertai turunnya tingkat kesejahteraan rakyat dan korupsi yang meraja lela” ungkapnya lagi.

Sebagai orang nomor satu di Muhammadiyah Kendal, Muslim berharap NU tetap bisa bersanding dengan Muhammadiyah, bersama-sama mengajak ummatnya untuk saling menguatkan tali ukhuwah.

Sementara itu Sekretaris PDM Kendal, Drs. H. Maryono, M.Pd, menilai NU akan semakin maju dan tangguh dengan memposisikan diri sebagai gerakan sosial keagamaan yang senantiasa mengurus masalah-masalah umat.

BACA JUGA :  Akhmad Sofi Irwanto Terharu Gantikan Nurudin Sebagai Plt SD Muhammadiyah Purin

“NU akan semakin maju dan tetap menjadi idola masyarajat dalam berdakwah” kata Maryono.

Dalam memujudkan program kerja di bidang sosial, ekonomi dan generasi muda yang berakhlak mulia dalam rangka memujudkan Kabupaten Kendal berkemajuan, beliau membuka pintu lebar-lebar kepada NU untuk meningkatkan bekerja sama dengan Muhammadiyah.

“NU dan Muhammadiyah bisa meningkatkan bekerja sama dengan baik guna mewujudkan Kendal Beribadah dan beraklaq mulia” harapnya.

Di awal tahun 2021 Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19. Ikhtiar terus dilakukan agar virus yang mematikan itu segera hilang dari Republik Indonesia.

Ketua PBNU, H Syahrizal Syarif mengemukakan program-program NU di bidang kesehatan harus terlaksana dengan baik, sehingga manfaatnya dapat secara nyata dirasakan oleh masyarakat, salah satunya NU harus terlibat dalam komunikasi perubahan prilaku. Maksudnya adalah, terlibat dalam mengubah perilaku masyarakat agar hidup bersih dan sehat.

Sejalan hal tersebut, Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PDM Kendal, H. Taufiq Husein S.Si, menyampaikan kesehatan atau health promotion merupakan sebuah upaya penting yang harus dilakukan tenaga kesehatan dengan kolabaorasi bersama masyarakat untuk menciptakan masyarakat yang sehat baik secara fisik maupun mental.

Dalam rangka menciptakan hal tersebut Taufiq Husein mengajak kepada Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama’ (LKNU) berkolaborasi dengan MPKU dan pemerintah untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19.

“Tiba saatnya NU dan Muhammadiyah sebagai ormas besar bersatu padu seiring sejalan membantu pemerintah atasi Pandemi Covid 19” tulisnya dalam WA yang  diterima kendalmu.com Rabu (27/1).

Taufiq (Bang Upik panggilan keseharian) menilai sudah banyak ulama’, ustadz, kyai dan habaib meninggal dunia karena Covid-19. ‘Oleh karnanya, sambung beliau,  “Melalui seruan seruan di mushola, masjid pondok pondok  agar bervaksin, bermasker, bercuci tangan, jauhi kerumunan kerumunan agar tak tahlilan, maulid, manaqib dan lainnya untuk sementara berhenti dahulu” serunya.

“Seluruh kekuatan iman imun dan ikhtiar harus dilakukan agar rantai pandemi Covid 19 segera putus” tegasnya.

Kondisi masyarakat yang bebas dari Covid-19 akan melahirkan masyarakat sehat dan mampu menumbuhkan perekonomian negara yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat, maka  upaya yang harus dilakukan adalah memberdayakan ekonomi umat, termasuk warga NU.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Majelis Ekomoni dan Kewirausahaan (MEK) PDM Kendal, H. Moechammad Noer Agoes Hidayat, ST

BACA JUGA :  Milad Ke 25 RSDI Muhammadiyah Kaliwungu Adakan Khitanan Massal

“Harapan kami, semoga dalam Harlah NU ke 95 progam perberdayaan ekonomi umat  semakin inovatif, kreatif, untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan di era pandemi Covid -19“ ucap Agoes.

Menurut beliau, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama’ (LPNU) PCNU Kab. Kendal bisa mengembangkan perekonomian berbasis pesantren.

Jika konsep ekonomi warga NU berbasis pesantren dikembangkan, negeri ini akan memilki para wirausaha yang berjiwa santri yang amanah, sidik, tabligh dan fatonah. Pengusaha berjiwa santri inilah yang selama ini masih langka di negeri ini, sehingga banyak sekali orientasi bisnis dijalankan bukan cara-cara Islami.

“Bersinergi dan berkolaborasi antar sesama ormas Islam, sehingga terwujud kebersamaan umat Islam yang berkemajuan khususnya dalam penguatan bidang ekonomi” tandasnya

Bangsa yang kuat dibangun atas banyak pilar. Salah satunya adalah  masyarakat yang terdidik, serta memiliki akhlaq yang kuat sehingga melahirkan anak-anak bangsa yang  berkualitas yaitu mampu mengembangkan potensi dan mencerdaskan individu dengan lebih baik, memiliki kreativitas, pengetahuan, berkarakter, mandiri dan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.

Namun memasuki tahun 2021 kondisi pandemi Covid-19 masih merajalela dengan jatuhnya korban meninggal akibat virus tersebut. Dampaknya dunia pendidikan harus melakukan penyesuaian. Proses pembelajaran di bangku sekolah/kuliah melalui tatap muka harus diganti dengan daring.

Mencerdaskan kehidupan bangsa tidak semata tanggung jawab negara. Lembaga non pemerintah, seperti Muhammadiyah dan NU merasa terpanggil untuk ikut serta dan aktif meningkatkan kualitas pendidikan bersama  dengan komponen bangsa lain, terutama dengan sesama ormas Islam.

“Bersama Muhammadiyah, NU menjadi salah satu perekat utama Indonesia,  dan yang paling utama, tetap menjadi benteng tegak dan kuatnya iman umat Islam Indonesia” kata Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Drs. H. Sodiq Purwanto, M.Pd.

Pendidikan, kata Sodiq, sebagai suatu sarana bagi bangsa untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta akhlaq mulai atau karakter.

“Melalui penguasaan Iptek dan berkarakter maka kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara lebih berkualitas” ujarnya

“Maka di Harlah NU ke 95, kami berharap Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU bisa menjadi partner dalam mengemban amanah dalam mencerdaskan kehidupan ana-anak bangsa” harap Sodiq.

Harlah NU ke 95 juga membuncahkan rasa syukur bagi organisasi wanita Muhammadiyah, yaitu Aisyiyah, tentunya berharap kepada NU agar semakin bermanfaat dalam berkiprah di tengah-tengah kehidupan berbangsa.

“Semoga NU semakin bermanfaat dalam berkiprah untuk kemaslahatan umat. Berjuang bersama demi kesejahteraan dan persatuan bangsa” kata Sekretaris Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kendal, Hj. Endang Nurani, S.Pd.

BACA JUGA :  CEO CS Amalia Ajari Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Punya Mobil Tanpa Kredit dan Beli

Dalam membangun masyarakat, menurt beliau, mestinya saling bahu membahu dalam memerangi kemiskinan, kebodohan, dan menanggulangi bencana yang silih berganti menimpa negeri ini.

“Sebagian kalangan berpendapat bahwa masalah utama Indonesia terletak pada kemiskinan. Namun patut diketahui bahwa kemiskinan terjadi akibat dari adanya kebodohan” kata Endang.

Agar kebodohan tidak berlarut-larut, lanjunya, caranya dengan mengubah pola pikir supaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi tumpuan utama dalam pembangunan Indonesia.

Muhammadiyah dan NU adalah Ormas Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Dalam kesejarahannya kedua Ormas Islam tersebut adalah sebagai pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“NU dan Muhammadiyah adalah dua Ormas besar di Indonesia bahkan di dunia. Keduanya pendiri NKRI. Maka tegaknya NKRI sangat ditopang sangat kuat oleh kedua Ormas tersebut” demikian kata Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kendal, H. Luthfi Akhyani, S.Pd.

Di harlah NU ke 95, Luthfi berharap, peran NU semakin meningkat seiring dengan permasalahan bangsa dan negara.

“NU harus tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bangsa. Warga NU dan Muhammadiyah jangan sampai terjerat radikalisme, terorisme, intoleransi, ujaran kebencian, dan narkoba yang mengintai kaum muda saat ini” tegas Luthfi.

“Maka NU dan Muhammadiyah serta pemerintah harus menjaga dan merawat keragaman agama, budaya, suku dan bahasa dengan menjaga kerukunan dan keharmonisan” harapnya.

Menguatnya tali sillaturrahmi antar Ormas Islam sebagai salah satu bentuk pendewasaan dalam berorganisasi dan penguatan ukhuwah Islamiah.

Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kendal berharap kepada NU yang BerHarlah ke 95 melalui Fatayat NU senantiasa bersinergi dan menguatkan sillaturrahmi.

“Di Harlah untuk Nahdlatul Ulama yang ke 95, semoga semakin membumi dan terus memberi manfaat kepada masyarakat luas, dan kami sesama organisasi sayap Muhammadiyah dan NU  saling berdampingan dan saling memberi inspirasi untuk dakwah Islam rahmatan lil alamiin” kata Ketua PDNA Kendal, Elliana Eka Hutami, S.Pd I.

Beliau berharap, harlah ini menjadi momentum Fatayat NU untuk merefleksikan kembali peran yang telah dilakukan selama ini untuk perempuan dan anak-anak.

“Indonesia masih mempunyai banyak persoalan terkait isu perempuan dan anak. Untuk menanggulanginya, maka Fatayat tidak mampu berjalan sendirian, kecuali bersama-sama dengan elemen lain. terutama kelompok perempuan yang lain, diantaranya adalah NA” katanya. (fur)