HIPMI Kendal Berikan Kuliah Digital Marketing di STIT Muhammadiyah Kendal

0
35 views

KENDALMU.COM | PATEAN. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kendal mengadakan HIPMI Goes To Campus terkait Digital Marketing di STIT Muhammadiyah Kendal , Sabtu (2/4). Para mahasiswa tersebut diberikan kuliah tentang bisnis online dan offline yang tentunya dapat dilakukan dengan usaha kecil-kecilan dan setidaknya kegiatan ini setara KKL.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pengganti atau setara dengan KKL (Kuliah Kerja Lapang), karena pandemi setidaknya tidak menyurutkan mahasiswa untuk mendapatkan pembelajaran dan juga praktik dalam menjadi entrepreneur” kata Rahmat Setiawan M.Si Wakil Ketua 1 bidang Akademik STIT Muhammadiyah Kendal.

Sekolah Bisnis yang diusung HIPMI Kendal dan STIT Muhammadiyah Kendal pada pertemuan ketiga mengusung Digital Marketing.

Ketua Bidang Industri Kreatif HIPMI Kendal M. Farid Musthofa S.Ds sebagai dosen tamu menyampaikan tentang digital marketing dan bisnis online.

“Kalau temen-temen dalam menjalankan usaha harus punya kreatifitas untuk marketing, eranya digital harus ikut berinovasi membuat konten seperti di instagram ada, Facebook ads, tiktok. Jangan malas untuk menawarkan jualannya, dimulai dari lingkungan sekitar kita.” ujar pemilik studio selecta musik dan juga bengkel bandeng cabut duri.

Farid menjelaskan bahwasanya bisnis yang dirintis adalah sesuai dengan apa yang dia sukai dan juga passion.

“Saya lulusan design, suka musik, dan jualan ikan. Namun ketiganya saya jalankan semuanya karena bagian dari passion saya juga. Jadi jangan ragu temen-temen untuk berbisnis sesuai passion. “ungkap pemuda 28 tahun yang juga Ketua KOMIK (Komunitas Musisi Kendal).

Dalam sesi kuliah kedua bisnis offline, oleh Abi Daulah Haque S.P sebagai dosen tamu kedua yang juga Wasekum HIPMI Kendal menyampaikan di era sekarang meskipun bisnis yang kita jalankan offline juga harus menggunakan digital marketing apalagi database.

“Kita punya bisnis yang bentuknya fisik seperti toko, kedai kopi, cuci sepatu, dan lainnya tidak boleh ketinggalan di era digital ini. Marketing online dan offline keduanya harus jalan. Apalagi jika teman-teman mempunyai database customer itu adalah kunci. Dengan database kita bisa bikin riset market untuk promo, diskon sesuai dengan target” ungkap Abi yang juga CEO Bourjuis Caffe.

BACA JUGA :  Evaluasi Tayangan Hikmah Senja

Abi menjelaskan, banyak senior HIPMI jadi ‘pengusaha by nasib’ (kebetulan) merintis dari nol sejak mahasiswa.

“Kalau teman-teman lihat beberapa pengusaha dan tokoh nasional yang terjun menjadi pengusaha karena by nasib, ada mantum HIPMI bang Bahlil yang sekarang jadi Kepala BKPM dulunya adalah supir angkut dan penjual kue. Ada juga Hendy Setiono ketua kompartemen UMKM BPP HIPMI yang CEO Babarafi Entreprise, dulu merintis hanya satu gerobak sekarang menjadi bisnis kebab terbesar di Indonesia bahkan outletnya ada diluar negeri.” pungkasnya. (adh)