Beranda Artikel Ibu Benteng Utama Keluarga pada Masa Pandemi Covid 19

Ibu Benteng Utama Keluarga pada Masa Pandemi Covid 19

0
90 views
Hj. Endang Nuraini, S.Pd (Sekretaris Pimpinan Daerah Aisyiyah Kendal)

Oleh : Endang Nuraini-Sekretaris PDA Kendal

HARI ini 22 Desember kita peringati Hari Ibu. Dimana hari Ibu pertama diperingati pada waktu dibuka konggres pertama kaum perempuan Indonesia 22 – 25 Desember 1928.

Hari Ibu diperingati sebagai bentuk emansipasi  kaum perempuan. Lantas bagaimana peran seorang Ibu di tengah – tengah pandemi Covid-19 ? Berikut artikel Endang Nuraini, Sekretaris Pimpinan Daerah Aisyiah Kendal.

Jumlah anak Indonesia yang terinfeksi Covid 19 menurut Kemenkes di kawalcovid19.id per tanggal 18 Desember 2020 mencapai 72.677 anak. Hal ini sungguh sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan, mengingat anak adalah aset yang tak ternilai harganya, oleh karena itu kita harus berupaya secara maksimal untuk menghentikannya, minimal tidak berkontribusi terhadap penambahan kasus Covid pada anak.

Apalagi dari anak yang terinfeksi tersebut, 530 anak dinyatakan meninggal dunia. Kita tidak bisa tinggal diam. Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu agar kasus covid pada anak tidak semakin bertambah?

Mari kita ingat pesan ibu, “Pakai maskermu, cuci tangan pakai sabun, jangan lupa jaga jarak.” Lagu itu demikian sering kita dengar dari media elektronik. Bahkan di era pandemi seperti sekarang ini, saking populernya sampai semua orang maklum, cukup dengan menyebut ingat pesan ibu, semua orang sudah paham bahwa yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan selalu menjaga jarak dengan orang lain.

Virus Covid 19 memang sungguh membuat semua orang kalang kabut. Bingung, cemas, khawatir dan hal negatif lainnya yang sebenarnya justru kontra produktif. pada situasi sekarang ini, karena hal itu akan menurunkan imun tubuh kita.

Bagaimana peran ibu pada masa pandemi? Ibu memiliki peran yang sangat strategis untuk melindungi keluarga dari serangan virus yang sangat mudah bermutasi ini. Ibulah benteng pertahanan utama keluarga. Oleh karena itu seorang ibu harus tangguh, kuat fisik dan mentalnya.

BACA JUGA :  28 November, Jangan Lupakan Hari Menanam Pohon Indonesia

Ibulah yang harus menjadi kapten dalam usaha peningkatan imun dan iman anggota keluarga. Peningkatan imunitas tubuh bisa dilakukan dengan peningkatan gizi dalam menu makanan yang disajikan dan peningkatan kebahagiaan seluruh anggota keluarga.

Di saat kita harus menjaga jarak dengan semua orang, langkah paling tepat adalah dengan berdiam diri di dalam rumah. Hindari kontak langsung dengan orang lain. Hal ini bisa menimbulkan stress jika aktivitas di dalam rumah monoton, berkisar dari kamar, ruang keluarga, meja makan, dan kamar mandi.

Kreativitas seluruh anggota keluarga dibutuhkan untuk menciptakan suasana harmonis di rumah. Olah raga ringan bersama keluarga bisa menjadi alternatif yang cerdas; jalan santai, senam ringan, atau bersepeda bisa dilakukan berganti-ganti agar tidak bosan.

Selain itu memasak, berkebun, dan membersihkan lingkungan secara bersama-sama pasti akan menggembirakan. Apalagi jika aktivitas yang dilakukan bisa menghasilkan uang. Menjual bibit tanaman hasil berkebun atau menu masakan andalan keluarga bisa dijual secara online.

Bagaimana dengan menjaga keimanan seluruh anggota keluarga? Salat jamaah bersama keluarga, tadarus bergantian untuk memperbaiki tajwid, membaca buku dan mendiskusikannya, serta mengikuti kajian daring bisa menjadi pilihan.

Kegiatan sosial pun tetap bisa dilakukan dengan membatasi berkumpulnya banyak orang. Membagi masker kepada yang membutuhkan dan paket sembako untuk saudara-saudara yang kehilangan pekerjaan adalah upaya peningkatan keimanan yang luar biasa.

Jika iman dan imun setiap anggota keluarga terjaga, insyaallah kita aman dari ancaman virus Covid 19. Semoga kita kuat dan tangguh menghadapi musibah ini agar kasus Covid terutama Covid pada anak tidak terus bertambah, dan ancaman virus segera berlalu serta pandemi ini segera berakhir.