Ingin Mendirikan AUM Ekonomi ? Inilah yang Harus Diketahui dan Dilaksanakan

0
70 views
AUM EKONOMI. Mendirikan AUM bidang ekonomi diawali dengan membentuk MEK di setiap Cabang. (foto dok fur)

KENDALMU.COM | BOJA. Salah satu pilar dari tiga pilar keputusan Muktamar ke 47 2015 di Makassar adalah menggaungkan ekonomi. Menegakkan pilar ketiga Muhammadiyah di bidang ekonomi mengharuskan seluruh elemen warga persyarikatan untuk segera bergerak mewujudkannya.

Demikian pernyataan Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MEK PDM) Kendal, Moechammad Noer Agoes Hidayat saat sillaturrahmi dengan jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se eks Kawedanan Boja, yang terdiri PCM Boja, Limbangan dan Singorojo pada Sabtu (3/4) di SMK Muhammadiyah 2 Boja.

Dia menegaskan bahwa persaingan dunia usaha bisnis semakin tajam sebagai wujud ambisi seseorang atau kelompok tetentu untuk menguasai ekonomi global.

“Persaingan bisnis makin tajam, namun kita tidak boleh minder” kata Agoes.

Dalam rangka menghadapi persaingan tersebut, kata Agoes kita harus bergerak dan jangan diam sebagai penonton, konsumen aktif.

“Gerakan kita diawali dengan membentuk MEK di setiap cabang” ujarnya.

MEK CABANG. Ketiga PCM, Boja, Limbangan dan Singorojo, siap membentuk Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan. (foto dok fur)

Menurutnya, MEK yang terbentuk di setiap Cabang selain akan mempermudah koordinasi juga sebagai pemetakan kompetensi, keahlian personal MEK di bidang ekonomi.

“Bisnis menggunakan ilmu pengetahuan yang bisa diperoleh dari berbagai sumber, dan MEK telah memberi pengetahuan strategi bisnis melalui Sekolah Bisnis Muslim” ungkap Agoes.

SBM lanjut Agoes sebagai media pembelajaran dalam memperoleh ilmu tentang bisnis, yang didalamnya tidak hanya memilih dan memproduksi barang, tetapi juga memasarkan hasil produksi.

“Kunci sukses bisnis apabila produk kita diminati dan dibeli oleh orang lain” tegasnya.

Menurutnya SBM tidak hanya memberi teori ilmu bisnis, tetapi bagi alumni akan mendapat modal bergulir sebagaimana yang tengah berjalan selama ini.

Sementara itu Sekretaris MEK PDM Kendal, Fachrudin Kurniawan meminta kepada PCM yang belum membentuk MEK segera dibentuk dan menganalisa apa yang perlu dan segera dilakukan.

BACA JUGA :  Patuhi Prokes, PCM Patebon Buka Kembali Pengajian Ahad Pagi

“Mengawali usaha tidak harus yang besar, tetapi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kita penuhi” katanya.

Kurniawan menunjukkan, sudah banyak diantara para alumni SBM yang terus menekuni bisnisnya sampai saat ini.

“Mereka secara kelompok atau pribadi terus mengembangkan usahanya agar tidak berhenti” ujarnya dengan menyebut PCM Plantungan yang sudah memiliki angkringan dan usaha cuci motor dan mobil.

Sedangkan Bendahara PDM Kendal, H, Budiyanto memberi apresiasi kepada MEK yang telah bergerak.

“Karena ekonomi tidak hanya pidato, seminar, tetapi action dan MEK telah berkali kali action meskipun ada beberapa faktor yang menjadikan kegagalan mendirikan usaha” kata Budiyanto.

Menurut Budi, MEK dalam actionnya telah menerapkan filsafat bola ping pong, dijatuhkan akan memantul.

“Tidak seperti telor, dijatuhkan langsung pecah, tetapi bola ping pong ketika jatuh mematul, apabila jatuhnya keras, maka pantulannya semakin tinggi”

Berbisnis menurut Budiyanto yang juga pemilik toko elektronik Amalia Kaliwungu itu tidak semulus yang dibayangkan, pasti ada pasang surutnya sebagai pelajaran yang luar biasa.

“Dengan sering ada kegagalan akan menambah instuisi, kecerdasan bagi kita, sebagai koreksi, dan kegagalan sebagai pengalaman yang luar biasa dan menjadi penyemangat bagi kita” ungkapnya. (fur)