Intan Kumala Trisni, Pertama dan Satu-Satunya Guru Dari Kendal Yang Lolos Mengikuti Program SEAQIM

0
20 views
VIRTUAL. Intan Kumala Trisni, guru Matematika SMP Muhmadiyah 1 Weleri satu-satunya dari Kendal yang lolos program dari Seaqim dan sedang di rumah mengikuti pelatihan jarak jauh, virtual. ( foto dok intan)

KENDALMU.COM | CEPIRING. Intan Kumala Trisni (31), salah satu guru di SMP Muhammadiyah 1 Weleri, di tengah pandemi Covid-19 ternyata mampu menunjukkan kemampuannya sebagai seorang guru Matematika yang lolos untuk mengikuti program Seaqim, sebuah lembaga regional di bawah Seameo (South East Asian Ministers of Education Organization), dengan tugas pokoknya adalah meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan Matematika di negara anggota Seameo (Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Kamboja, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam).

Berkat kecermatan dalam membaca peluang untuk meningkatkan profesionalisme sebagai seorang guru, Bu Intan, begitu panggilan akrabnya merasa siap bersaing dengan ratusan guru Matematika tingkat SLTP dalam maupun luar negeri untuk mengikuti seleksi yang diselenggrakan oleh lembaga Seaqim.

“Seaqim menawarkan pelatihan pembelajaran Matematika yang canggih, modern, menyenangkan, powerful, mudah dipahami siswa, dan praktis untuk pembelajaran daring maupun luring” kata Intan ketika dihubungi kendalmu.com Sabtu (5/9) via WhatsApp, para pelatihnya, sambung beliau, sangat profesional, profesor-profesor dari dalam dan luar negeri.

Beliau yang saat ini masih mengikuti Regular Course on Integrating ICT in Mathematics Education for Junior High School Mathematics Teacher sampai dengan 17/9 via daring menjelaskan, terdapat tiga tahapan untuk bisa lolos dan mengikuti program pelatihan tersebut.

“Yang jelas harus mendaftar, mengisi formulir tentang identitas pribadi, instansi, kemampuan bahasa Inggris, berprestasi di bidang pembelajaran Matematika, menunjukkan karya ilmiah yang terpublikasi dan pernah mengikuti pelatihan-pelatihan” jelasnya.

Apabila tahap awal lolos, tahap selanjutnya menurut istri dari Irkham, dosen Prodi Pendidikan Matematika UPGRIS adalah wawancara minat dan kesungguhan berbahasa Inggris sekitar 20-30 menit dilanjutkan dengan tes bahasa Inggris, toefl, dan tes Matematika berbahasa Inggris.

BACA JUGA :  Ketua PCM Plantungan : Guru Nek Minggu Ojo Turu

“Alhamdulillah, tahapan-tahapan tersebut dapat saya ikuti dengan baik, dan akhirnya lolos” ucap ibu dari dua anak, Syarifa (4) dan Kautsar (2).

Tahun ini program yang diselenggarakan oleh Kemendikbud se ASEAN tersebut diikuti oleh 40 peserta utusan.

“Ke 40 peserta itu karena kebetulan bertempat di Indonesia, Yogyakarta, dari Indonesia sebanyak 28 orang. Dari Kamboja, Malaysia, Pilipina, Myanmar, dan Brunei Darussalam masing-masing 2 utusan, ditambah dari Vietnam dan Thailand masing-masing 1 peserta” imbuhnya.

Intan yang pernah meraih juara tiga lomba Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di Olimpic Ahmad Dahlan (Olimpicad) tingkat nasional ke 4 di Semarang 2019, berharap selama 21 hari mengikuti pelatihan dari pagi sampai sore melalui virtual mendapat pengetahuan baru.

“Selain memperoleh teman baru se ASEAN, keterampilan baru, juga untuk memajukan pembelajaran Matematika di negara kita atau paling tidak di sekolah saya sendiri SMP Muhmmadiyah 1 Weleri, karena Seaqim sangat bermanfaat langsung untuk guru dalam rangka  meningkatkan kualitas. Hal ini tentu saja akan berdampak pada kualitas pembelajaran yang baik, sehingga siswa mendapat fasilitas pembelajaran yang lebih baik, canggih, sesuai tuntutan kurikulum dan setara dengan kompetensi siswa internasional” tutupnya. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here