Jajaran IPM Ranting SMK Muhpat Sukorejo Diajari Cara Menulis Berita

0
81 views

KENDALMU.COM | SUKOREJO. Jajaran anggota Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMK Muhammadiyah 4 (Muhpat) Sukorejo menggelar pelatihan menulis berita di media online. Pelatihan tersebut berlangsung pada Jumat (19/12) di SMK setempat.

Kepala SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo, Shofiq Ghorbal, mengatakan, bahwa pelatihan ini dimaksudkan agar jajaran pimpinan dan anggota IPM menjadi jurnalis-jurnalis yang peduli dengan informasi yang beredar di internet. Menurut Shofiq, informasi di internet tidak semua benar atau hoax. “Arti hoax adalah salah satu tren terburuk yang pernah ada dalam sejarah penggunaan media sosial” katanya.

Dijelaskan, keberadaan internet sebagai media online membuat informasi yang belum terverifikasi benar dan tidaknya tersebar cepat.

Hanya dalam hitungan detik, suatu peristiwa sudah bisa langsung tersebar dan diakses oleh pengguna internet melalui media sosial.

Beliau berharap, melalui pelatihan ini, sebagai pimpinan Pelajar Muhammadiyah di tingkat ranting dapat memilah dan memilih informasi mana yang benar dan mana yang bohong atau hoax.

Kegiatan yang berlangsung sehari itu direspon positif peserta yang ditunjukkan dengan semangat mengumpulkan tugas membuat berita dalam waktu yang singkat. Walaupun hasil masih belum sempurna, akan tetapi antusias siswa adalah modal awal yang luar biasa.

Pelatihan menghadirkan tiga nara sumber, yaitu Tina Arifah, yang menyampaikan materi Teknis Menulis Naskah Berita, Febrian Galih dengan materi Teknik Menulis Judul Berita yang Menarik, adapun Budi Setiawan, menyampaikan teknik pemotretan yang baik.

Tina Arifah dalam paparannya, mengatakan, bahwa laju perkembangan informasi di era 4.0 tak bisa dianggap sepele. Ibarat kata, ‘Sedetik kita lewatkan, beribu informasi lepas dari genggaman’

“Pergeseran gaya hidup masyrakat dari penikmat koran menjadi penikmat gadget turut andil dalam percepatan laju informasi. Akan tetapi sangat disayangkan, kadang informasi yang kita terima tidak bisa dipertanggung jawabkan segi keakuratannya. Hal ini menjadikan masyarakan hidup dalam kesimpang-siuran” katanya.

BACA JUGA :  Respon Banjir di Kota Kendal, MDMC Siapkan 1500 Nasi Bungkus

Lebih lanjut disampaikan, diksi yg kita gunakan dalam penulisan berita sangat berpengaruh terhadap makna yang terkandung dalam berita tersebut. Seorang jurnalis perlu hati-hati dalam pemilihan kata agar berita yang ditulis tidak menimbulkan salah tafsir.

Sementara itu Febrian Galih, dalam paparannya menyampaikan tentang teknik menulis judul berita yang menarik.

Menurutnya, seorang yang akan membaca sebuah berita biasanya diawali dengan membaca judul beritanya.

“Judul yang menarik membuat pembaca akan melanjutkan membaca isi berita, tetapi jika judul yang ada tidak menarik, pembaca akan mengalihkan berita yang lain, tentunya judulnya menarik” kata Galih.

 

“Pilihlah judul dengan kalimat – kalimat yang membuat pembaca penasaran. Judul berita maksimal dengan lima kata, judul berita mewakili isi berita, dan menghindari ambiguitas, kata bemakna ganda” jelasnya.

Sedangkan Budi Setiawan, menyampaikan materi teknik pengambilan foto yang baik.

Menurutnya, dalam sebuah berita dituntut adanya foto sebagai bukti bahwa kegiatan tersebut benar adanya.

“Jadi berita yang tersaji tidak hanya berbentuk naskah berita saja tetapi didukung dengan foto yang selaras dengan kegiatan tersebut” kata Budi.

Teknik pengambilan foto diawali dengan posisi kamera atau hp, yaitu memilih salah satunya, posisi potrait atau landscape.

“Dilanjutkan dengan fokus ke obyek yang akan dituju, perhatikan jarak antara kamera dengan obyek, dan pencahayaannya. Jika dianggap cukup, maka bisa klik” katanya. (tin)