Jateng di Rumah Saja, Daging Sapi Pak Apitono Laris Manis

0
25 views
DAGING SAPI. Salah satu los/lapak daging sapi milik Pak Apitono di pasar tradisional Boja sedang melayani para pelanggannya. (foto dok nisa)

KENDALMU.COM | BOJA. Kebijakan program Jateng di Rumah Saja oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah berlangsung pada akhir pekan (6-7/2), dan salah satu dari empat poin dari isi Surat Edaran Gubernur Jateng adalah, bahwa pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja dilaksanakan sesuai kondisi dan kearifan lokal masing-masing, termasuk di antaranya adalah penutupan pasar.

Pasar Boja adalah salah satu pasar tradisional terbesar di Kecamatan Boja di mana kegiatan penjual dan pembelinya dilakukan secara langsung dalam bentuk eceran dalam waktu sementara atau tetap dengan tingkat pelayanan terbatas.

Ketika Surat Edaran dari Gubernur Jateng terkait dengan pelaksanaan Jateng di rumah Saja, para pedagang di pasar Boja telah bersiap-siap dua hari libur. Sedangkan masyarakat yang sudah biasa belanja di pasar tersebut, sebelum kebijakan Gubernur Jateng itu berlangsung harus belanja dulu sebelumnya, sehingga membuat kondisi pasar Boja padat dengan pengunjung.

“Hari Jumat itu pasar Boja sangat ramai, seperti menjelang lebaran, para pembeli berdesak-desakan, mereka mborong kebutuhan pokok untuk dua hari” kenang Apitono (63), penjual daging sapi di salah satu los pasar Boja ketika ditemui kontributor kendalmu.com di rumahnya Jl. Pramuka Dukuh Kauman RT 06/RW 05 Desa Boja, pada Senin (15/2).

Menurutnya, kondisi pasar Boja yang ramai pada satu hari menjelang diberlakukannya Jateng di Rumah Saja, tentu membuat daging sapi, dagangan milik Pitono, sapaan keseharian Pak Apitono, ikut laris manis.

“Waktu itu saya potong sapi ukuran agak besar, dan alhamdulillah, dagangan laris, daging sapi terjual habis. Padahal biasanya kalau potong satu ekor baru habis dua hari” ungkap suami dari Ngatemi (61) yang sudah puluhan tahun menghuni pasar Boja sebagai penjual daging sapi.

BACA JUGA :  PR IPM, OTKP dan DK HW SMK Muhammadiyah 1 Weleri Bagi-bagi Takjil.

Bagi Pak Pitono, Program Jateng di Rumah Saja memberi keberkahan tersendiri, khususnya sebagai pedagang daging sapi. Namun demikian bukan berarti beliau berharap program itu bisa diberlakukan kembali.

“Kami seluruh pedagang di pasar Boja harus mentaati seruan Pak Gubernur, yaitu menutup semua lapak daganganya. Selama dua hari kami harus libur, di rumah saja” ujarnya.

Terkait dengan kondisi pandemi Covid-19, Pak Pitono berharap virus corona segera hilang dan masyarakat bisa kembali beraktifitas secara normal. (nisa)