Kader Muhammadiyah dan Guru Besar UMY Jadi Ketua Komisi Yudisial

0
45 views
UJI KEPATUTAN. Calon Anggota Komisi Yudisial Mukti Fajar Nur Dewata mengikuti uji kepatutan dan kelayakan calon anggota Komisi Yudisial dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2020). Komisi III DPR menggelar uji kepatutan dan kelayakan.

KENDALMU.COM | YOGYAKARTA. Kader Muhammadiyah sekaligus Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UM), Prof. Dr. Mukti Fajar Nur Dewata terpilih sebagai Ketua Komisi Yudisial (KY) periode 2021-2023. Pria kelahiran Yogyakarta 29 September 1968 itu selama ini menekuni Hukum Ekonomi Perusahaan dan Tanggungjawab Sosial Perusahaan (CSR). Selain aktif mengajar beliau juga menulis buku dan artikel yang dimuat di berbagai jurnal dan surat kabar.

Terkait dengan jabatan Mukti Fajar sebagai Ketua KY, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof, Dr, H. Haedar Nashir, M. Si memberikan ucapan selamat.

Dilansir viva.com, Haedar Nashir berpesan agar Mukti Fajar dan rekan-rekan Komisi Yudisial yang terpilih dapat menegakkan keadilan di ranah hokum dengan sebaik-baiknya.

Haedar menjabarkan jika hukum dan keadilan mesti ditegakkan dengan perspektif yang luas dan bersendikan pada nilai Pancasila dan UUD 1945 yang kokoh, serta rasa keadilan masyarakat yang substantif.

“Komisi Yudisial dapat bekerja menegakkan hokum dengan sungguh-sungguh, objektif, jujur dan adil tidak membeda-bedakan jabatan, suku, agama, dan golongan tertentu serta melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggungjawab,” ujar Haedar, Senin 18 Januari 2021.

“Semoga Komisi Yudisial periode 2021-2023 dapat menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya dan dapat menegakkan hokum seadil-adilnya,” lanjut Haedar.

Haedar menilai tantangan dunia peradilan semakin kompleks. Melihat kondisi ini Haedar meminta agar Komisi Yudisial dan seluruh elemennya dapat semakin bersinergi dalam melanjutkan  reformasi dunia hukum dan peradilan.

Dia menambahkan jika Mukti Fajar sebagai seorang akademisi dan guru besar dengan pandangan tentang hukum yang mumpuni dan berwawasan luas. Haedar meyakini Mukti Fajar akan mampu melanjutkan dan meningkatkan apa yang telah dicapai Ketua Komisi Yudisial sebelumnya.

Pun, Mukti diharapkan jadi pejabat publik yang tetap berintegritas dan bias diajak berdialog.

BACA JUGA :  Tiga Ranting dan Tiga Cabang Dinobatkan Sebagai Juara LPCR Award 2019

“Sebagai pemegang jabatan publik yang juga kader Persyarikatan diharapkan tetap rendah hati, mau mendengar, berdialog, luas pandangan, berintegritas tanpa apologi dan merasabenar sendiri, serta menjadi pembawa misi pencerahan Muhammadiyah,” jelas Haedar.

Mukti Fajar Nur Dewata terpilih menjadi ketua KY dalam rapat pleno yang digelar, Senin (18/1/2021).

Di rapat pleno ini digelar pemungutan suara yang diikuti tujuh anggota KY periode 2021-2023.

“Calon Ketua Komisi Yudisial terpilih berdasarkan suara terbanyak adalah saudara Profesor Doktor Mukti Fajar Nur Dewata” kata ketua sementara KY M Taufiq HZ dalam rapat pleno

Dalam pemilihan Ketua KY, Mukti memperoleh empat suara mengungguli Amzulian Rifai yang memperoleh tiga suara dan Joko Sasmito yang tidak memperolehsuara.

Dari tujuhanggota KY, hanya Mukti, Amzulian, dan Joko yang bersedia untuk dicalonkan sebagaiKetua KY.  Selanjutnya, dalam pemilihan Wakil Ketua KY, Taufiq memperoleh empat suara mengungguli Binziad Khadafi yang memperoleh tiga suara dan Joko yang tidak memperoleh suara. Adapun, dari tujuh anggota KY, hanya Joko, Binziad, dan Taufiq yang bersedia dicalonkan sebagai Wakil Ketua KY.

Tujuh anggota KY pada periode 2020-2025 adalah Joko Sasmito, M Taufiq HZ, Sukma Violetta, Binziad Kadafi, Amzulian Rifai, Mukti Fajar Nur Dewata dan Siti Nurdjanah.

Berikut Biodata Mukti Fajar 

Jenjang Pendidikannya:

2004 – 2009 : Program DoktorI lmu Hukum Universitas Indonesia , Spesialisasi Hukum Ekonomi,  dengan Disertasi : “Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Di Indonesia : Studi Tentang Penerapan Ketentuan Corporate Social Responsibility Pada Perusahaan Multi Nasional,  Swasta Nasional dan Badan Usaha Milik Negara”

1997 – 2001 : Sarjana S2 Program Magister Ilmu Hukum  Univesitas Diponegoro, Spesialisasi  Hukum Ekonomi dan Teknologi,  dengan Thesis : “Electronic Commerce dalamPerspektif Hukum Indonesia”

1987 – 1992 : Sarjana S1 Hukum Fak.Hukum Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Spesialisasi Hukum Keperdataan Dagang, dengan skripsi : “Pelaksanaan Perjanjian Asuransi Jiwa di Yogyakarta”

BACA JUGA :  Gelar One Day Seminar, SMK Muga Weleri Gandeng PT MMKI (Siapkan 10 Lulusan TKRO Ikuti Seleksi Calon Tenaga Kerja)

Pekerjaan

Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas  Muhammadiyah Yogyakarta

Dosen Tidak Tetap Fak Ekonomi Universitas Islam Indonesia (2003-2007)

Partner di JOGJA LAW CENTRE (2000-2005)

Konsultan dan Trainer Hukum Bisnis di E-GOV Training Centre Yogyakarta

Konsultan dan Trainer Hukum Bisnis di Pusat Pengembangan Management Fakultas Ekonomika dan Bisnis  Universitas Gajah Mada

Konsultan dan Trainer Hukum Bisnis di PT. Sinergy Indonesia Training Centre Yogyakarta

Anggota Badan Arbitrase Syariah (Basyarnas)  MUI – Yogyakarta

Reviewer Hibah Penelitian dan Pengabdian, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi  sejak 2010

Assesor Badan Akreditasi Nasional  sejak 2011. (*)