Kapolri Baru, Bagaimana Pendapat Tokoh Muhammadiyah ?

0
67 views
Kapolri Baru Komjen Listyo Sigit Prabowo (source: detik.com)

KENDALMU.COM | JAKARTA. Presiden Joko Widodo telah mengajukan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri yang selanjutnya yang bersangkutan menjalani fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI. Itu Artinya Komjen Listyo Sigit Prabowo selangkah lagi dilantik jadi Kapolri.

Sejak namanya diumumkan sebagai calon tunggal Kapolri pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Komjen Sigit tak jemawa. Sosok jenderal yang dikenal kalem ini memilih mempersiapkan diri. Dia mengawalinya dengan bersilaturahmi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat, sesepuh, para pimpinan partai, hingga para mantan Kapolri. Menurut Komjen Sigit, silaturahmi itu sangat penting. Lewat agenda tersebut, dia ingin mengetahui secara langsung seperti apa potret Polri di masyarakat dan apa harapan masyarakat ke depan terhadap Polri. Tak hanya masukan, kritik pun dia tampung demi perbaikan organisasi Polri ke depan.

Penghuni kursi Tri Brata 1 (TB1) memang tak lama lagi segera berganti mengingat Kapolri saat ini, Jenderal Idham Azis akan pensiun pada awal Februari tahun ini.

Tetapi Listyo yang kini masih menjabat Kepala Bareskrim itu diketahui bukan seorang muslim.

Lantas bagaimana pendapat tokoh Muhammadiyah terhadap Kapolri yang baru itu.

Dilansir detik.com. Sekretaris Umum PP Muhaammadiyah, Prof Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed, mengatakan, soal Kapolri adalah wewenang penuh Presiden.

“Sesuai UU nomor 2/2002 tentang Kepolisian, soal pengangkatan dan pemberhentian Kapolri sepenuhnya menjadi wewenang Presiden setelah mendapatkan persetujuan DPR,” tulisnya lewat akun Twitter-nya seperti dilihat detikcom, Sabtu (16/1/2020).

Mu’ti mengatakan masyarakat memang boleh menyampaikan pendapat, namun tidak mengikat.

“Dalam alam demokrasi, masyarakat boleh saja menyampaikan pendapat, meskipun itu sama sekali tidak mengikat,”

BACA JUGA :  Nyinyiran Salman Kepada Lazismu Berbuntut Minta Maaf

“Mangga Pak Presiden, angkat Kapolri yang terbaik agar keamanan membaik,” ujarnya.

Sementara itu dikutip CNNIndonesia.com. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi menganggap aneh bila Kapolri pengganti Jenderal Idham Aziz nantinya dijabat oleh seseorang yang bukan beragama Islam atau nonmuslim.

Muhyidin yang juga Ketua Hubungan Kerja Sama Internasional PP Muhammadiyah berpendapat,

sangat aneh bila pemimpin aparat keamanan berlatar belakang nonmuslim memimpin penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

“Seorang pemimpin nonmuslim mengendalikan keamanan negara di mana mayoritas penduduknya muslim adalah sebuah keanehan dan tugasnya pasti amat berat,” kata Muhyiddin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/11).

Muhyiddin menyebut wajar bila pemimpin di negara manapun memiliki agama yang sama dengan yang dianut oleh mayoritas penduduknya. Contohnya seperti Amerika Serikat yang penduduknya mayoritas nonmuslim, maka presiden atau kepala aparat keamanannya juga mengikuti latar belakang nonmuslim.

Ia memprediksi akan banyak kendala psikologis yang akan dihadapi oleh pemimpin beragama nonmuslim di negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim.

“Apalagi kepolisian tugasnya sangat erat dengan masalah keamanan masyarakat. Pendekatan persuasif sangat dibutuhkan dalam sengketa dan demo massa,” kata dia.

Sedangkan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, sebagaimana dikuti di laman sindonew.com, justru menyambut baik pilihan Presiden Jokowi yang mengajukan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri .

“Pilihan Presiden tentu berdasarkan pertimbangan matang, baik rekomendasi nama dari Wanjakti Polri dan juga Kompolnas. Selain itu, sebagai mantan ajudannya, presiden tentu mengenal sosok dan sepak terjang Komjen Sigit sehingga kemudian dipercaya untuk memimpin Korps Bhayangkara,” kata Sunanto dalam keterangan tertulisnya.

Pemuda Muhammadiyah meminta DPR RI, khususnya Komisi III, untuk menjalankan mekanisme uji kelayakan dan kepatutan secara profesional. Tujuannya, untuk membedah berbagai visi misi, program unggulan yang akan dilakukan Komjen Listyo Sigit saat memimpin Polri.

BACA JUGA :  Ketum PP Muhammadiyah Kritik Keras Untuk Pemerintah

“Proses uji kelayakan itu juga sebagai instrumen para wakil rakyat menyalurkan berbagai aspirasi masyarakat terhadap Polri. Harapan masyarakat kepada institusi Polri agar semakin terpercaya, modern dan profesional benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Secara khusus, Pemuda Muhammadiyah berharap kepada Komjen Listyo Sigit Prabowo segera bekerja keras menyiapkan berbagai program penegakan hukum, pengayoman masyarakat yang tanpa pandang bulu, mendekat pada keadilan sosial dan perlindungan total pada masyarakat.

“Komjen Sigit harus mampu menjawab berbagai tantangan dan tren kejahatan yang saat ini bermetarfosa dalam berbagai bentuk. Baik cara, teknologi dan pola kejahatan yang mengalami perubahan cepat,” katanya (*)