Kegiatan Donor Darah di Masjid Mujahidin, Muhammadiyah Kendal Bantu 70 Kantong Darah

0
0 views
SEKRETARIS PDM KENDAL. Sekretaris PDM Kendal, Drs H. Maryono, M.Pd salah satu peserta pendonor darah sedang diambil darahnya di Masjid Mujahidin Kendal (foto dok. ismaini)

KENDALMU.COM | KOTA KENDAL. Sebagian warga Muhammadiyah yang bertempat tinggal di Kota Kendal dan sekitarnya telah melakukan donor darah. Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung pada Ahad pagi (11/10) di Masjid Mujahidin Kendal. Dalam kegiatan donor darah terkumpul sebanyak 70 kantong darah.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Kendal, Ismaini Hatta, mengatakan, kegiatan donor darah diselenggarakan atas kerja sama dengan berbagai pihak.

“Kegiatan berlangsung atas kerja sama MUI Kota Semarang, Dewan Masjid Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, Muhammadiyah, PMI, dan OBABA, sebuah Komunitas Relawan Aksi Cepat Donor Darah Indonesia. Adapun masjid Mujahidin yang ketempatan” kata Ismaini.

Beliau menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, di Kota Semarang dan sekitarnya setiap bulannya dibutuhkan ribuan kantong darah untuk saudara-saudara kita yang sedang dirawat di rumah sakit.

“Dibutuhkan 3000 sampai 5000 kantong plastik, dan untuk upaya memenuhi kebutuhan darah sebanyak itu kami melalui takmir masjid Mujahidin mengajak kepada warga Muhammadiyah dan kaum mulimin untuk bersedia donor darah, dan alhamdulillah terkumpul 70 kantong darah” terangnya.

Ditambahkan, warga yang mendaftar donor darah di masjid Mujahidin sebanyak 91 orang, namun yang memenuhi syarat 70 orang.

“Mereka yang tidak memenuhi syarat karena faktor usia, dan waktu donor darah terlalu dekat” imbuhnya.

Sedangkan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, H. Ikhsan Intizam, mengatakan, darah yang keluar dari tubuh manusia adalah najis menurut hukum Islam. “Agama Islam melarang menggunakan darah secara langsung maupun tidak langsung” kata Ustadz Ikhsan mengutip ayat Al qur’an Surat al Maidah ayat 3 ‘Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah’

“Tetapi apabila berhadapan dengan hajat kemanusiaan dalam keadaan darurat, dan tidak ada bahan lain yang dapat digunakan untuk menyelamatkan nyawa seseorang, maka bahan najis, yaitu darah boleh dipergunakan” jelas Ustadz Ikhsan Intizam yang juga Koordinator Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kendal.

BACA JUGA :  Ketua PWM Jateng Lantik Direktur Baru RSI Muhammadiyah Kendal

Diperbolehkannya transfusi darah, kata Ikhsan, karena didasarkan pada firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 173 ‘ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginnya’.

Menurut beliau, menyumbangkan darahnya kepada seseorang yang membutuhkan adalah pekerjaan kemanusiaan yang sangat mulia.

“Seseorang yang mendonorkan sebagian darahnya berarti ia telah memberikan pertolongan kepada orang lain” pungkasnya. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here