[KABAR MUKTAMAR] Kemegahan Gedung Edutorium UMS Sebagai Perhelatan Muktamar 48, Siapa Perancangnya ?

0
9 views
MEGAH. Gedung Edutorium Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta ( UMS) untuk perhelatan Muktamar ke 48 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.

KENDALMU.COM | SURAKARTA. Warga Muhammadiyah benar-benar merasa bangga dengan berdirinya gedung edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tidak lama lagi akan selesai, dan akan digunakan untuk perhelatan Muktamar ke 48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tanggal 1 – 5 Juli 2020. Sebuah gedung super megah yang berdiri di atas tanah seluas 54.842,72 m2 dengan bangunan seluas 14.400 m2 itu bangunannya dirancang oleh seorang arsitek sekaligus tenaga pengajar Program Studi Arsitektur UMS, M.S Priyono Nugroho, ST, MT.

Dikutip laman mentari.news. Priyono Nugroho mendapat tugas dari Badan Pembina Harian (BPH) dan Rektor UMS, dan secara informal PP Muhammadiyah untuk merancang desain edutorium Siti Walidah untuk Muktamar Muhammadiyah. Berikut keterangan Priyo Nugroho.

SOSOK. Priyono Nugroho sosok arsitek, perancang bangunan gedung edutorium Siti Walidah UMS.

“Bagaimana ikhwal Anda bisa menjadi arsitek gedung Edutorium UMS?”

“Saya ditugasi oleh Badan Pembina Harian (BPH) dan Rektor dan secara informal ya PP (Muhammadiyah). Waktu peresmian gedung Siti Walidah itu saya diperkenalkan kepada Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir ketika di situ ada pimpinan-pimpinan. ’O ini arsiteknya. Kalau begitu nanti gambar gedung pertemuan untuk Muktamar Muhammadiyah’. Jadi waktu itu saya ditugasi beliau-beliau. Ada surat tugas dari pihak rektorat.”

“Berapa lama proses perancangan desain Edutorium UMS?”

“Kami merancang desain itu selama 8 bulan, mulai April sampai November 2018. Jadi 8 bulan itu anggap saja mulai proses awal mendesain diselingi riset sampai pada pembuatan anggarannya.

”Berapa tim yang dilibatkan dalam proses membuat desain?”

“Banyak. Saya membentuk tim khusus. Mungkin ada 35 orang yang berasal dari multi disiplin ilmu. Ada tim arsitek, tim struktur, kemudian mechanical electrical, tim landscape,tim interior, tim fiskal bangunan, tim cost estimator. Divisinya banyak terdiri dari SDM-SDM.”

“Tahapan proses perancangan desain bagaimana?”

“Kita membuat namanya schematic design atau desain skematik atau juga conseptual design. Sebelum merancang kita melakukan riset. Guna membuat desain yang diinginkan perlu riset. Kita mengkaji literatur gedung pertemuan itu seperti apa. Jadi awal bulan setelah ditugasi (rektorat) melakukan riset tentang gedung pertemuan standarnya seperti apa? Standar di berbagai negara seperti apa?”

“Risetnya berapa bulan?”

“Bukan berapa bulan. Mungkin dua minggu saja. Kan saya juga mengunjungi beberapa tempat. Dan selama proses awal merancang riset terus berjalan. Butuh waktu panjang untuk riset. Saya mengunjungi gedung-gedung pertemuan yang bagus di Indonesia. Seperti di Jakarta, Surabaya dan Jogja yang juga  kita lihat.”

BACA JUGA :  Milad Muhammadiyah 107 “Mengabdi untuk bangsa yang Berkemajuan”

“Kalau di Jakarta, saya berkunjung Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Jakarta Convention Centre (JCC), Sentul International Convention Centre (SICC). Di Surabaya saya mengunjungi Grand City Convex, Jatim Expo (J-Expo). Di Jogja kita lihat milik UPN, UMY (Sportarium).”

“JEC juga?”

“Iya. Kalau JEC sudah beberapa kali datang ke sana. Jadi sudah tahu seperti apa.”

“Siapa yang melakukan riset?”

“Saya. Istilahnya posisi saya dalam dunia arsitektur itu disebut principal architectPrincipal itu yang meng-create ide. Kalau tim yang dibentuk itu tim yang mewujudkan apa yang saya mau. Misalnya saya mau bentuknya seperti ini. Terus tim menjalankan apa yang saya mau. Setelah itu kita presentasi desain ke pimpinan rektorat dan BPH. Mereka melakukan review. Banyak hal yang di-review. Kemudian kita perbaiki untuk menjadi basic design.”

“Awalnya ada berapa desain?”

“Berapa ya? Awalnya yang dipresentasikan 3 schematic design. Setelah itu dipilih desain nomor 3. Konsep awal itu kita presentasikan untuk mendapat masukan lagi. Kita perbaiki untuk menjadi satu basic design. Kemudian kita presentasikan lagi dapat masukan lagi. Selanjutnya masuk jadi design development. Banyak prosesnya. Begitu sudah di-ACC, kita
lari kencang merancangnya. Ketika mengerjakan basic design baru saya dan beberapa orang saja yang bekerja. Begitu sudah deal tim ini membengkak, kerja keras memproduksi begitu banyak gambar. Ada sekitar 35 orang yang terlibat.”

“Setelah selesai mendesain, apa yang dilakukan ?”

“Kita melakukan laporan akhir. Urusan design sudah selesai, ya sudah. akhirnya dipersiapkan calon rekanan. Selesai desain ini termasuk juga anggaran biaya. Kita yang membuat anggaran biayanya.”

“Anda bikin almari dibikin anggarannya berapa. Anda bikin rumah dihitung anggaran biayanya. Bisa ngga di kantong tuh.”

“Ide desain dari mana?”

“Ide desain ini terkait banyak keilmuan, multi disiplin ilmu. Banyak sekali hal yang dipertimbangkan. Kami tidak melihat, tidak meniru desain manapun. Konsep dasarnya sederhana saja, form follows function. Artinya, bentuk itu mengikuti fungsi. Fungsi di dalamnya kan jelas untuk kegiatan convention. Kami create 5 tagline yang isinya ada lima kata untuk menggambarkan fungsi gedung itu; Convention, Celebration, Exhibition, Art Space dan Sport hallConvention itu pertemuan. Celebration itu terkait perayaan. Anda punya hajat di situ entah pernikahan, temu kader, seminar, atau temu capres. Exhibiton itu pameran. Jadi saya harus menghadirkan ruang pameran yang sangat luas dengan skala nasional internasional. Hitungannya sudah belasan ribu meter persegi luasannya. Art space. Saya memunculkan satu space untuk kegiatan budaya. Ini tidak lepas dari wilayah Solo yang kental dengan kekayaan seni budaya. Jadi gedung ini bisa digunakan untuk kegiatan seni budaya termasuk kegiatan seni budaya civitas akademika UMS yang harus tetap diwadahi. Terakhir Sport hall. Kita butuh arena untuk kegiatan olahraga. Kalau orang bilang ini kaya stadion X ini hanya 1 bagian saja, hanya seperlima saja dari gedung ini untuk sport hall. Fungsi-fungsi ini harus diwadahi. Dari situlah bisa menghasilkan bentuk yang oval tidak persegi tidak.”

BACA JUGA :  Menakar Kepedulian Muhammadiyah Terhadap Seni dan Budaya (Refleksi Sillaturrahmi LSBO PP Muhammadiyah di Kendal)

“Bicara standar pembangunan gedungnya sekarang. Standar kenyamanannya
seperti apa nantinya?”

“Terkait kenyamanan, kenyamanan gedung itu termasuk kenyamanan visual di mana saya harus memastikan penonton itu bisa duduk dengan nyaman, bisa melihat panggung dengan nyaman. Ada kenyamanan audial yang terkait dengan suara. Saya harus memastikan ruangan nyaman secara akustik. Di pakai konser musik ya enak, untuk gedung pengajian enak, untuk pernikahan ya nyaman.”

“Standard keamanannya?”

“Saya harus bisa memastikan bahwa bangunan ini kokoh karena dipakai ribuan orang. Tim struktur kami sudah saya wanti-wanti untuk merancang gedung ini kuat menahan beban yang muncul termasuk yang tidak kita inginkan misalnya gempa,dll. Keamanan lain misalnya terjadi bahaya tertentu seperti kebakaran. Kita harus memastikan gedung ini memiliki satu sistem perlindungan bahaya kebakaran, fire protection system. Kalau ada potensi kebakaran itu bagaimana mengantisipasinya. Sampai pada saat terjadi kebakaran pun kita bisa mengevakuasi dengan cepat dan aman.”

“Kalau ada VVIP yang tiba-tiba harus mengalami masalah?”

“Jadi kami sudah punya space VVIP, ruangan khusus VVIP, kita akan tempatkan khusus, punya jalur khusus juga. Bahkan untuk misalnya VVIP itu akan menjadi pembicara, kita punya akses khusus, punya lobi khusus. Masuknya pun tidak bersama dengan yang lain”

“Liftnya diatur bagaimana?”

“Untuk barang dan orang beda lift. Kita sudah rancang lift yang berbeda peruntukannya.”

“Gedung Edutorium dibangun berapa tingkat?”

“Pak Rektor menyebut ada 3 tingkat. Pak Rektor bilang 3 lantai itu karena memang ada 3 lantai yang sudah ada peruntukannya masing-masing. Kalau saya sebut ada 4 lantai termasuk lantai dasar atau floor ground yang dipakai untuk parkir.”

“Akses masuk dan akses keluarnya seperti apa?”

“Akses utama tetap dari Jalan raya Adi Sucipto. Kami akan membangun jalur baru. Saat ini mulai dibuka lahan jalur baru untuk akses masuk. Lalu ada akses cadangan namanya secondary entrance yaitu dari arah barat. Saat ini sudah ada gate dari barat. Nah itu kita pertahankan. Terus ada satu akses lagi yang emergency atau service entrance yang dibuka saat kondisi khusus, emergency, kepentingan service. Misalnya dipakai hajatan pernikahan, mobil box catering tidak masuk dari depan tapi dari belakang”

BACA JUGA :  Jangan Sekali-kali Manfaatkan Organisasi Untuk Kepentingan Politik Praktis

“Termasuk keamanan VVIP?”

“Kami tetap pertimbangkan jalur khusus yang nantinya bisa juga untuk VVIP.”

“Apa yang harus ditekankan terhadap rekanan yang membangun Edutorium UMS?”

“Ya jadi kita menilai secara komprehensif. Pertama, aspek penawaran biaya. Kedua soal kemampuan membangun yang memadai dari rekanan, termasuk juga dalam menyelesaikan gedung dalam waktu singkat karena kita waktunya sangat terbatas. Saya maunya 11 bulan selesai. Jadi akhir Februari harus selesai. Karena gedung harus di uji coba untuk kegiatan Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang digelar pada Juli-Agustus 2020. Jadi perlu ada persiapan dan macam-macam.”

“Ini menjadi proyek yang sangat besar sehingga perlu diawasi?”

“Betul. Butuh perhatian sangat besar, sangat serius. Harus di awal. Yang sebenarnya tahu betul rancangan gedung ini kami. Pimpinan meminta kami mengawal, ya kami tinggal ‘siap ndan’.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here