Kendal Dapat Prioritas Pemutaran Film Jejak Langkah 2 Ulama

0
8 views

KENDALMU.COM | KENDAL. Bisa jadi pembaca dibuat penasaran, seperti apa film Jejak Langkah Dua Ulama (JL2U). Sepintas orang berpendapat dan dibenarkan, bahwa film tersebut adalah film sejarah tentang dua tokoh pendiri Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari ini. Bagi warga Muhammadiyah dan NU kehadiran film JL2U sangat diharapkan untuk ditonton bersama.

Disebutkan bahwa film tersebut hasil kolaborasi unsur Muhammadiyah melalui Mixpro, milik Lembaga Seni Budata dan Olahraga (LSBO)  dengan NU yang diwakili Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur (Jatim).

Mengutip laman menara62.com. Film JL2U memiliki misi utama, yakni meluruskan posisi KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari yang selama ini dibelokkan, seolah-olah keduanya berseberangan dan berbenturan.

Kyai Ahmad Dahlan mendirikan gerakan Muhammadiyah pada 1912. Pada 14 tahun kemudian, Kiai Hasyim mendirikan NU (1926). Salah satu poin utama hadirnya film Jejak Langkah 2 Ulama adalah memperkuat persamaan keduanya yang pernah mengangsu ilmu kepada Kiai Shaleh Darat, di Semarang, Jawa Tengah.

“Itulah kita cari persamaan KH M Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan, biar bisa jadi contoh,“ ujar Wakil Pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz.

KH. Salahudin Wahid ( Gus Solah ) dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haidar Nasir, M.Si saat konferensi pers.

Saat nyantri kepada Kiai Sholeh, Ahmad Dahlan masih berusia 16 tahun, sementara Hasyim Asy’ari 14 tahun. Dari mata air pengetahuan yang sama, dua pemuda yang terkenal cerdas itu menyerap pelajaran ilmu fiqih, tasawuf, dan berbagai macam ilmu agama lainnya.

Padahal perbedaan amaliyah pengikut Muhammadiyah dan NU yang terus dibesar besarkan itu sebenarnya bersifat furukiyah (hal kecil).

“Ini untuk syiar kita, barangkali selama ini syiar-syiar datang dari mereka. Kita coba untuk menghadirkan kembali bagaimana kehidupan ulama zaman dahulu itu banyak yang dibelokkan kita coba luruskan,“ terang Abdul Hakim yang akrab dipanggil Gus Kikin.

BACA JUGA :  Sarasehan Hari Pahlawan, Pemkab Kendal Ganti Jalan Pahlawan Menjadi Jalan KH. Ahmad Rifa’i

Terkait dengan rencana pemutaran film JL2U di Kendal, pihak Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kendal telah melakukan komunikasi dengan pihak LSBO PP Muhammadiyah agar film tersebut dapat segera diputar di Kendal.

“Kendal kami prioritaskan, karena sudah berpengalaman ketika memutar film 9 Putri Sejati” kata anggota LSBO PP Muhammadiyah, Era Sugiarso.

Beliau menjelaskan, film yang disutradarai oleh Sigit Ariansyah tersebut, akan release akhir bulan Januari 2020.

Beliau sangat berharap film JL2U bisa lebih sukses dibanding dengan film-film sebelumnya, maka perlu adanya kerja sama dengan Pimpinan Cabang NU setempat.

“Pihak NU Kendal juga mengajukan ke tim Tebuireng. Jadi nanti kita jadikan satu periode pemutarannya” pinta Era. (kang fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here