Ketua Baznas Kendal : Distribusi dan Publikasi Zakat Perlu Inovasi Baru Supaya Menyentuh Asnaf Tsamaniyah

0
76 views
Ketua Baznas Kab. Kendal Periode 2021 - 2026

KENDALMU.COM | KENDAL. Rencana kerja ke depan yang akan dilaksanakan oleh pimpinan baru Baznas Kendal harus ada hal-hal baru yang disampaikan kepada umat, agar keberadaab Baznas Kendal betul-betul dirasakan. Zakat dari Baznas harus menyentuh sampai ke asnaf tsamaniyah, yaitu masyarakat bawa. Itu target kita. Dalam proses pendistribusian berdasarkan data valit yang dioptimalkan.

Demikian kata awal Ketua Baznas Kabupaten Kendal, Syamsul Huda ketika ditemui kontributor kendalmu.com Selasa siang (23/11) di ruang kerjanya.

Sebagai pimpinan Baznas pada periode ini, Syamsul bersama 4 Wakil Ketua, pertama melakukan evaluasi terhadap kinerja yang sudah dilakukan oleh pimpinan lama.

“Dan Alhamdulillah kemarin sudah selesai, sehingga ke depan kita bisa menentukan beberapa opsi yang tidak keluar dari reel yang sudah ada” katanya.

Pada periode 5 tahun ke depan, kata dia, Baznas Kendal akan melakukan inovasi baru di sektor distribusi zakat yang dikembangkan ke sasaran yang lebih tepat.

“Supaya distribusi zakat menyentuh dan dirasakan oleh asnaf tsamaniyah, dilakukan sistem digitalisasi berdasarkan data valid yang kita miliki. Begitu juga publikasi zakat, tidak cukup melalui website, podcast, dan video, tetapi lebih dari itu. Sasaran kita adalah muzakki dan mustakhiq, keduanya harus balance” terang Syamsul.

Menurutnya, setiap harakah, gerakan yang dilakukan oleh Baznas Kendal kepada muzakki kita sampaikan kepada mustakhiq sehingga keduanya saling mengetahui melalui inovasi baru tersebut.

“Muzakki mengetahui kalau zakatnya dirasakan oleh masyarakat bawah, dan sebaliknya masyarakat merasakan zakat dari Baznas” ujarnya.

Baznas Kendal ke depan dalam mendistribusikan zakat tetap melalui UPZ, berdasarkan data valid sebagai kinerja Baznas.

Terkait tentang pengumpulan zakat dari para muzakki yang berstatus ASN harus berusaha dioptimalkan, dengan prinsip pelayanan melalui aplikasi inovasi baru.

BACA JUGA :  Siapkan Kader Militan, PCPM Rowosari Gelar DIKLATSAR KOKAM

“Melalui aplikasi yang kita bangun sebagai wujud layanan Baznas Kendal kepada seluruh muzakki, sehingga merasa dimudahkan dalam berzakat”

“Mulai Januari 2022 kita optimalkan zakat dari gaji dan semua Tambahan Tunjangan Pegawai (TPP) ASN supaya ada penambahan pendapatan Baznas Kendal, tentu melalui surat Bupati” harapnya.

Untuk diketahui, zakat dari muzakki berstatus ASN di Kendal mencapai 850 juta per bulan. Besaran tersebut ternyata belum 100% para ASN membayar zakatnya, dan ke depan Baznas Kendal bertekad tidak hanya meningkatkan jumlah muzakki berstatus ASN, akan menyasar juga ke BUMN, BMUD, dan Perusahaan Swasta milik Pemkab Kendal.

Syamsul Huda berharap kenaikan pengumpulan zakat di Baznas Kendal ke depan bisa naik 4,5% dari seluruh ASN sehingga per tahun bisa terkumpul 13 milyar.

“Kami akan lebih sungguh-sungguh dalam melakukan sosialisasi zakat kepada ASN yang belum faham dan sadar zakat”

Ketika disinggung tentang lembaga zakat d luar Baznas, orang nomor satu di Baznas tersebut mengaku tidak masalah, pasalnya semua lembaga zakat punya visi dan misinya sama, yaitu mensejahterakan masyarakat yang tidak mampu dan asnafnya sama.

“Zakat itu kewajiban bagi seorang muslim yang mampu untuk mensejahterakan orang lain yang tidak mampu. Kita yang mampu menolong yang tidak mampu” kata Syamsul.

Berdirinya Baznas, lanjutnya, berafiliasi ke pemerintah yang harus merangkul semua lembaga-lembaga zakat yang sudah ada.

“Lembaga-lembaga zakat yang ada secara administrasi ada di Baznas, sedangkan uangnya ada di masing-masing lembaga zakat” ujarnya.

Yang bisa menjadi persoalan antara pajak dan zakat, meskipun tujuannya sama, mensejahterakan rakyat, tapi dasar hukumnya berbeda.

“Pajak berdasarkan undang-undang, dan zakat bersumber hukup pada Al qur’an dan Assunah” pungkas Syamsul. (fur)

BACA JUGA :  [KABAR MUKTAMAR] Arah Menuju Tempat Muktamar ke 48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (Dengan Bus)