Home Berita Ketua FKUB Kab. Kendal Tidak Ingin Agama Ditarik-tarik Dalam Kepentingan Politik

Ketua FKUB Kab. Kendal Tidak Ingin Agama Ditarik-tarik Dalam Kepentingan Politik

0
21 views
JANGAN TARIK. Ketua FKUB Kab. Kendal, KH Ubaidillah, tidak ingin agama ditarik-tarik dalam kepentingan politik. (foto dok fur)

KENDALMU.COM | WELERI. Sillaturrahim tokoh masyarakat lintas agama dan pemuda lintas agama diselenggarakan untuk menciptakan dan meningkatkan kerukunan ummat beragama, baik yang di agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, dan Khonghucu. Tua maupun muda kita gandeng lintas agama, sehingga di tengah-tengah pandemi Covid-19 seluruh ummat beragama mengikuti protokol kesehatan agar penyebaran Covid ini segera hilang di tengah-tengah kita. Tentunya entry pointnya di tengah pandemi yang menyulitkan kita, nanti pada 9 Desember adalah pelaksanaan Pilkada. Harapan kami, Pilkada tetap kita harapkan kepada seluruh tokoh lintas agama agar sebisa mungkin berjalan damai, lancar, serta kondusif. Kerukunan diantara kita benar-benar terjalin dengan baik. Kenapa demikian, masalahnya kami tidak ingin, tentu semua tokoh lintas agama tidak berharap, agama ditarik-tarik dalam kepentingan politik.

Demikian kata Ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Kab. Kendal, KH. Ubaidillah dalam acara sillaturrahim tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, dan pemuda lintas agama, pada Sabtu (21/11) di SMK Muhammadiyah 3 Weleri. ”

Dalam sillaturrahmi lintas agama ini, menurut beliau, semata-mata bertujuan untuk menjalin kerukunan , sehingga Kendal Beribadat benar-benar tercapai dengan baik. Harapannya sebisa mungkin memilih sosok pemimpin yang bisa mensejahterakan masyarakat Kendal, menjalankan visi dan misinya.

Sementara itu Kapolres Kendal yang diwakili oleh Kapolsek Weleri, AKP Miyardi, SH, menyampaikan, perjalanan bangsa Indonesia saat ini agak berat.

“Tantangan semakin berat ditambah dengan kondisi pandemi Covid yang kita tidak tahu sampai kapan akan berakhir, juga isu-isu agama yang digunakan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa” ungkapnya.

Menurut beliau, seluruh elemen masyarakat, mulai dari kegiatan sekolah, budaya, ekonomi, semua terpengaruh pandemi Covid-19.

SILLATURRAHMI. Jajaran tokoh lintas agama yang tergabung dalam sillaturrahim. (foto dok fur)

Melalui forum sillaturrahmi, Kepolisian berharap kepada seluruh tokoh agama yang tentu memiliki pengikut, supaya bisa menjadi teladan dan bertanggung jawab.

BACA JUGA :  Patuhi Protokol Kesehatan, MPK PDM Kendal Gelar UKA, Diikuti 110 Peserta

Dikatakan, dalam rangka menghadapi Covid-19, pemerintah sekarang sudah berusaha dengan segala upaya  memberi bantuan kepada masyarakat di bidang ekonomi, sosial.

Sedangkan di internal kepolisian, menurut beliau, terdapat kampung siaga, pesantren siaga, sehingga di Kab. Kendal dengan sinergitas bersama secara umum masih bisa terkendali.

Melalui forum ini Kepolisian dan Tentara mengajak kepada tokoh lintas agama menanamkan kasih sayang.

“Mari kita gunakan kekuatan kita di agama masing-masing, karena agama apapun tidak memerintahkan membenci orang. Gunakan agama untuk kasih sayang” pintanya.

Kepolisian dan Tentara juga meminta agar semua menjaga lingkungan, organisasi, dan keluarga terkait kondisi Covid-19.

Sedangkan Dandim 0715/ Kendal yang diwakili oleh Kasdim, Mayor Inf Sukamto, mengibaratkan, umat beragama itu seperti gamelan.

“Ada gong yang digantung, kendang kulit ujung sama ujung ditempelengi, bonang, tidur, tengkurep dipukuli terus, ada gender, dipukul dipegang-pukul pegang, dan masih macam-macam jenis gamelan” katanya.

Menurut beliau, mereka mempunyai bentuk dan bunyi yang tidak sama. Sama halnya dengan agama.

“Agama Islam tentu tidak sama dengan agama Kristen. Hindu juga berbeda dengan Budha, tapi pada dasarnya semua tujuannya sama. Begitu juga gamelan, meskipun mereka berbeda beda suara dan bentuknya, tetapi tujuan sama, supaya bisa menciptakan harmoni, syimponi indah jika terdengar” ungkapnya.

Dimasa pandemi ini, beliau meminta kepada para tokoh lintas agama untuk mewujudkan toleransi.

“Sesama ummat beragama bertoleransi di era pandemi adalah dengan cara memakai masker” katanya.

Terkait dengan Pilkada di Kendal, beliau, berharap, terpilihnya pemimpin yang bisa menjadikan Kendal Beribadat.

“Pilihlah sesuai dengan hati nurani, sekiranya bisa memajukan Kendal, karena potensinya banyak sekali dan bisa dikembangkan untuk mensejahterakan masyarakat Kendal”

BACA JUGA :  SMP Muhi Weleri Gelar Pelatihan Sekolah Aman Bencana

Kegiatan dihadiri oleh 80 tokoh lintas agama dan pemuda lintas agama. Hadir juga Kepala Kesbangpol Kendal, Marwoto, yang menilai eksistensi FKUB Kab. Kendal tekah menunjukkan peran yang luar biasa.

“Kondusifitas sangat mendasar, fundamental. Pembangunan dapat berjalan apabila kondusifitas tercipta dengan aman, maka peran FKUB sangat strategis” pungkasnya. (fur)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here