Ketua Majelis Dikdasmen PCM Ringinarum; Guru Muhammadiyah Berperan Ganda, Apa Itu ?

0
96 views
PERAN GANDA.Ketua Majelis Dikdasmen PCM Ringinarum, Katsir Santoso Widodo (paling kanan), mengingatkan, peran ganda guru Muhammadiyah, mendidik membina peserta didik, dan memiliki karakter Al Islam dan Kemuhammadiyahan.(foto dok sir)

KENDALMU.COM | RINGINARUM. Guru yang bertugas di sekolah milik Muhammadiyah memiliki peran ganda, yaitu guru sebagai profesi yang mulia dengan tugas utama membina dan membimbing melalui transformasi nilai-nilai ilmu pengetahuan kepada peserta didik dan guru yang memiliki karakter Al Islam dan KeMuhammadiyahan. Karena mereka bekerja di Muhammadiyah dan digaji oleh persyarikatan, maka harus berjiwa Muhammadiyah,mencerminkan nilai-nilai Kemuhammadiyahan dan berkarakter, serta memiliki ambisi untuk memajukan sector pendidikan di Muhammadiyah meskipun mereka memiliki latar belakang, berbasis bukan Muhammadiyah.

Demikian dikatakan oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ringinarum, Kendal, Katsir Santoso Widodo, dalam acara Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pada Sekolah Muhammadiyah se Cabang Ringinarum Rabu (11/11) di MI Muhammadiyah Caruban.

Dihadapan sekitar limapuluh pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah Muhammadiyah se Kec. Ringinarum, Katsir menyampaikan, ketika seseorang memilih guru Muhammadiyah sebagai profesi, tentu mereka memahami hak dan kewajibannya, dan Muhammadiyah melalui Majelis Dikdasmen juga akan memenuhi hak-hak guru dan tenaga non kependidikan.

“Salah satu kewajiban guru Muhammadiyah adalah memiliki karakter dan ghiroh dalam bekerja. Secara pribadi meningkatkan karir, tetapi secara kolektif terdapat semangat untuk membangun kebersamaan, memajukan sekolah. Jika demikian guru di sekolah Muhammadiyah bukan menjadi guru biasa, tetapi tiang utama di sekolah dan harus menjadi guru yang plus,” tegas Katsir.

Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Katsir yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LPPM) PDM Kendal, berharap, guru dan tenaga administrasi di lingkungan Muhammadiyah memiliki kesadaran dan keikhlasan dalam menjalankan kewajibannya.

“Kewajiban guru Muhammadiyah selain menjalankan tugas mendidik dan membina peserta didik juga ketaatan dalam melaksanakan kewajiban persyarikatan melalui Majelis Dikdasmen” ujarnya.

BACA JUGA :  Siap Menulis Biografi Tokoh Muhammadiyah Kendal, MPI Gelar Rakor

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan Majelis Dikdasmen PDM Kendal, H. Sugiri meminta agar semua guru Muhammadiyah harus tahu tujuan Muhammadiyah, yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi perintah agama Islam dan tidak memecah belah.

MENJUNJUNG TINGGI. Guru Muhammadiyah wajib menjunjung tinggi perintah agama Islam dengan cara menjadi pengajar sebagai ibadah dan tidak memecah belah. ( foto dok sir)

“Salah satu cara menjunjung tinggi agama Islam diantaranya adalah menjadi guru Muhammadiyah yang mulia. Kita mengajar bukan semata-mata ingin mendapat gaji, uang atau maisyah, tetapi bernilai ibadah agar agama Islam terjunjung tinggi” kata Sugiri.

Apabila guru Muhammadiyah dalam melaksanakan tugas diniati sebagai ibadah, menurut beliau, mereka termasuk kelompok umat yang beruntung dan dipuji oleh Allah.

“Guru Muhammadiyah adalah kelompok yang terbaik, karena memerintah kepada kebaikan, mencegah kemungkaran dan bersama-sama dengan seluruh komponen organisasi Islam lain yang tidak saling mentakfirkan sesama orang Islam” ucapnya.

Beliau berharap Al Islam dan Kemuhammadiyahan di setiap lembaga pendidikan Muhammadiyah benar-benar dapat berpengaruh terhadap peserta didik, yaitu hadirnya kader persyarikatan di masa depan.

KESEJAHTERAAN. Guru Muhammadiyah harus sejahtera agar bisa bekerja dengan maksimal dan sepenuh jiwa. (foto dok fur)

Sedangkan Bendahara Majelis Dikdasmen PDM Kendal, H. Moh. Fattah, mengatakan, ciri-ciri guru Muhammadiyah yang berkemajuan adalah sejahtera.

“Kalau guru Muhammadiyah tidak sejahtera, maka mereka tidak akan bisa mengabdi secara maksimal dan dengan sepenuh jiwanya” kata Fattah.

“Nah, tugas utama kepala sekolah itu ya, berupaya mensejahterakan guru. Caranya, jadikan sekolah Muhammadiyah itu banyak muridnya dan lainnya,” pintanya.

Kesejahteran guru dan pegawai di sekolah Muhammadiyah, menurut Fattah tidak diukur dengan banyaknya gaji atau penghasilan yang diterima, tetapi didasarkan pada kepatutan setiap guru.

Beliau menyampaikan tentang infaq atau iuran bagi setiap guru dan pegawai di lingkungan AUM Muhammadiyah.

“Infaq yang berasal dari gaji setiap guru dan pegawai dimaksudkan untuk menunjang kelancaran beberapa kegiatan yang telah direncanakan” ujarnya.

BACA JUGA :  Hadapi Pandemi Covid-19 MPS PCM Rowosari Bagikan Beras Kepada Kaum Dhuafa

Ketentuan dan dasar infaq baik oleh guru, pegawai, dan siswa Muhammadiyah telah diatur sesuai Surat Keputusan dari PDM Kendal. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here