Ketua Majelis Tablgh PCM Gombong : Peradaban Islam Itu Berangkat Dari Rumah

0
17 views
JAMAAH. Anggota jamaah sholat Idul Fitri yang digelar oleh PCM Kota Kendal di Stadion Madya Kendal siap dimulai. (foto dok din)

KENDALMU.COM | KOTA KENDAL. Berbicara mengenai negara itu sangat luas dan sangat kompleks permasalahannya. Untuk itu perlu dipersempit fokus pembicaraan kita yakni pada rumah kita sendiri. Apalagi pada masa pandemi ada hikmah yang bisa kita petik dari anjuran ‘stay at home” artinya di rumah saja. Yakni kita banyak waktu di rumah sehingga bisa lebih perhatian dengan rumah kita. Disinilah bisa dipahami betapa aktual dan strategis  usaha membangun peradaban dari rumah kita masing-masing sehingga menjadi Darut Thayyibah.

Demikian salah satu petikan khutab Idul Fitri 1442 yang disampaikan oleh Ketua Majelis Tablghih Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong, Kebumen pada Kamis pagi (13/5) di Stadion Madya Kendal.

Di awal khutbahnya dia mengatakan salah satu tahapan dalam usaha dakwah adalah terbentuknya negara yang baik.

Bambang Purwanto mengutip pernyataan sejarawan muslim terkenal, Ibnu Khaldun bahwa supaya negara kuat hendaknya memenuhi tiga syarat yaitu solidaritas kebangsaan yang kuat, kuantitas dan kualitas sumberdaya manusia serta rasa optimisme dan kerja keras.

“Ketiga faktor tersebut harus berangkat dari tempat, naungan yang baik, darut thayyibah” kata Bambang.

Tempat yang baik, lanjut dia bermakna rumah kita harus diperjuangkan menjadi tempat pengamalan agama Islam” ujarnya mengutip Al qur’an Surat Ali Imran ayat 102 ‘Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.’

Menurutnya ayat tersebut bisa diambil pelajaran bahwa ada 3 hal yang harus ada untuk menjadikan rumah kita menjadi Darut Thayyibah yakni iman, takwa dan hidup Islami.

Dia menjelaskan, tentang iman bagi seorang muslim mempengaruhi jiwanya yang gemetar ketika disebut nama Allah beserta ayat-ayatNya.

BACA JUGA :  Gelar Berniaga Wujud Kreatifitas Guru TK ABA Kendal, Perdana di Cabang Weleri

Orang yang bertaqwa, katanya juga bertawakal kepada Allah, yaitu orang-orang yang melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian dari rizkinya.

Dia juga menjelaskan bahwa rumah yang sudah menjadi darut thayyibah adalah rumah yang di dalamnya berkumpul anggota keluarga yang mentaati Allah dan Rasul-Nya.

“Di dalam darut thayyibah seluruh penghuni rumah melaksanakan adab-adab Islami” tegasnya.

Diterangkan, ciri-ciri darut thayyibah sebagai wujud rumah yang mendapat berkah dari Allah yak ni rumah yang dihiasi dengan membaca Al qur’an, terpanjatnya do’a oleh seluruh anggota keluarga, sebagai tempat mendiriman sholat sunnah, utamanya sholat lain, memuliakan tamu, berbuat baik kepada tetangga dan terdapatnya lingkungan yang baik.

“Dalam memperjuangan rumah sebagai darut thayyibah kita harus optimis bisa terwujud dengan membela agama Allah sebagai upaya menguatkan jati diri” lanjutnya

Di bagian akhir khutbah, Bambang Purwanto mengajak kepada seluruh jamaah sholat Idul Fitri supaya mensukseskan gerakan darut thayyibah menuju baldah thayyibah.

“Dengan selalu menjaga kualitas keimanan dan ketakwaan kita serta selalu berusaha hidup sesuai dengan ajaran Agama Islam. Kiranya Allah berkenan memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita semua untuk menjadikan rumah kita sebagai tempat untuk membangun peradaban Islam. Jika rumah-rumah kaum Muslimin sudah menjadi darut thayyibah maka cita-cita menjadikan negara kita menjadi baldah thayyibah bisa kita wujudkan” tutup dia. (fur)