Ketua PCM Plantungan : Guru Nek Minggu Ojo Turu

0
97 views
PEMBINAAN. Jajaran Majelis Dikdasmen PDM Kendal, PCM Plantungan dan Pageruyung melakukan pembonaan kepada tenaga pendidik dan non kependidikan, ( foto dok sulis )

KENDALMU.COM | PLANTUNGAN. Guru Muhammadiyah itu seorang pendidik yang profesional, pembimbing dan mengevaluasi serta memberi nilai kepada peserta didiknya. Guru Muhammadiyah sangat mulia karena pekerjaannya mencerdaskan anak-anak bangsa, dan guru mestinya selalu beraktifitas dalam bentuk pengajaran dan pelatihan tanpa henti, guru Muhammadiyah nek Minggu Ojo turu (guru Muhammadiyah kalau hari Ahad jangan tidur), tetapi tetap menjalankan dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah.

Demikian kata Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Plantungan, H. Irfan, di hadapan para guru MI Muhammadiyah dan TK ABA se Cabang Plantungan dan Pageruyung yang mengikuti pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan pada Sabtu (14/11) di MI Muhammadiyah Wadas, Plantungan.

Beliau menjelaskan, guru Muhammadiyah berbeda dengan guru-guru yang lain, yaitu memiliki karakter, berkepribadian luhur dan kegiatan-kegiatan yang bersentuhan dengan Muhammadiyah.

“Guru Muhammadiyah, pribadinya, ya Muhammadiyah, jangan yang lain, berpartisipasi aktif dan menjaga nama baik persyarikatan” ujar Irfan.

Dikatakan juga, memahami kondisi Muhammadiyah di Plantungan yang masih sedikit memiliki Amal Usaha Muhammadiyah, mestinya tidak membuat kecil hati warga Muhammadiyah.

“Untuk membesarkan Muhammadiyah di plantungan dibutuhkan kerja keras, dan sungguh-sungguh”  pintanya.

SEKSAMA. Guru dan tenaga non pendidik mengikuti pembinaan dengan seksama, (foto dok sulis)

Beliau berharap pembinaan yang dilakukan ini mampu memberi motivasi kepada seluruh guru Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam rangka pengabdian demi terciptanya peserta didik yang lebih baik di masa depan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudyaan Kab. Kendal, Sutadi, mengingatkan semua kepala sekolah selain melaksanakan tugas memberikan bimbingan, bantuan, pengawasan dan penilaian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan teknis penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pengajaran yang berupa perbaikan program dan kegiatan pendidikan pengajaran untuk dapat menciptakan situasi belajar mengajar.

Sedangkan guru Muhammadiyah juga harus bisa memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu terkait dengan sertifikasi.

BACA JUGA :  Ketua FKUB Kab. Kendal Tidak Ingin Agama Ditarik-tarik Dalam Kepentingan Politik

“Guru Muhammadiyah mestinya memiliki kualifikasi jenjang akademik S1, sudah memiliki NUPTK, sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan” ungkapnya.

Lebih dari itu, lanjutnya, Guru Muhammadiyah harus tau dan memonitoring terhadap informasi seputar dunia pendidikan. Hal tersebut dimaksudkan sebagai upaya agar Muhammadiyah tidak gatek, gagal teknologi.

Beliau berharap, pembinaan yang dilakukan oleh Majelis Dikdasmen mampu meningkatkan kinerja para guru dan tenaga administrasi.

Sedangkan Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kendal, H. Sodik Purwanto, mengingatkan, guru Muhammadiyah memiliki pedoman hidup Islami, yaitu memiliki pola tingkah laku warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan sehari-hari sehingga tercermin kepribadian Islami menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

“Guru Muhammadiyah adalah bagian dari masyarakat yang mengelola amal usaha di bidang pendidikan, maka prilakunya menunjukkan uswatun hasanah” kata Sodik (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here