Ketua PDM Kendal : Janji Allah Kepada Orang Yang Bertaqwa Akan Menemukan Kemudahan

0
13 views
JANJI ALLAH. Ketua PDM Kendal, KH. Ikhsan Intizam, Lc, M.Ag khutbah Idul Fitri 1442 H di lapangan sepakbola Caruban, Ringinarum menyampaikan janji Allah kemudahan bagi orang-orang yang bertaqwa dengan sungguh-sungguh. (foto dok ikhsan)

KENDALMU.COM | RINGINARUM. Janji Allah kepada orang mukmin dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan baik adalah menyematkan kepadanya sebagai orang yang bertaqwa. Dengan ketaqwaan yang konsisten, istiqomah kita akan menemukan dan merasakan kebahagian sebagaimana janji Allah, yaitu akan memberikan kemudahan dalam menghadapi problem, mulai dengan persoalan pandemi Covid-19, ekonomi, pribadi, keluarga dan permasalahan bangsa. Tidak ada solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan kecuali bertaqwa dengan sungguh-sungguh.

Demikian petikan khutbah Idul Fitri 1442 H  yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhannadiyah (PDM) Kendal, KH. Ikhsan Intizam pada Kamis pagi (13/5) di Lapangan Sepak Bola Caruban, Ringinarum.

Dihadapan ratusan anggota jamaah Idul Fitri Ikhsan mengajak agar ummat Islam selalu meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah sebagai penepis rasa takut.

“Syiyamu Ramadhan dengan menahan nafsu, semua amarah, dan bentuk kemaksiatan tetapi Ramadhan dihiasi dengan tadarus Al qur’an, kajian Islam, qiyamul lail, shodaqoh, infaq dan amal kebaikan lainnya sebagai upaya menjadi orang yang muttaqin” katanya.

Ciri-ciri orang yang sungguh-sungguh bertaqwa, kata Ikhsan tidak ada rasa khawatir tentang kapan kematian akan menjemputnya karena mengistiqomahkan ketaqwaan.

Masih tentang taqwa, Ikhsan Intizam yang juga Ketua SIT Muhammadiyah Kendal mengatakan taqwa akan menghadirkan kemaslahatan hidup.

“Taqwa yang istiqomah akan menghadirkan kebaikan-kebaikan untuk kemaslahatan hidup bermasyarakat, yaitu selalu ringan dalam membantu orang lain dalam bentuk menafkahkan sebagian hartanya melalui zakat, infaq dan shadaqah”

Orang yang bertaqwa dengan konsisten, lanjutnya dalam mengeluarkan sebagian harta kekayaannya tidak terpengaruh oleh jumlah rizqi yang dimiliki, kondisi ekonominya, karena merasa yakin bahwa orang yang berzakat, infaq dan shadaqah pelakunya tidak akan miskin.

“Namun faktanya terkadang dalam mengeluarkan zakat, shodaqoh, dan infaq ada godaan dan bisikan dari setan melalui istri, suami, dan anak-anaknya agar tidak mengeluarkan harta untuk kepentingan masyarakat banyak” ujarnya.

BACA JUGA :  IPM SMK Muhpat Sukorejo Gandeng KL Lazismu Bagi Takjil Gratis Selama Bulan Ramadhan
KHUSUK. Anggota jamaah sholat idul fitri khusuk di Caruban mendengarkan khutbah yang disampaikan Ketua PDM Kendal, KH. Ikhsan Intizam, Lc, M.Ag. (foto dok ikhsan)

Ikhsan juga menyampaikan ancaman Allah bagi orang-orang yang tidak membayar zakat sebagaimana tetuang dalam Al qur’an Surat At Taubah ayat 35, ‘(Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”.

Orang yang bertaqa, ujar Ikhsan juga mudah memaafkan orang lain dan tidak ada dendam dalam hidupnya.

“Siapapun yang telah menyakiti hati kita maafkanlah dia. Hati akan menjadi lega dan bahagia, sebaliknya orang yang pendendam hidupnya akan sengsara”

Di hari raya Idul Fitri, pintanya kita tingkatkan sillaturrahmi, saling memaafkan, dan kuatkan ukhuwah Islamiyah dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan.

“Di bulan Ramadhan tahun ini saudara-saudara kita di Palestina sedang mendapat cobaan berat, diserang Israel. Mari kita beri dukungan kepada sauada kita muslim Palestina yang menjaga masjid”

Dibagian akhir khutbah, dia mengingatkan agar puasa Ramadhan satu bulan penuh jangan dirobek-robek dengan tingah laku yang sembrono.

“Cukup rasanya tiga puluh hari puasa menjadikan kita biasa menjalankan kebaikan-kebaikan. Jangan sampai lebaran selesai, ikut lebar semuanya” tegas Ikhsan

“Ibarat seorang yang merajut kain satu demi satu menjadi kain yang utuh dan indah, tetapi setelah itu dia uraikan satu demi satu benangnya sehingga kainnya lebur” tutupnya. (fur)