Ketum PP Muhammadiyah Ajak NU Bergandengan Dengan Muhammadiyah

0
17 views

KENDALMU.COM | YOGYAKARTA. Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof DR. H. Haedar Nashir, M. Si, mengajak kepada Nahdlatul Ulama’ (NU) untuk senantiasa bergandengan dengan Muhammadiyah dalam membangun untuk memajukan bangsa.

Ajakan Haedar itu disampaikan pada peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke 95 yang jatuh pada tanggal 31 Januari 2021 di Yogyakarta. NU dinilai oleh beliau sebagai Ormas Islam yang berkhidmad dalam memajukan bangsa dan merekat ukhuwah.

Dilansir laman republika.co.id, NU telah banyak berperan bersama kekuatan bangsa, khususnya organisasi-organisasi Islasm yang telah lahir lebih dulu sebelum kemerdekaan.

“Peran itu telah dilakukan NU bersama semua kekuatan bangsa, lebih khusus organisasi-organisasi Islam yang telah lahir lebih dulu. Mulai dari Syarikat Islam, Muhamamdiyah, Al Irsyad, Persatuan Islam dan lain-lain” kata Haedar Ahad (31/1) di Yogyakarta.

Ia menekankan, dalam perjalanan yang panjang, bersama Muhammadiyah dan kekuatan nasional lainnya telah berjuang untuk kebangkitan, kemerdekaan dan membangun Indonesia. Termasuk, dalam rentan 95 tahun NU yang telah diakui kehadiranya.

Kehadiran, peran dan kontribusinya untuk merekat Indonesia sebagai negara kesatuan, sekaligus membangun dan memajukan bangsa dan masa depan Indonesia,” katanya.

Haedar berharap, NU bersama Muhammadiyah sebagai dua pilar Islam terbesar di Indonesia dapat terus bergandengan tangan. Merekat kebersamaan dan jadi garda terdepan memajukan umat dan menjayakan bangsa melalui misi rahmatan lil alamin.

NU, lanjut Haedar, dengan perspektif Islam Nusantara telah mengokohkan budaya bangsa dan budaya umat dalam keragaman. Selain itu, Haedar menambahkan, NU telah hadir dengan Islam moderat yang turut membawa kepada kemajuan.

“Karena itu, sinergi antara Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan akan menjadi pilar strategis membangun umat dan bangsa. Insya Allah NU selalu dicintai umat dan bangsa, dan bersama kita semua memajukan Indonesia,” ujar Haedar.

BACA JUGA :  Pemimpin Menjadi Penentu Keberlangsungan di Masa Kritis