Siap Kucurkan Modal Senilai Sepuluh Juta Rupiah, Lazismu Adakan Pelatihan Kewirausahaan

0
1 views
PENCERAHAN. Direktur Program Lazismu Jateng, Ikhwanushoffa (kiri) dan kepala kantor Lazismu daerah Kendal, Hari Sofyan Saputra (tengah) siap menyampaikan pencerahan di acara pelatihan kewirausahaan. (foto dok lazismu)

KENDALMU.COM | SUKOREJO. Lazismu Daerah Kendal merasa terpanggil untuk memberdayakan warga Muhammadiyah di bidang ekonomi sesuai bakat masing-masing, atau mengembangkan usaha-usaha ekonomi milik anggota Muhammadiyah. Keterpanggilan itu diwujudkan dengan menggelar workshop kewirausahaan yang berlangsung Ahad (12/1) di SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo.

Sebanyak 18 peserta perwakilan dari 20 Kantor Layanan (KL) yang ada di daerah Kendal mengikuti kegiatan tersebut sampai tuntas dengan menghadirkan Direktur Program Lazismu Jateng, Ikhwanushoffa. Beliau dalam paparannya, menilai, bahwa kepatuhan umat Islam terhadap zakat masih rendah, padahal zakat adalah penyempurna dari ibadah sholat.

“Rukun Islam artinya ibadah yang harus dikerjakan dan mampu. Jika salah satu rukun Islam tidak dilaksanakan, maka Islamnya bisa batal” kata Ikhwanushoffa.

Terkait dengan pemberdayaan warga Muhammadiyah melalui zakat, beliau menyampaikan, bahwa terdapat beberapa syarat dalam rangka pengentasan ekonomi lemah menuju penguatan ekonomi.

“Mereka yang akan kita berdayakan adalah salah satu dari mustakhiq, dan berkomitmen untuk berzakat” katanya. Dijelaskan, untuk keberlangsungan selama berusaha di bidang ekonomi, menurut ikhwanushoffa harus ada pendampingan.

“Pendampingan sebaiknya diserahkan kepada lembaga lain, seperti Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), dimaksudkan agar usaha ekonomi yang sedang dijalankan tetap berlangsung, juga hak dan kewajibannya terhadap Lazismu dilaksanakan” imbuhnya.

SERIUS. Peserta Pelatihan Kewirausahaan Lazismu Kendal serius mengikuti pelatihan (foto dok lazismu)

Ikhwanushoffa juga menyarankan, agar para calon pengusaha mampu mengidentifikasi kriteria bisnis primadona, yaitu mengetahui karakter bisnis lokal, modal minim dengan hasil mengentaskan ekonomi lemah, dan berprinsip pada low budget high impact, anggaran rendah dampak tinggi.

“Untuk keberlangsungan usaha yang akan dilaksanakan, sebaiknya bantuan modal tidak berujud uang, tetapi barang, berpenghasilan harian, dan fix bisa dihitung” ujarnya.

Sedangkan ketua Lazismu Daerah Kendal, H. Sutiyono, merasa bangga bahwa peserta pelatihan workshop diikuti oleh berusia muda.

BACA JUGA :  Perkuat Fungsi Takmir Masjid, Majelis Tabligh Lakukan Safari Dari Masjid Ke Masjid

“Alhamdulillah pelatihan pemberdayaan oleh Lazismu wilayah dapat kita selenggarakan.Pesertanya muda-muda” kata Sutiyono. Beliau berharap, kegiatan tersebut sebagai awal yang baik untuk berbenah.

Sebelum menutup pelatihan, Sutiyono, menyampaikan beberapa persyaratan lolos proposal dari para peserta yang mewakili cabang atau KL, yaitu, memiliki atau akan mengawali usaha ekonomi, bisnis yang akan dilaksanakan sebisa mungkin bersumber primadona lokal, dan mendapat persetujuan dari PCM setempat.

“InsyaAllah kami siap mengucurkan sepuluh juta rupiah per proposal” pungkasnya. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here