Lazismu Wilayah Gandeng KOKAM Kendal Bagi-bagi Takjil

0
4 views
BERBAGI. Anggota KOKAM berbagi takjil dengan abang becak, dan buruh. (foto dok dyah)

KENDALMU.COM | KENDAL. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Jawa Tengah berkolaborasi dengan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Markas Daerah (Marda) Kendal membagi sebanyak 150 takjil untuk buka puasa, berupa nasi kotak dan air mineral. Kegiatan tersebut berlangsung  pada Ahad sore (17/5), mengambil lokasi di Desa Caruban, Ringiarun, tepatnya jalan Caruban-Gemuh. Adapun sasaran penerima takjil adalah para buruh, abang becak, dan juru parkir yang melintasi jalan tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kendal, H. Luthfi Akhyani, ketua PDPM Kendal periode 2015-2019, pembina KOKAM, H. Akhmad Sulkhan, Komandan KOKAM Marda Kendal, Diyon, sesepuh KOKAM, Sulim, dan jajaran KOKAM se Kab. Kendal.

Ketua PDPM Kendal, H. Luthfi Akhyani, mengingatkan, Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM adalah bagian dari Muhammadiyah.

“Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM adalah bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, maka perannya sejalan dengan persyarikatan, yaitu menyinari negeri tanpa henti” katanya.

Beliau menjelaskan, bahwa KOKAM yang di dalamnya terdapat salah satu unsur dari Pemuda Muhammadiyah selalu siap menjadi harapan masa depan Muhammadiyah.

Sementara itu Komandan KOKAM Marda Kendal, Diyon menilai ,bahwa kegiatan seperti ini penting dan berharap lebih sering di adakan untuk umat.

“Dalam kondisi pandemi Covid 19 masyarakat yang terdampak membutuhkan bantuan, diantaranya takjil untuk buka puasa” kata Diyon.

Beliau berharap kerja sama KOKAM dengan Lazismu dan Bank Mega Syariah yang bernilai ibadah di bulan Ramadhan ini bisa berlanjut.

REHAT. Usai membagi takjil kepada para buruh dan abang becak, jajaran KOKAM Kendal rehat sambil menanti buka puasa (foto dok dyah)

Sedangkan sekretaris Lazismu Jawa Tengah, H. Moechammad Noer Agoes Hidayat, mengatakan, kegiatan bagi-bagi takjil di beberapa daerah, termasuk di Kendal bersifat stimulan.

“Lebih jauh kami sedang mempersiapkan lumbung pangan mandiri bagi warga terdampak Covid-19” kata Agoes ketika dihubungi kendalmu.com Selasa malam (19/5).

BACA JUGA :  Peduli Dhuafa’, SMK Muhammadiyah 2 Boja Bagikan 230 Paket Sembako

Menurut beliau, konsep lumbung pangan dimaksudkan sebagai antisipasi menghadapi Covid-19 minimal untuk tiga bulan ke depan.

“Bentuk lumbung pangan diantaranya adalah membuat miniatur pertanian terpadu yang bisa dibuat di setiap rumah tangga, masjid atau komunitas tertentu” ujarnya.

“Miniatur pertanian terpadu adalah konsep yang layak dikembangkan, yaitu bawahnya kolam ikan, dan atasnya sayuran sebagai demplot” tambah Agoes. Model ketahanan pangan seperti itu, lanjutnya sebagai program nasional yang dilaksanakan oleh seluruh kantor LAZISMU di Indonesia, dan dilaksanakan secara terkordinasi sebagai ikhtiar agar setiap warga mampu menciptakan ketahanan pangan secara mandiri di setiap rumah tangga atau kelompok.

“Program Ketahanan Pangan LAZISMU bersifat multidimensi dan multi stakeholders sebagai perwujudan dari beberapa pilar program, seperti kesehatan, pendidikan, sosial dakwah, kemanusiaan dan lingkungan. Program Ketahanan Pangan LAZISMU merujuk kepada Undangundang UU No. 18/2012 tentang Pangan, yaitu kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan,” bebernya.

Agoes berharap program ketahanan pangan Lazismu  mampu terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat (individu atau keluarga) dan akses terhadap makanan pokok pada masa krisis yang diakibatkan Covid-19.

“Lebih dari itu  juga terbangunnya kemampuan individu atau keluarga atau kelompok untuk memiliki daya beli terhadap makanan pokok melalui kegiatan pemberdayaan secara berkelanjutan, dan terbantunya produsen-produsen bahan atau makanan pokok olahan dari ke‐ lompok masyarakat tertentu, seperti petani, nelayan dan karya rumahan da‐ lam memasarkan hasil produksinya” pungkasnya. (dyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here