LPPM PDM Kendal Gelar Rakor, Putusnya Membentuk Kopontren

0
15 views
PAPARAN. Ketua LPPM PDM Kendal, Katsir Santoso Widodo (paling kiri), Koordinator LPPM PDM Kendal, Ustadz Iskhaq (tengan) dan Ketua PCM Ringinarum (H.Muh Sarwono) memaparkan konsep pendirian Koperasi Pondok Pesantren (KOPOTREN) Muhammadiyah Kendal (foto dok katsir)

KENDALMU.COM | RINGINARUM. Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LPPM PDM) Kendal menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri oleh seluruh mudirul ma’had, direktur pesantren, Muhammadiyah se Kab. Kendal. Kegiatan tersebut berlangsung pada Ahad (18/10) di komplek Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam 4 Ringinarum.

Ketua LPPM PDM Kendal, Katsir Santoso Widodo, mengatakan, pesantren bukan hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi dapat menjadi lembaga sosial dan ekonomi santri serta masyarakat sekitar.

Beliau mengajak kepada seluruh pesantren Muhammadiyah di Kendal mendirikan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren).

“Bagi Pondok Pesantren Muhammadiyah yang sudah ada koperasi maupun belum mempunyai, mari bersinergi untuk membentuk Koperasi Primer yang mewadahi Gerakan Hijrah Belanja” kata Katsir.

Gerakan hijrah belanja, kata Katsir, memiliki visi menjadikan produk asli Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

“Dengan bergabung menjadi bagian dari Komunitas Hijrah Belanja, setiap Kopontren berpeluang untuk mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi dalam visi menjadikan produk Indonesia menjadi tuan di negeri sendiri” jelasnya.

DISKUSI. Seluruh mudirul ma’had Muhammadiyah se Kab.Kendal berdiskusi untuk mendirikan Koperasi Pondok Pesantren (Kopotren) Muhammadiyah. (foto dok katsir)

Sedangkan Koordinator Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah Kendal, Ustadz Iskhaq, menyatakan, sadar atau tidak, produk Indonesia telah tersisihkan oleh produk-produk asing.

“Maka gerakan hijrah belanja lahir atas kegelisahan tersisihnya produk asli Indonesia, dan menjamurnya TokoMart yang menjual produk-produk asing” katanya.

Dampak serius dengan menjamurnya TokoMart, lanjut Iskhaq, warung-warung yang ada disekitar kita tersisih.

Dalam paparannya Ustadz Iskhaq meminta kepada setiap pondok pesantren Muhammadiyah di Kendal mendirikan koperasi sebagai lahan dakwah di bidang ekonomi.

“Gerakan ini berorientasi untuk dakwah, yaitu membeli di warung tetangga, produk UMKM, dari masyarakat, khususnya dari aktifis kader Muhammadiyah” tegas beliau.

Dalam perkembangannya, sampai saat ini Muhammadiyah di Kendal memiliki 7 pondok pesentren, yaitu Darul Arqam 1 Patean, Darul Arqam 2 Boja, Darul Arqam 4 Ringinarum, Darul Arqam 5 Kangkung, Al Manar Kaliwungu, Darul Ulum Sukorejo, dan MBS Weleri.

BACA JUGA :  Merespon Tragedi Susur Sungai, Utomo Minta Kepada HW Mengedepankan Keselamatan dan Profesional Dalam Setiap Kegiatan

Dari ke tujuh pondok pesantren Muhammadiyah, terdapat dua koperasi yang telah berdiri, yaitu koperasi Jihad Patean, dan Koperasi Sabilillah Ringinarum. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here