Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Kendal Siap Berwirausaha

0
1 views
WIRAUSAHA. Abi Daulah Haque, owner Bourjuis Caffe mengisi DAD IMM STIKES Muhammadiyah Kendal. (foto dok. susilo)

KENDALMU.COM | Kendal. Suatu negara bisa dikatakan maju ketika mempunyai 15% dari jumlah penduduknya berprofesi sebagai pengusaha. Indonesia sendiri hanya 3,1 % dibandingkan dengan negara tetangga kita yaitu Malaysia 5% dan Singapura 7,4 %. Maka perlu sekali meningkatkan jumlah pengusaha yang ada di Indonesia. Dibeberapa tempat pun sering kita temui banyaknya pelatihan/seminar kelas seperti motivasi bisnis, membangun start up, digital marketing, hingga pelatihan membuat brand dan produk.

Dalam program DAD (Darul Arqom Dasar) IMM Stikes Kendal 2019, salah satu materi yang diangkat yaitu tentang kewirausahaan dengan pemateri Abi Daulah Haque (Owner Bourjuis Cafe dan CEO Ganefo Agritama). Dalam diskusinya dia mengemukakan ada banyak sekali anak muda yang mau menjadi pengusaha. Tetapi, mereka masih banyak takut gagal serta tidak punya background keluarga pengusaha. “Bagi saya, mau dia berlatar belakang apapun ketika ada niat dan optimisme untuk membangun usaha itu hak semua orang.” Ujar pemuda 23 tahun itu yang juga Wakil Sekretaris di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kendal

Dia juga menuturkan pengalamannya membangun usaha coffeeshopnya (Bourjuis Cafe) yaitu pertama meyakinkan diri sendiri, kedua menyiapkan model konsep bisnis yang akan dijalani, ketiga menyiapkan visi misi yang jelas, keempat bisa mengorganisir diri untuk membagi waktu terutama antara kuliah dan usaha, menyiapkan kemungkinan terburuk, kelima jangan cepat puas dengan proses, kemudian setelah berusaha lewat proses kita ikhtiar lewat doa dan evaluasi setiap progress kita. Jadi harus kerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas.

Beberapa peserta DAD juga antusias serta memaparkan keinginan usaha mereka, ada yang ingin buka kuliner spicy wings dan khatering sehat kemudian fashion butik dan usaha online seperti skincare. Semangat dan potensi entrepreneur kader IMM ini harus kita gali.

BACA JUGA :  Kembali, KOKAM Kendal Gelontorkan Air Bersih Ke Warga

Apalagi Kendal akan muncul sektor khusus Kawasan Ekonomi Kendal (KEK). “Sebagai tuan rumah jangan hanya jadi penonton, tapi kita juga bermain disitu.”

ujar alumni DAD IMM Komisariat Soedirman 2016 itu.

Dalam bisnis ini harus didasari dengan konsep yang dibuat seperti sasaran mereka (analisa pasar), budget, serta membuat brand. Bisnis itu tidak hanya berteori tapi juga eksekusi, tanpa eksekusi hanya akan jadi angan-angan. Setelah bisnis jalan, kita juga harus mampu mempertahankan bisnis itu “Inovasi produk, Digital marketing seperti facebook, instagram, website (memunculkan brand), serta membuat loyal konsumen itu beberapa kunci untuk mempertahankan bisnis. ” pungkasnya

Jadi jangan takut gagal dalam berbisnis, mumpung masih muda habiskanlah masa gagal diwaktu masih muda, carilah relasi, jaringan sebanyak mungkin, haus akan ilmu pengetahuan terutama belajar banyak dari kegagalan orang lain. “Beberapa orang yang mempunyai banyak usaha, saya temui mereka juga tidak semua usahanya berhasil, ada yang punya 50 perusahaan tapi dia pernah gagal/bangkrut 5 perusahaan. ” imbuhnya

Menjadi pengusaha juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, sumberdaya manusia, menciptakan lapangan kerja disekitar atau lingkungan, serta bisa menjadi jihad ekonomi mengatasi kemiskinan dan keterbelakangan. Bangsa ini mempunyai banyak anak muda, ditambah dengan akan adanya bonus demografi. Become a young entrepreneur! Jadilah pengusaha kemudian kembalilah dan hidup-hidupilah Muhammadiyah. (joe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here