Mbak Dah Pemilik Rizda Snack, Keciputnya Masih Bertahan Meskipun Dihajar Corona

0
50 views
RIZDA SNACK. Nur Wahidah, pemilik home insustri dengan merek Rizda Sneack bersama produk-produknya. (foto dok dah)

KENDALMU.COM | NGAMPEL. Dampak dari pandemi Covid-19 telah memporak porandakan tatanan perekonomin di Indonesia. Bahkan perekonomian dunia nyaris jatuh dalam jurang resesi. Mereka para usahawan lokal yang bergerak di bidang makanan ringan juga menerima imbasnya, mengalami penurunan produksi, dipicu oleh daya beli masyarakat saat ini melemah karena pendapatannya menurun.

Sebut saja Rizda Sneack, sebuah industri rumahan yang memproduksi sejumlah makanan ringan, seperti keciput, kripik pisang manis/gurih, tumpi kacang hijau, peyek kacang tanah, dan kacang asin bawang.

Pemiliknya, Nur Wahidah (52) yang telah merintis usahanya dan berikhtiar selama belasan tahun agar produknya bisa berkembang, dan Rizda Snack dengan 6 varian itu tidak hanya berurusan dengan lidah, memiliki rasa enak, gurih, dan renyah, tetapi sertifikat halal dari Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Jawa Tengah telah diperoleh, termasuk Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dari Dinas Kesehatan Kab. Kendal juga sudah dipegangnya sehingga masyarakat tidak ragu menikmati makanan ringan produk Rizda Sneack.

“Produk unggulan kami adalah keciput. Sebelum Covid mampu memproduksi 20 sampai 35 kg sepekan” kata Mbak Dah, sapaan akrabnya ketika ditemui kendalmu.com pada Ahad (7/2) di rumahnya Desa Kebonagung RT 004 RW 001 Kecamatan Ngampel, Kendal.

Mbak Dah menerangkan, sebelum Covid-19 melanda beliau mengaku hampir tidak ada kesulitan dalam produksi maupun penjualan.

“Bahan-bahan baku, seperti pisang hampir setiap tiga hari sekali belanja habis Rp 800.000;” kenangnya.

“Kebetulan karena saya aktivis di Aisyiyah, sering mengikuti pertemuan dan pengajian di beberapa masjid Muhammadiyah, saya membawa dagangannya untuk dijual” akunya.

“Dalam kegiatan tersebut selain dapat ilmu agama, berorganisasi juga dapat rizki” kenangnya lagi

“Selain itu”, lanjutnya “penjualan melalui titip di beberapa toko, menerima pesanan, dan juga online dengan nomor 085326029088”

BACA JUGA :  Mukamimah ; Dengan Bismillah, Abon Ayamnya Mengalir Berkah

Namun perempuan dengan 2 anak dan 3 cucu itu merasa selama masa pandemi Covid -19 berlangsung harus menerima kenyataan. Salah satu produk andalan, kue keciput dinilai kurang laku dipasaran, daya beli masyarakat turun drastis, termasuk jenis makanan ringan lain yang diproduksi oleh Rizda Sneack juga mengalami nasib sama.

“Produk kami, keciput sedang dihajar habis-habisan  oleh Covid-19. Sepekan hanya mampu memproduksi 5 sampai 10 kg saja. Itupun belum tentu habis terjual” keluh Mbah Dah.

Nur Wahidah, istri dari Suyanto (49) itu berharap pendemi Covid-19 segera berlalu, perekonomian bangkit kembali, dan usaha yang selama ini ditekuni bisa berjalan baik, produksi lancar dan daya beli masyarakat meningkat.

“Kami berharap pihak pemerintah dan lembaga keagamaan, seperti Muhammadiyah terus berikhtiar agar mata rantai penyebaran Covid-19 segera putus. Dengan begitu usaha rumahan seperti yang kami lakukan ini bisa bangkit kembali” tutupnya dengan  (fur)