MCCC Inisiasi Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga

0
23
Koordinator Pelaksana Program, Bachtian Dwi Kurniawan

KENDALMU.COM | YOGYAKARTA. Pandemi Covid-19 yang hingga kini masih terus naik kasusnya di tanah air, dalam jangka panjang dapat menimbulkan kelesuan ekonomi yang berimbas pada ketahanan pangan warga. Bahkan Bank Dunia menyampaikan bahwa dunia mengalami resesi akibat pandemi Covid-19. Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan bagi perekonomian warga.

Demikian kata Koordinator Program Ketahanan Pangan MCCC PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan dalam acara diskusi bertajuk Mengatasi Dampak Ekonomi Di masa Covid-19 Rabu (15/7) di Yogyakarta.

Beliau mengatakan, terdapat beberapa kelompok rentan akibat dari kelesuan ekonomi warga.

“Mereka para korban PHK, yang tidak bekerja, warga yang tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah, tidak menerima bantuan dari instansi/lembaga manapun baik pemerintah maupun swasta, kaum perempuan dengan prioritas mereka yang mempunyai anak kecil, hamil dan menyusui, lansia dan penyandang disabilitas, serta terakhir keluarga yang mempunyai anggota keluarga lebih dari 5 orang,” katanya.

Bachtiar menegaskan, bahwa sasaran utama program ini adalah rumah tangga di kawasan perkotaan 80% dan pedesaan 20% yang meliputi kelompok-kelompok rentan secara ekonomi karena terdampak pandemi Covid-19.

Sebagaimana diketahui, bahwa Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) didukung oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) menginisiasi Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga (Getapak) guna mendukung ketahanan pangan warga yang terdampak Covid-19. Program ini adalah program berbasis masyarakat yang nantinya secara teknis akan dilaksanakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah.

Bahtiar melanjutkan bahwa cakupan area program ini meliputi 15 kabupaten/kota di 4 provinsi di Indonesia, masing-masing kabupaten/kota diambil 5 desa yang masing-masing desa diambil 2 RT (Rukun Tetangga) dengan jumlah total penerima manfaat sebanyak 4.320 rumah tangga. “Adapun kabupaten/kota yang dipilih adalah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Malang, Batu di Jawa Timur. Kemudian Solo, Sragen, Karanganyar di Jawa Tengah, Denpasar, Badung, Karangasem, Gianyar di Bali dan Koa Yogyakarta di DIY,” imbuhnya.

Kegiatan dari program Getapak yang akan berlangsung dari 1 Juli 2020 hingga 31 Maret 2021 ini akan meliputi kegiatan-kegiatan antara lain kaji cepat di komunitas perkotaan dan pedesaan sasaran, mempromosikan pertanian perkotaan kepada komunitas masyarakat perkotaan, pembuatan modul dan video, manajemen informasi dan yang terakhir monitoring serta evaluasi (monev).

Sedangkan Wakil Ketua MCCC PP Muhammadiyah, Rahmawati Husein, mengatakan, bahwa pelayanan rutin yang dilaksanakan oleh MCCC hingga saat ini masih ada 97 Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah yang terlibat aktif dalam penangan pasien Covid-19 di seluruh Indonesia dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif total 744 kasus dengan jumlah yang masih menjalani perawatan 366 orang.

“Muhammadiyah hingga kini sudah menggelontorkan dana total Rp 182.183.057.389 dengan penerima manfaat berjumlah 3.304.287 untuk banyak kegiatan dari penyemprotan disinfektan, pembagian paket sembako yang hingga kini berjumlah 481.458 paket senilai Rp 46.599.487.000” ungkapnya.

Terkait dengan pergerakan kasus Covid-19 di tanah air yang hingga kini terus naik, Rahmawati Husein mengingatkan kepada warga masyarakat bahwa pandemi Covid-19 ini belum berakhir. “Masih terus terjadi tren kenaikan kasus Covid-19 di daerah-daerah seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur maka warga masyarakat diminta untuk terus tidak lelah menerapkan protokol kesehatan terutama di tempat-tempat umum,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here