MDMC Jateng Terjunkan Tim Respon Bencana Gempabumi ke Mamuju, Sulbar

0
39 views
TIM ALFA MDMC Jawa Tengah menerjunkan relawannya dengan nama Tim Alfa menuju Mamuju untuk membantu para korban bencana gempabumi

KENDALMU.COM | SEMARANG. Indonesia kembali diguncang gempabumi. Kali ini gempabumi melanda Provinsi Sulaweai Barat. Gempa pertama terjadi pada Kamis 14 Januari 2021 pukul 13.35 WIB dengan kekuatan M.5,9 pada kedalaman 10 km. Pusat gempa dilaporkan berada di darat 4 km Barat Laut Majene. Gempa yang kedua terjadi pada tanggal 15 Januari 2021 pukul 01.28 WIB dengan kekuatan yang lebih besar terekam M.6,2 pada kedalaman 10 km dengan pusat gempa 6 km Timur Laut Majene.

Menurut BMKG guncangan gempa cukup kuat di daerah sekitar lokasi pusat gempa dan diperkirakan pada skala intensitas V-VI MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa tidak menimbulkan tsunami karena lokasi pusat gempa berada di darat.

Gempabumi telah mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan sarana prasarana. Menurut laporan BNPB per tanggal 15 Januari 2021 pukul 20.00 WIB gempa Sulbar ini mengakibatkan 42 orang meninggal dunia, 189 orang mengalami luka berat dan 637 orang luka ringan. Di Kabupaten Majene dan Mamuju lebih dari 15.000 orang telah mengungsi. Gempa merusak bangunan penting seperti Kantor Gubernur, rumah sakit dan rumah warga. Fasilitas pasokan energi (listrik, telekomunikasi, SPBU, LPG dan SPBE) terdampak dan belum bisa beroperasi.

Mensikapi kejadian tersebut Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Jawa Tengah memutuskan memberangkatkan tim penanganan darurat bencana setelah mendapatkan instruksi dari MDMC PP Muhammadiyah.

Ada 10 relawan Muhammadiyah dengan berbagai kualifikasi dipersiapkan sejak kedatangan mereka di Markas SAR Muhammadiyah di Wonodri Semarang. Selanjutnya selama satu hari pada 16 Januari 2021 seluruh anggota tim mendapatkan pengarahan dari Ketua MDMC Jawa Tengah, Naibul Umam, dan Koordinator Bidang Tanggap Darurat MDMC Jateng.

“Kami berikan arahan sekaligus mempersiapkan segala sesuatunya agar tim Alfa ini dapat menjalankan tugas dengan sebaik baiknya. Sebelum mereka kami terjunkan ke lokasi bencana harus bisa memetakan situasi dan kondisi di lokasi bencana sedetail mungkin. Mereka juga harus bisa mempersiapkan rencana operasi bahkan dalam situasi terburuk sekalipun”, kata Umam pada Ahad (17/1)

BACA JUGA :  Melihat Pelayanan BK SMK Mupat Sukorejo Selama Pandemi Covid-19

Menurutnya, relawannya kita beri nama Tim Alfa MDMC Jateng  dengan tugas utama melakukan operasi pencarian dan pertolongan serta evakuasi warga terdampak.

Ditambahkan, sebelum mereka berangkat telah menjalani pemeriksaan rapid antigen dan hasilnya semua negatif.

“Selain rapid antigen mereka juga telah mendapatkan vaksin tetanus karena jenis tugas mereka yang akan bergelut dengan bangunan roboh dan puing puing akibat gempa. Semua harus kita persiapkan semaksimal mungkin agar tidak berpengaruh buruk bagi kesehatan di kemudian hari”, terang Umam.

Terkait dengan dana yang dibutuhkan, Umam, menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dan kepada Lazismu yang telah memberikan dukungan sepenuhnya sejak mulai persiapan keberangkatan tim ini.

Sementara itu, Chairil Anam, meminta kepada seluruh anggota Tim Alfa MDMC Jateng menegakkan menerapkan protokol kesehatan karena masih dalam situasi pandemi covid-19.

“Kami minta setiap anggota tim membawa perlengkapan tambahan seperti hazmat, faceshield, google, sarung tangan dan handsanitizer. Ini sangat penting karena kami juga harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan tim dalam menjalankan tugas”, pinta Anam yang juga ikut berangkat bersama tim MDMC PP Muhammadiyah dari Yogyakarta.

Sedangkan Ketua PWM Jateng, H. Tafsir, sebelum melepas Tim Alfa, memberi pencerahan, mengingatkan sesuai hadits Nabi, terdapat tiga tanda-tanda kesempurnaan keimanan seseorang.

“Ada tiga tanda-tanda kesempurnaan iman yang pertama kesadaran iman sehingga kita harus sadar diri. Sadar diri karena kita kuat maka menolong yang lemah. Sadar diri karena kita mampu maka membantu yang kekurangan. Yang kedua membangun rasa aman untuk seluruh umat manusia juga untuk seluruh alam. Kehadiran kita di semua tempat di muka bumi harus bisa membuat yang lain merasa aman dan bukan sebaliknya. Yang ketiga tanda-tanda dari kesempurnaan iman adalah menginfaqkan sebagian yang kita miliki untuk membangun kebaikan. Yang kita miliki bisa harta, waktu, tenaga dan pikiran”, beber Tafsir.

BACA JUGA :  Gelar Berniaga Wujud Kreatifitas Guru TK ABA Kendal, Perdana di Cabang Weleri

Beliau berpesan kepada seluruh anggota Tim Alfa selama menjalankan tugas di Mamuju menjaga kesehatan.

“Jaga kesehatan, dan jaga pula ucapan serta tindakan, karena kalian sedang menjalankan tugas-tugas kemanusiaan” katanya.