Melihat Kiprah Tim Kamboja, Relawan Muhammadiyah Kendal Khusus Pemulasaraan Jenazah Covid-19

0
494 views

KENDALMU.COM | KENDAL. Masa pandemi Covid-19 di Kab. Kendal masih berlangsungn dan semakin naik yang ditandai dengan banyaknya Daerah/Kecamatan berzona merah. Akibatnya tidak sedikit yang terpapar Covid-19 sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit atau melakukan isolasi mandiri, bahkan tidak sedikit menemui ajal.

Sekretaris Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kendal, Abdul Malik mengatakan terbentuknya MCCC Kendal atas inisiatif Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PDM Kendal.

“MCCC sebagai badan addhock lintas Majelis/Lembaga yang dibentuk oleh PDM Kendal” kata Malik ketika dihubungi kendalmu.com pada Kamis siang (24/6).

“Dalam perjalanannya MCCC PDM Kendal membentuk Tim Kamboja dengan tugas menyelenggarakan/menangani pemulasaraan jenazah, mulai dari memandikan sampai mengubur” ujarnya.

Malik menjelaskan, selain menjalankan instruksi PWM Jateng, waktu itu kami melihat Tim Emprit yang dibentuk Dinkes Kab. Kendal kewalahan dalam melakukan pemulasaraan jenazah Covid-19, pasalnya korban Covid-19 semakin bertambah sedangkan relawannya terbatas.

Malik menjelaskan, Tim Kamboja yang dibentuk bulan Maret 2020 memiliki 10 personil yang berasal dari relawan Muhammadiyah Kendal.
Mereka bertugas tidak sebatas pada pemulasaraan jenazah Covid-19 saja.

“Konsentrasi kegiatan MCCC yang di dalamnya ada Tim Kamboja Kendal melakukan pendampingan dan pemenuhan kebutuhan logistik bagi warga yang menjalankan isolasi mandiri” jelasnya. ‘ juga penyemprotan disinfektan, dan relawan pemakaman dengan protokol covid-19’ imbuh Malik.

Di awal melaksanakan tugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 kami sempat dijauhi oleh warga.

Para relawan juga sering meninggalkan keluarga dan pekerjaan, karena waktu pemakaman tidak menentu” kenangnya.

Sedangkan Ketua Tim Kamboja, Abdul Rozak membenarkan penuturan Abdul Malik. Apa yang dialami Tim Kamboja terkadang juga terkendala pada transpotasi relawan ketika harus menuju lokasi maupun di pemakaman pada waktu bersamaan.

BACA JUGA :  Ketua STIKES Muhammadiyah Kendal : Jadilah Perawat Profesional Bernilai Plus

“Kami pernah melakukan pemakaman, tetapi di makam hanya disiapkan liang kuburnya saja, para penggali kubur pada kabur semua, termasuk alat-alatnya tidak ada yang ditinggal” kenang Rozak juga.

Karena jenazah harus dikubur para relawan menguburnya dengan menggunakan tangan kosong.
Rozak mengatakan, terhitung bulan Januari sampai Mei 2021 jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan oleh Tim Kamboja sebanyak lebih dari 229 jenazah.

“Tentu dalam pelaksanaan pemulasaraan jenazah sesuai dengan SOP yang dikeluarkan oleh pihak berwenang dan surat edaran PP Muhammadiyah Nomor 02/Edr/I.0/E/202 tentang Tuntunan Ibadah dalam Kondisi Darurat Covid 19” kata Rozak.

Ditambahkan, SOP yang kami lakukan setelah melaksanakan pemakaman adalah seluruh tim sebelum melepas hazmat kita semprot disinfektan terlebih dahulu, cuci tangan/memakai handsanitazer kemudian mandi, bahkan armada yang kita gunakan juga kita semprot desinfektan.

Jajaran MCCC Kendal mengimbah kepada masyarakat umum dan warga Muhammadiyah tetap mentaati beberapa surat edaran PP Muhammadiyah dan MCCC Pusat.

“Menerapkan 6 M, meggunakan masker,mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menghindari kerumunan dan menghindari makan bersama” pungkasnya. (fur)