Mengapa di Kendal masih menerapkan BJJ ? Inilah Jawaban Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

0
12 views
PRINSIP. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, bahwa prinsip dasar BJJ adalah kesehatan dan keselamatan jiwa. (foto dok gofur)

KENDALMU.COM | KOTA KENDAL. Salah satu dampak serius yang dialami oleh dunia pendidikan selama pandemi Corona virus disease (Covid) 2019 adalah banyak sekolah dan perguruan tinggi ditutup, tidak menjalankan proses pembelajaran dengan tatap muka, termasuk sekolah dan perguruan tinggi di Kendal.

Dan berdasarkan keterangan Satuan Tugas (satgas) Covid19 terdapat 2 Kabupaten di Jawa Tengah yang masuk dalam zona merah, yaitu Kendal dan Kudus.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kendal,  Wahyu Yusuf Akhmadi di hadapan para kepala SD/MI, SLTP/A Muhammadiyah se Kab. Kendal dalam acara pelatihan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB)  Selass  (1/9).

Pernyataan Wahyu tersebut sebagai jawaban dari Sekretaris Majelis Dikdasmen, H. Inu Indarto tentang kegiatan pembelajaran jarak jauh yang masih diberlakukan di Kab. Kendal

Wahyu menjelaskan, bahwa hubungan interaksi dan mobilitas masyarakat di Kendal selama pandemi Covid19 masih cukup tinggi yang beresiko pada meningkatnya jumlah pasien terkena virus vorona.

“Maka sesuai dengan SKB empat menteri, yaitu Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri bagi daerah, termasuk Kab. Kendal yang masuk zona merah tidak diperkenan melaksanakan pembelajaran tatap muka” katanya. Adapun daerah zona hijau dan kuning, lanjutnya, KBM bisa dengan tatap muka.

Kebijakan BJJ di Kendal menurut Wahyu juga didasarkan pada putusan rapat koordinasi dengan SKPD terkait, antara lain Gugus Tugas, Dinas Kesehatan, Komite Sekolah dan pihak lembaga pendidikan swasta, termasuk Dikdasmen Muhammadiyah Kendal.

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kendal memahami keinginan dari para orang tua  siswa melalui para guru agar KBM dilakukan dengan tatap muka.

“Kami pernah menerima desakan dari orang tua melalui para guru agar pembelajaran dilakukan dengan tatap muka” akunya, kemudian, lanjut Wahyu, dilakukan survey dan ternyata memang jawaban sejumlah 74% orang tua menginginkan tatap muka.

BACA JUGA :  Digigit Ular, Guru TK ABA Terima Bantuan Lazismu dan IGABA Kendal

Beliau menegaskan, bahwa pemerintah memiliki prinsip dasar pembelajaran jarak jauh selama pandemic Covid-19, yaitu kesehatan dan keselamatan jiwa.

“Kesehatan dan keselamatan adalah hal yang terpenting. Protokol kesehatan harus dipatuhi” ujarnya. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here