Menggagas Media Muhammadiyah Sebagai Arus Utama Berkemajuan (Sarasehan dan Rakerwil MPI PWM Jateng)

0
0 views
PEMBUKAAN. Dari kanan ada Wakil Rektor UMP, Ketua PWM Jateng, dan Ketua MPI PWM Jateng. (foto dok. samsul)

KENDALMU.COM | PURWOKERTO. Muhammadiyah melalui Majelis Pustaka dan Informasi PWM Jateng memiliki kemauan kuat untuk mendirikan sebuah media sebagai arus utama dalam memajukan Muhammadiyah. Hal tersebut terungkap dalam acara sarasehan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Majelis Pustakan (MPI) PW Muhammadiyah Jawa Tengah pada Sabtu (21/12) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Ketua MPI PWM Jawa Tengah, Teguh Hadi Prayitno mengatakan, sampai saat ini Muhammadiyah belum memiliki media online sebagai arus utama Muhammadiyah berkemajuan.

“Kenapa PP Muhammadiyah belum sanggup mendirikan media arus utama, problemnya apa, dan apa syarat utamanya ?” tanya Teguh.

Teguh berharap melalui sarasehan yang menghadirkan beberapa tokoh media, seperti Hendry Chairudin Bangun (Dewan Pers), Imam Prihadiyoko (pemimpin redaksi menara62.com), ketua MPI PP Muhammadiyah, Muchlas, kita mendapat gambaran dan wawasan tentang pentingnya media Muhammadiyah sebagai arus utama Muhammadiyah.

“Dari hasil sarasehan tersebut kita bahas bersama dalam Rakerwil besok pagi” katanya.
Teguh berharap, dari hasil Rakerwil besok itu akan ada kesimpulan dan muncul beberapa rekomendasi terkait dengan media arus utama Muhammadiyah berkemajuan.

“Apakah kita akan membuat rekomendasi, mendesak kepada PP Muhammadiyah untuk mendirikan media arus utama, atau justru itu kita ambil alih sendiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah” kata Teguh disambul aplaus peserta.

“Saya sangat optimis kalau kita mampu, karena pengurus MPI PWM Jateng yang awalnya ditunjuk oleh pak Tafsir, kami tidak punya apa-apa, stample saja nggak punya, tetapi sekarang kami difasilitasi oleh beliau” ungkapnya.

Beliau juga berharap media arus utama Muhammadiyah berkemajuan nantinya telah diverifikasi oleh dewan pers dan memberi manfaat dan berfungsi sesuai dengan undang-undang pers, yaitu sebaga informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial, dan lembaga ekonomi.

BACA JUGA :  Lazismu Wilayah Gandeng KOKAM Kendal Bagi-bagi Takjil

Di bagian akhir Teguh mengungkapkan jumlah angota Muhammadiyah yang luar biasa banyaknya, apabila kita memiliki media arus utama, dan itu sebagai pembaca yang gratis.

“Hal itu akan menjadi porto folio dan mendapatkan iklan. Yang namanya google dengan pembaca tertentu itu akan memberi iklan yang besar. Apabila Muhammadiyah memiliki media mainstream, maka sah untuk mendapatkan iklan dari pemerintah” pungkasnya. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here