Mengintip Simulasi PTM Terbatas di SMK Muhi Weleri

0
28 views

KENDALMU.COM | WELERI. Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di satuan pendidikan sudah dilakukan mulai dari tingkat TK sampai Sekolah Menengah, termasuk di Lembaga Pendidikan Muhammadiyah, Dikdasmen Kendal seluruh sekolah di bawah naungan Muhammadiyah melaksanakan Simulasi PTM.

Tidak ketinggalan SMK Muhammadiyah 1 (Muhi) yang Weleri baru-baru ini melaksanakan Simulasi PTM.

Hal ini sebagai persiapan untuk pelaksanaan PTM yang sesungguhnya setelah hampir satu setengah tahun siswa hanya belajar dari rumah berkaitan dengan kondisi pandemi covid-19. Lantas bagaimana dan seperti apa pelaksanaan simulasi PTM di SMK Muhi Weleri ?

Ketua Satgas Covid-19 SMK Muhi Weleri, Muaris mengatakan simulasi PTM bisa kami lakukan karena sudah mengajukan permohonan ke instansi terkait.

“Dan Alhamdulillah kami diperkenankan melakukan simulasi PTM dengan beberapa persyaratan, diantaranya melaksanakan prokes, jaga jarak tempat duduk siswa dan pembatasan peserta didik dalam pelaksanaan simulasi PTM” kata Mu’aris Senin (13/9)

Vaksinasi untuk warga SMK Muhi Weleri, kata dia sebagian sudah tervaksin tinggal menunggu waktu karena harus bergiliran.

“Setiap pekannya ada progress, dan sudah ada sekitar 7 guru dan 20 an siswa yang sudah vaksin” ujarnya.

Dijelaskan, simulasi PTM di SMK Muhi dilaksanakan selama dua pekan dengan ketentuan setiap pembelajaran berlangsung dua jam pelajaran.

“Kapasitas jumlah siswa di kelas maksimal 18 peserta didik dengan satu guru mata pelajaran” katanya.

Muaris berharap pelaksanaan PTM bisa menjadikan seluruh warga SMK Muhi lebih disiplin, terbiasa dalam Prokes dan perkembangan Covid-19 juga semakin cenderung turun sehingga pelaksanaan PTM secara wajar dapat dilaksanakan.

Muaris mengungkapkan, sebelum simulasi PTM berlangsung pihak sekolah melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), menggunakan platform google classroom dan guru ada yang piket atau dari rumah.

BACA JUGA :  Jum’at Berkah, Mahasiswa Prodi Gizi STIKES Muhammaadiyah Kendal Bagikan Nasi Kotak

Sedangkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Muhi Weleri, Ellyana Eka Hutami menilai, simulasi pembelajaran tatap muka menjadi suatu hal yang baik, khususnya terkait penguatan interaksi siswa.

“Konsep hybrid yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh sudah saatnya digunakan pada situasi saat ini, sehingga pendidikan karakter bisa tercapai” kata Ellyana.

Diungkapkan, selama PPJ pendidikan karakter terganggu karena warga sekolah tidak bisa berinteraksi secara langsung antara guru dan peserta didik. (fur)