Merespon Tragedi Susur Sungai, Utomo Minta Kepada HW Mengedepankan Keselamatan dan Profesional Dalam Setiap Kegiatan

0
5 views
PESAN. Anggota Majelis Dikdasmen PWM Jateng, DR H. Utomo, M.Pd menyampaikan pesan kepada pembina Hizbul Wathan untuk mengutamakan keselamatan dan profesional dalam setiap kegiatan HW yang melibatkan peserta didik. (foto dok gofur)

KENDALMU.COM | PATEAN. Tragedi musibah susur sungai yang membawa korban sepuluh jiwa siswa SMP N 1 Turi, Sleman, Yogjakarta beberapa waktu lalu membuat keprihatian dunia pendidikan. Tidak terkecuali keluarga besar Kepanduan Hizbul Wathan se Karesidenan Semarang. Hal itu diungkapkan oleh anggota Majelis Dikdasmen PWM Jateng, DR. H. Utomo, M.Pd saat membuka acara Orientasi dan Pelatihan Jaya Melati 1 Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan bagi guru dan Kepala SLTP dan SLTA Muhammadiyah se Karesidenan Semarang di Pondok Modern Darul Arqam Patean Rabu (24/2).

Utomo menyampaikan, belajar dari musibah susur sungai tersebut diminta agar seluruh pembina HW dalam menjalankan tugas-tugas kepanduan, terkait kegiatan yang diselengarakan mengedepankan unsur keselamatan dan profesional.

“Kami memahami, bahwa tugas seorang pembina, pelatih dengan melibatkan peserta didik sebagai obyek membutuhkan perhatian serius, maka unsur keselamatan dan profesionali sangat ditekankan” kata Utomo.

Beliau menjelaskan, pembina atau pelatih HW di lembaga pendidikan Muhammadiyah memiliki peran penting dalam setiap kegiatan. Tragedi susur sungai tersebut sebagai pelajaran sangat berharga khususnya bagi pembina Hizbul Wathan yang memiliki peran mengantarkan kader-kader Muhammadiyah.

“Kami ikut berduka cita atas musibah tersebut” ujarnya.

Utomo juga menyampaikan, ketersediaan pembina HW yang memiliki kompetensi masih belum ideal.

“Idealnya empatpuluh siswa dipandu oleh 1 pembina. Tetapi sampai saat hal itu belum terpenuhi” ungkapnya.

Menyinggung tentang tatangan di zaman sekarang dinilai oleh Utomo sangat berat, karena teknologi telah mengubah segalanya.

“Anak-anak yang akan kita didik dalam kegiatan Hizbul Wathan akan menghadapi tantangan zaman di masa depan yang jenis pekerjaanya berbeda dengan sekarang, dan pekerjaan itu belum kelihatan. Pekerjaan yang sekarang bisa hilang karena tergantikan dengan teknologi dan teknologi yang akan datang belum ditemukan” bebernya.

BACA JUGA :  SLB Surya Gemilang Menuju Muhammadiyah Difabel Boarding School

Beliau melanjutkan, bahwa materi-materi dan cara-cara saat ini yang kita pakai untuk disampaikan kepada peserta didik dimungkinkan tidak relevan lagi di zaman yang akan datang.

“Yang relevan adalah memberikan kemampuan kepada peserta didik berfikir kreatif, kritis, kerjasama, mampu berkomunikasi dengan baik , memiliki karakter yang kuat, dan kebiasaan membaca” tegasnya.

SERIUS. Para pemangku kepentingan Hizbul Wathan serius mengikuti upacara pembukaan orientasi dan pelatihan Jaya Melati 1 di Ponpes Darul Arqam Patean (foto dok gofur)

Kepada para pembina HW, Utomo yang juga wakil ketua PDM Kendal mengingatkan bahwa hal itu sebuah tantangan, maka pelatih harus kreatif, kritis, dan memiliki wawasan yang luas.

“Tanpa itu, latihan-latihan tidak menarik. Program latihan yang mestinya 50 orang, yang datang 5. Jika kondisinya seperti itu, jangan salahkan mereka, karena mereka menilai cara pembina menyampaikan materi tidak menarik, tidak sesuai dengan kebutuhan mereka, maka itu sebagai refleksi kita, diperlukan evaluasi”

Sementara itu wakil ketua PDM Kendsl, H. Ikhsan Intizam mengatakan, bahwa Hizbul Wathan sebagai alat strategis dakwah Muhammadiyah, karena menjadikan psikologis yang menggembirakan, menarik dan tantangan.

Beliau berharap melalui orientasi dan pelatihan Jaya Melati 1 ini para pelatih, dan pembina mampu mensosialisasikan di setiap sekolah Muhammadiyah.

Sedangkan ketua panitia, H. Moh Fattah menyampaikan, bahwa kegiatan terbagi dalam 2 bagian yaitu orientasi yang akan diikuti oleh 83 kepala SLTP dan SLTA Muhammadiyah se Karesidenan Semarang. Sedangkan pelatihan Jaya Melati 1 diikuti oleh 127 guru utusan dari SLTP dan SLTA Muhammadiyah se Karesidenan Semarang.

Fattah menjelaskan, perlu difahami, bahwa HW dalam kontek kurikulum 2013 sebagai kegiatan wajib ekstrakurikuler di sekolah Muhammadiyah.

“Seperti halnya Pramuka di sekolah umum merupakan ekstra wajib, maka HW di SLTP dan SLTA Muhammadiyah juga wajib sebagai ekstra kurikuler” kata Fattah.

Menurut beliau, ada sebuah keprihatinan di masing-masing kabilah, sekolah Muhammadiyah ternyata masih minim pelatih HW.

BACA JUGA :  PDM Kendal Siapkan Tiga Tim Usulan Di Muktamar ke 48

“Pelatihan ini diharapkan sebagai jawaban dalam rangka tersedianya pembina dan pelatih HW yang berkarakter Islami dan profesional untuk mewujudkan generasi Islam yang berkemajuan” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu mengambil tema ‘Mencetak Pelatih Berkarakter Islami dan Profesional Untuk Mewujudkan Generasi Islam Yang Berkemajuan’, menghadirkan sejumlah nara sumber dari Kwarwil dan Kwarpus HW.

Fattah juga menyampaikan, bahwa kegiatan ini sebagai media pembekalan bagi pembina dan pelatih tentang pengetahuan kepanduan HW, mengenalkan metode pelatihan kepanduan dan dapat menerapkan di masing-masing qobilah. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here