Home Artikel Milad Ke 108 Muhammadiyah Di Tengah Pandemi Covid-19, Sebuah Tantangan di Tengah...

Milad Ke 108 Muhammadiyah Di Tengah Pandemi Covid-19, Sebuah Tantangan di Tengah Keragaman dan Harapan

0
142 views

KENDALMU.COM | KENDAL. Hari ini 18 November 2020 Muhammadiyah berusia 108 tahun dan hari ini juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof DR. H. Haedar Nashir, M.Si secara virtual akan menyampaikan pidato resepsi milad dengan mengangkat tema ‘Meneguhkan Gerakan Keagamaan, Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri’.

Pidato Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut akan diikuti oleh anggota dan pimpinan persyarikatan melalui aplikasi zoom teleconference.

Tema tersebut sejalan dengan kondisi dunia saat ini, dimana wabah Covid-19 belum selesai dan tuntas, termasuk di Indonesia, dan seluruh komponen bangsa masih terus berjuang, termasuk Muhammadiyah selalu memancarkan semangat untuk terus berbuat.

Sejak awal wabah covid-19 menyapa negeri ini, dan Muhammadiyah telah berbuat yang terbaik dan maksimal. Baik dalam aspek ibadah dan keagamaan maupun masalah sosial dan kesehatan bahkan yang menyangkut aspek ekonomi.  Inilah yang kita sebut Muhammadiyah selalu hadir untuk memberi solusi bagi negeri.

Meskipun Milad ke 108 Muhammadiyah jatuh di tengah-tengah pandemi Covid-19, namun warga Muhammadiyah khususnya dan masyarakat pada umumnya menaruh harapan besar agar organisasi yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan itu tetap istiqomah dan senantiasa lebih semangat dalam gerakan-gerakan keagamaan, sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Dalam rangka Milad ke 108 Muhammadiyah, media online kendalmu.com sebagai sarana dakwah, informasi dan komunikasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal telah mengubungi beberapa pimpinan persyarikatan Muhammadiyah Kendal dan sejumlah tokoh untuk menyampaikan pendapatnya tentang Muhammadiyah di usia 108 tahun beserta harapannya. Berikut laporannya.

Muslim (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal)

“Menjaga kesehatan dan bersih diri selama pandemi Covid-19 adalah ikhtiar yang rutin kita lakukan” kata Ketua PDM Kendal, KH. Muslim. Disamping mentaati protokol kesehatan, juga selalu mendekatkan diri kepada yang kuasa, Allah SWT.

Milad ke 108 Muhammadiyah, menurut Mbah Muslim, penuh keprihatinan, karena masih dalam masa pandemi Covid-19, maka beliau mengajak kepada warga Muhammadiyah khususnya, keprihatinan bukan berarti lemah bergerak, tetapi tetap berdakwah. Ujian tetap ada, termasuk kebakaran pasar Weleri, kita harus tabah dan memetik hikmah di balik musibah tersebut.

AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo (Kapolres Kendal)

“Dengan bertambahnya usia, Muhammadiyah semakin dewasa yang ditandai dengan keteguhan dalam melakukan gerakan keagamaan dan selalu membantu pemerintah dalam rangka upaya mencegah penularan pandemi Covid-19” kata Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, S.I.K. ketika dihubungi awak media kendalmu.com, Dyah Anggraeni.

Beliau memahami salah satu terganggunya pembangunan di Indonesia karena wabah corona. “Maka dalam Milad ke 108 Muhammadiyah ini kami mengajak berdo’a bersama, semoga wabah segera hilang dari bumi Indonesia dan pembangunan berjalan baik, dan tentu ummat bisa beribadah seperti biasanya” pintanya. “Selamat Milad ke 108 Muhammadiyah” ucap Kapolres Kendal.

 

Letkol Inf Iman Widhiarto (Dandim 0715/Kendal)

108 tahun bukanlah waktu yang singkat dalam sebuah perjalanan kehidupan. Identik dengan dengan sebuah kematangan dan kemantapan dalam bersikap dan berperilaku, sekaligus menunjukkan bahwa Muhammadiyah selaku salah satu Organisasi Keagamaan tertua di Indonesia yang mampu eksis hingga sekarang.

“Muhammadiyah telah menunjukkan kiprah perjuangannya sejak awal pembangunan Nasionalisme pra revolusi kemerdekaan hingga kontemporer sekarang” kata Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Iman Widhiarto

Hal ini, menurut beliau, Muhammadiyah membuktikan sebuah sikap adaptif dan kepedulian yang tinggi dari kader-kader Muhammadiyah dari masa ke masa untuk dapat hidup berdampingan dengan kebhinekaan Nusantara yang terdiri dari ribuan pulau, suku, bahasa dan keberagaman agama lainnya dalam menghadapi berbagai permasalahan bangsa.

“Dengan mengusung tema,’Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri’, saya yakin Muhammadiyah pada Miladnya yang ke 108 ini, akan mampu memberikan sumbangsih terbaik kepada Bangsa dan Negara dalam menghadapi Pandemi Nasional bahkan dunia serta berbagai permasalahan bangsa lainnya” tegasnya.

BACA JUGA :  Jangan Sekali-kali Manfaatkan Organisasi Untuk Kepentingan Politik Praktis

Beliau melanjutkan, dengan dilandasi keimanan kepada Allah SWT dan suri tauladan Akhlaqul Karimah Rasulullah, saya sangat optimis Muhammadiyah mampu membuktikan bahwa Islam adalah Rahmat bagi Alam Semesta, baik dalam konteks Hakikat maupun Syariat.

Beliau berpesan, tetaplah ikhlas dalam setiap gerak langkah pengabdian. “Selamat Milad ke-108 Muhammadiyah. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi, menolong dan membimbing setiap gerak langkah pengabdian kita kepada Agama, Bangsa dan Negara”

Budiyanto (Bendahara PDM Kendal)

“Milad ke 108 Muhammadiyah tahun ini sebagai momentum untuk muhasabah, mawas diri selaku pribadi maupun pimpinan persyarikatan di semua tingkatan, terutama para pemimpin negeri ini” ujar Bendahara PDM Kendal, Budiyanto.

Disaat pandemi dan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat kita, menurut beliau. tidak ada tindakan yang tepat kecuali kita saling menguatkan, membantu, dan saling mendoakan agar kita tetap istiqomah mensyukuri apapun yang kita hadapi dan kita tetap tegar.

“Persyarikatan Muhammadiyah sudah melintas jaman, dari jaman penjajahan, era orde lama ,orde baru sampai era reformasi, Muhammadiyah laksana matahari yang selalu menyinari bumi pertiwi dan tak akan pernah minta kembali. “Selamat Milad ke 108 Muhammadiyah Gerakanku”.

Ismaini Hatta (Ketua PCM Kota Kendal)

Dalam situasi apapun, termasuk masa pandemi Covid-19, gerakan dakwah Muhammadiyah harus tetap berjalan sebagaimana mestinya, tentu disesuaikan dengan protokol kesehatan.

“Amar makruf nahi mungkar tetap harus dikedepankan sekalipun kepada penguasa, dan dalam berdakwah tetap merujuk kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasul SAW yaitu dengan bil hikmah dan mauidhotul hasanah” kata Ketua PCM Kendal, Ismaini Hatta. “Selamat Milad ke 108 Muhammadiyah, semoga tetap menyinari negeri untuk Indonesia yang berkemajuan”

Taufiq Husein (Ketua MPKU PDM Kendal)

Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum PDM Kendal, Taufik Husein, menilai, Muhammadiyah di usia ke 108 tetap terdepan dalam menjaga  NKRI lewat kesehatan.

“Salah satunya adalah menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI atas perang yang luar biasa, yaitu dalam menanggulangi Covid-19. Segala kekuatan dan kemampuan Amal Usaha bidang Kesehatan” katanya.

Beliau mengutip pernyataan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. DR Abdul Mukti, M.Ed, bahwa polisi tidak boleh menghimbau tapi menindak kalau ada yang tak taat aturan tentang Covid, karena adanya tokoh kenamaan yang baru datang dari luar negeri dan perkawinan anaknya. Polisi langsung bergerak cepat seolah mendapat dukungan penuh dari Muhammadiyah, karena Muhammadiyah meyakini bahwa wabah belum berakhir. “Happy Yaumil Milad 108 Muhammadiyah gerakanku”

Arif Rahman Hakim (Sekretaris PCM Kaliwungu)

Gerakan Muhammadiyah tidak boleh berhenti di masa pandemi Covid-19. “Aktifitas dan dinamika dakwah Muhammadiyah tetap berjalan dengan  mematuhi protokol kesehatan” kata Arief yang juga Kepala SMP Muhammadiyah 3 Kaliwungu.

“Jangan sampai Covid-19 peluang dakwah Muhammadiyah hilang dan harapannya sirna. Apapun yang terjadi gerakan dakwah Muhammadiyah tetap berjalan” tuturnya.

Beliau berharap Milad ke 108 Muhammadiyah ini bisa kita ambil hikmahnya, yaitu pandemi Covid-19 meski tidak kita harapkan, namun harus kita hadapi dengan ikhtiar kolektif, memberi solusi yang terbaik untuk bangsa dan negara dalam rangka membawa ummat yang berkemajuan.

Yekti Handayani (Calon Wakil Bupati Kendal)

Kehadiran Muhammadiyah di bumi pertiwi selama 108 tahun telah banyak berbuat yang terbaik untuk negeri.

“Muhammadiyah tidak hanya berbuat yang terbaik, tetapi memberi  solusi dan berkontribusi dalam menyelesaikan masalah negeri” kata Calon Wakil Bupati Kendal, Yekti Handayani.

BACA JUGA :  Milad Muhammadiyah 107 “Mengabdi untuk bangsa yang Berkemajuan”

Dalam Milad ke 108 beliau berharap, dengan semangat Milad Muhammadiyah ke 108 pada masa pandemi ini gerakan keummatan dan keagamaan serta gerakan sosial Muhammadiyah  mampu  menyelesaikan persoalan bangsa dan membawa kemajuan umat, bangsa dan kebaikan untuk seluruh ummat manusia.

Sodik Purwanto (Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kendal)

Millad Muhammadiyah ke 108 ini menjadi istimewa karena berada di tengah pandemi Covid 19 yang berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan.

“Di dunia pendidikan pandemi Covid 19 sangat terasa dampaknya” kata Sodik.

Menurutnya, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Daerah Muhammadiyah Kendal mencoba menyikapi musibah ini secara positif.

“Kita gunakan peristawa ini sebagai momentum untuk beberapa hal. Pertama, kita dipaksa melakukan sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya, misalnya pembelajaran jarak jauh pada semua jenjang pendidikan. Ini memaksa guru dan sekolah untuk menyesuaikan diri dengan TIK sebagai sarana pembelajaran sekaligus merubah paradigma dan tindakan” ungkapnya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, lanjut beliau, ke depan kita tidak ingin “menjadi korban” dulu baru belajar, tetapi mencoba mengantisispasi dengan mendorong sekolah dan guru untuk belajar.

“Meminjam istilah yang sering digunakan Muhammadiyah, bisa melintas jaman. Terlebih dengan pembelajaran abad 21, yang memang menuntut sekolah  dan guru punya inisatif, kreatif dan komitmen tinggi agar tetap menjadi pelpor di dunia pendidikan” terangnya.

“Kedua, kita gunakan momentum ini untuk konsolidasi sekolah agar menadi ‘learning oragization’. Sekolah di bawah kepemimpinan kepala sekolah harus menjajdi organisasi yang dinamis dan mendorong setiap warganya, terutama kepala sekolah dan guru, untuk selalau belajar  dan belajar”

Ketiga, kita gunakan momentum milad di tengah situasi pendami ini untuk saling menguatkan satu sekolah dengan sekolah lain, dalam semangat saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan.

Ke empat, kita gunakan mementum ini untuk berkoordinasi lebih intens dengan Cabang melalui  forlum silaturahmi antara Majelsi Dikdasmen  Daerah dan PCM atau Majelis Dikdasemen PCM.

Dengan upaya yang telah dan selalu dilakukan selama pandemi, diharapkan Covid 19 segera berlalu dan kita semua bisa selamat dari musibah  ini serta  bisa mengambil hikmah yang sebesar-besarnya sebagai pembelajaran kehidupan, baik secara individu, keluarga, masyarakat, sekolah dabn persyarikatan.”Selamat Milad ke 108 Muhammadiyah”

Khafid Sirotudin (Ketua LHKP PWM Jateng)

Memaknai tema milad ke 108 Muhammadiyah “Meneguhkan Gerakan Keagamaan, Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri”, adalah salah satu ruh gerakan Muhammadiyah beramar makruf nahi mungkar, yang dilakukan berjamaah, dengan tata kelola (jamiyyah) penuh kebijaksanaan dalam menegakkan keadilan dan melawan kedzaliman. Seluruh unsur musti merapatkan dan meluruskan shaff (barisan) yang berkeadaban.

“Sebab rapat dan lurusnya shaf dalam gerakan berMuhammadiyah merupakan bentuk kesempurnaan dalam berjuang, berdakwah untuk meraih rahmatNya” katanya

Kita musti sadar, lanjut beliau,  bahwa ‘kedzaliman yang diorganisir akan mampu mengalahkan keadilan yang dijalankan nafsi-nafsi (sendiri-sendiri)’. Dengan berjamaah, kita menjadi lebih kuat, lebih aman dari gangguan, serta mampu menyatukan hati-pikiran-sikap dan perbuatan pimpinan dan anggota  persyarikatan dalam mewujudkan masyarakat yang Islami, bangsa dan negara yang thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

“Gerakan dakwah jamaah Muhammadiyah juga akan membuat umat dan masyarakat rela bergembira, tercerahkan dan menyenangkan” tutur Khafid

Oleh sebab itu pimpinan, kader, warga dan simpatisan Muhammadiyah wajib hadir dan tidak boleh absen dalam membersamai umat dan rakyat menghadapi problematika kehidupan yang terjadi dan ada di sekitarnya. Tak terkecuali terhadap para pedagang Pasar Weleri korban kebakaran beberapa waktu lalu.

Dakwah amar makruf nahi munkar, menegakkan keadilan dan melawan kedzaliman adalah kewajiban tugas utama kemanusiaan yang beradab.

BACA JUGA :  MEMAKNAI MAULID, MENTAULADANI NABI

“Ketika keadilan belum terwujud dan berbagai kedzaliman masih menghadang, maka tugas dakwah kita untuk mewujudkan ‘Islamic society’ (masyarakat yang Islami), menghadirkan Islam yang rahmat al-alamin masih berlaku” .

Ketajaman hati (SQ), kejernihan akal (IQ), kesabaran emosi (EQ) musti dilatih agar menjadi “Kecerdasan Adaptif” (AQ) segenap warga persyarikatan.

Mentari tak pernah ingkar janji. Menyinari seluruh negeri dengan sinar kebaikan, keadilan dan kemaslahatan, kata Khafid menutup pembicaraan.

Tarwidzi (Sekretaris PCM Weleri)

Di masa pandemi Covid-19 ini apabila Muhammadiyah tidak tidak cerdas akan membuat frustasi dan rendah diri, malas untuk bangkit dan maju.

“Bagi Muhammadiyah yang sedang menapaki usianya ke 108 menilai pandemi Covid-19 sebuah tantangan yang harus dihadapi dengan sungguh-sungguh agar sirna dari negeri ini. Upaya Muhammadiyah dalam mengatasi wabah yang satu ini sungguh luar biasa dengan mengerahkan tenaga medis dan relawannya” ujar Sekretaris PCM Weleri, Tarwidzi.

“Kepedulian sesama harus kita bangun, karena dengan kebersamaan mamatuhi aturan Covid-19 Indonesia insya Allah bebas dari hama tersebut”

Moechammad Agoes Noer Hidayat (Ketua MEK PDM Kendal)

Penguatan ekonomi adalah salah satu putusan Muktamar ke 47 di Makassar, dimana Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PDM Kendal telah memberdayakan ekonomi lewat Sekolah Bisnis Muslim, maupun pelatihan-pelatihan usaha berikut stimulan dana bergulir di setiap cabang yang dilakukan secara real, terencana, terukur dan sistematis.

“Penguatan ekonomi di masa pandemi mestinya dapat lebih memperdayakan para warga Muhammadiyah pada khususnya dan umat Islam pada umumnya” kata Agoes, dengan gerakan ekonomi bisa melewati kesulitan di masa pandemi ini, lanjutnya.

“Dan kami yakin dengan progam MEK Ke depan setidaknya bisa menambah semangat, selalu inovatif, kreatif mencari ide-ide usaha untuk terlepas di tengah wabah pandemi yang belum selesai, juga telah memporak porandakan sendi perekonomian nasional” bebernya mengutip ayat Al qur’an Surat Al Fatir ayat 29, di tengah kesulitan yang kita hadapi tapi kita masih selalu menginfakkan hasil rezeki kita, insyaAllah kita akan selalu mendapatkan perdagangan yang tidak akan rugi. “Selamat milad ke 108 Muhammadiyah, semoga selalu bermanfaat untuk umat” ucap Agoes.

Muh Khaerudin (Ketua PCM Patean)

“Tema milad tahun ini sangat tepat, dengan meningkatkan kualitas imtaq yang diwujudkan dengan meneguhkan gerakan keagamaan melalui kajian-kajian dan menghidupkan sunah-sunah Rasulullah SAW dan meninggalkan kesyirikan, akan menaikkan imunitas tubuh, sehingga mampu menangkal virus, sekaligus menumbuhkan optimisme dalam mengatasi permasalahan bangsa” kata Ketua PCM Patean, Muh Khaerudin.

Beliau berharap, bangsa Indonesia khususnya warga Muhammadiyah sadar bahwa yang sedang dialami ini adalah ujian dari Allah SWT, dan tergerak untuk kembali ke jalan yang benar, sehingga Allah SWT akan segera memberikan pertolongannya.

“Semoga Milad yg ke 108 ini menjadi tonggak sejarah kebangkitan bangsa Indonesia dari keterpurukan” harapnya.

Abdul Jalal (Ketua PCM Boja)

Masuknya pandemi Covid-19 mestinya membuat kaum muslimin mempertebal keimanan, meningkatkan beribadah, dan saling tolong menolong.

“Dengan keimanan yang sempurna, semoga warga Muhammadiyah mampu mengaktualisasika al qur’an dan sunah di negeri” kata Abdul Jalal, Ketua PCM Boja.

“Sesulit apapun, Covid-19 Muhammadiyah harus dihadapi” ujarnya.

Tino Indra Wardono (Calon Bupati Kendal)

Pandemi Covid-19 masih menghadang kita, dan wabah itu tidak mungkin teratasi secara individu.

“Maka dengan kebersamaan kita tetap menjalankan kegiatan keagamaan, dan bersama-sama pula kita melawan Covid-19 untuk menuju new normal” kata Tino Indra Wardono, Calon Bupati Kendal.”Selamat Milad Muhammadiyah ke 108. Selamat berfastabiqul khairat di musim pandemi”

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here