Milad ke 24 RSI Muhammadiyah Kendal Adakan Sillaturrahmi dan Ziarah Kubur

0
9 views
BERDO'A. Mendoakan, semoga almarhum KH. Abdul Barie Shoim mendapat balasan atas amal ibadahnya, dan diampuni segala kesalahannya. (foto dok upik)

KENDALMU.COM | WELERI. Milad ke 24 Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah Kendal yang jatuh pada Rabu (15/1/2020) diwarnai dengan beberapa kegiatan. Selain apel milad, lomba olahraga bulu tangkis, tenis meja, seminar, jalan sehat, khataman Al qur’an juga dilakukan ziarah kubur, dan sillaturrahmi kepada keluarga pendiri RSI dan tokoh ‘Aisyiyah.

Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PDM Kendal, H. Taufik Husein, mengatakan sillaturrahmi kepada keluarga salah satu pendiri RSI dimaksudkan untuk menguatkan jalinan kekeluargaan dan mengingatkan, bahwa salah satu pendiri RSI berasal adalah dari keluarga mereka.

“Kita ingat, salah satu pendiri RSI adalah almarhum KH. Abdul Barie Soim,” kata Bang Upik, panggilan keseharian Taufik Husein saat berkunjung ke rumah almarhum dan ditemui langsung dua putranya, yaitu M. Husni Tamrin dan M. Syarif pada Rabu siang (15/1). Dalam kunjungan tersebut, beliau didampingi oleh direktur RSI, dr. Suhadi, Sp An, anggota BPH, H. Achmad Murtadji, dan Manajer Dakwah, Humas dan Perijinan RSI, Daryono.

RUMAH ALMARHUM. Foto bersama di teras rumah almarhum KH. Abdul Bari Shoim. Posisi di tengah ( M. Syarif), putra bungsu almarhum (foto dok upik)

Menurut Bang Upik, almarhum Abdul Barie Shoim adalah salah satu dari beberapa tokoh Muhammadiyah Kendal yang turut merintis dan mendirikan RSI.

Taufik Husein menyampaikan, bahwa berdirinya RSI Kendal diawali dengan terbentuknya YARSI (Yayasan Rumah Sakit Islam) yang beranggotakan 6 (enam) unsur ORMAS yang didalamnya termasuk Muhammadiyah. Pembentukan YARSI bertujuan agar umat Islam bersatu untuk mewujudkan masyarakat yang sehat sesuai syariat Islam.

“Namun demikian, dalam proses perjalannnya YARSI mengalami kevakuman, sehingga terjadinya penyerahan tanggungjawab pendirian dan pengelolaan Rumah Sakit Islam Kendal dari Pengurus YARSI kepada Muhammadiyah melalui akta Notaris Sri Widayati Hasil, SH Nomor : 29 tanggal 21 Januari 1993 diperkuat dengan akta notaris perobahan nomor 6 tanggal 7 April 1993,” tuturnya.

BACA JUGA :  Ali Muhson : Ada Empat Pelajaran dari Ibadah Ramadhan, Apa itu ?

“Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal dengan semangat li ila likalimatillah bersedia melanjutkan pendirian Rumah Sakit, dengan syarat harus secara penuh dikelola oleh Muhammadiyah, pada tahun 1993 dimulailah proses awal pembangunan RSI Kendal dengan didukung oleh seluruh warga Muhammadiyah Kendal” imbuhnya.

Sillaturrahmi dilanjutkan ke salah satu tokoh ‘Aisyiyah, Hj. Siti Nur Chasanah. Kunjungan mereka kepada ketua PD ‘Asyiyah Kendal periode 1990-2000 tersebut membuatnya kaget dan sampai meneteskan air mata, karena sebelumnya tidak memberi tahu atas kehadiran mereka.

TERHARU. Hj. Siti Nur Chasanah, tokoh dan ketua PD ‘Aisyiyah Kendal 1990-2000 saat dikunjungi oleh ketua MPKU PDM Kendal, H. Taufik Husein, dr. Suhadi, Sp An, H. Achmad Murtadji, dan Daryono (foto dok upik)

Dalam sillaturrahmi itu, beliau mendo’akan, semoga RSI terus berkembang, maju, dan pegawainya melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.

Usai sillaturrahmi dilanjutkan ziarah ke makam KH. Abdul Barie Shoim yang berada di pemakaman umum desa Karangdowo, Weleri.

“Alhamdulillah, kopen makamnya meski nisan hanya tertulis ABS…’ ujar Bang Upik.

“Almarhum Abdul Barie Shoim adalah salah satu dari 100 tokoh Muhammadiyah yang berpengaruh”

“Disebut tokoh, karena beliau memiliki spirit, perjuangan dan semangat dalam berdakwah” ungkapnya.

“Maka dalam milad ke 24 RSI ini beliau berjasa dan berkiprah dalam merintis dan mendirikan RSI Muhammadiyah Kendal” tutup Bang Upik. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here