Milad Muhammadiyah 107 “Mengabdi untuk bangsa yang Berkemajuan”

0
2 views

Oleh :Rifqi Nur Hanafi
Guru SMK Muhammadiyah 3 Weleri

Tak terasa sudah lebih dari satu abad kiprahnya, tepatnya sudah 107 tahunMuhammadiyah telah meletakkan infrastruktur kebangsaan modern religius madani berkeadaban. Muhammadiyah terus mengembangkan aksi penyadaran sosial-kemanusiaan di bidang kesehatan, pendidikan, solidaritas kolektif berorganisasi (jamaah), kemandirian kolektif (ta’awun), sebagai embrio kesadaran berbangsa. Jauh sebelum kemerdekaan, bahkan sebelum perang kemerdekaan, saat gagasan kebangsaan baru sebatas impian, gerakan ini mempolopori penggunaan bahasa lokal (Jawa dan Melayu) menggantikan bahasa asing (Belanda, Inggris, dan Arab) bagi nama-nama orang dan kegiatannya. Dari sini, di kemudian hari mulai muncul kesadaran kebangsaan tentang kesatuan kolektif sebagai bangsa.

Amanat yang disampaikan oleh pendiri Muhammadiyah Kyai Ahmad Dahlan adalah mengamalkan isi Alquran,benar benar membekas di benak para kader kader Muhammadiyah. Hal ini dikuatkan dengan makin meningkatnya Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir ” pada tahun 2011 jumlah amal usaha Muhammadiyah ialah 172 perguruan tinggi di antaranya 40 universitas, 1143 SMA/SMK/MA, 1772 SM/MTs, 2604 SD/MI, 7623 TK ABA, 6723 PAUD, 71 SLB, 82 pondok pesantren, 457 Rumah Sakit dan Rumah Bersalin, 318 Panti Asuhan, 82 Panti Berkebutuhan Khusus, 54 Panti Jompo, 437 BMT, 762 BPRS, 25 penerbitan, dan berbagai amal usaha lainnya sebagai kiprah nyata Muhammadiyah untuk bangsa” (Nashir,2017:15)

Dari beberapa penjelasan diatas sudah pasti oganisasi Muhammadiyah telah berkontribusi dalam membangun dan menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, program-program Muhammadiyah telah begitu banyak membantu masyarakat Indonesia. Selain kontribusi dalam hal pengabdian kepada masyarakat, organisasi Muhammadiyah pun selalu memberikan pelayanan yang baik dalam hal pendidikan, dimana banyak yang mengetahui Muhammadiyah memiliki beberapa instansi seperti SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SMA dan SMK Muhammadiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Hal ini juga Muhammadiyah memberikan beasiswa kepada siswa/ mahasiswa yang berprestasi baik dari kalangan tidak mampu sampai kalangan yang mampu. Dengan demikian dapat dikatakan organisasi Muhammadiyah juga memberikan pelayanannya dalam hal pendidikan serta kontribusinya kepada bangsa Indonesia. Yang lebih menarik lagi, banyak amal usaha Muhammadiyah dalam bidang pendidikan yang berada di daerah papua yang mayoritas beragama non Islam, dan menjadi bagian dari siswa maupun mahasiswa di perguruan Muhammadiyah, hal ini membuktikan bahwa Muhammadiyah sudah melaksanakan makna Toleransi.

BACA JUGA :  Renungan Syawwal : Tingkatkan Kepedulian Kepada Yang Terdampak Covid-19

Selain itu, organisasi muhamadiyah memiliki beberapa organisasi otonom dalam mewadahi masyarakat dalam membentuk kepribadiannya lebih kuat sebagai anak bangsa Indonesia yang dapat berpikir kritis untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi. Beberapa organisasi otonom yang dimiliki oleh Muhammadiyah yaitu; Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiyatul Aisyiyah Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Hizbul Wathan. Beberapa organisasi otonom ini bertujuan agar kader-kader Muhammadiyah dapat mandiri dalam segala hal terkait kehidupan dan mengurus rumah tangganya sendiri, terkait dengan kontribusi untuk bangsa indonesia, organisasi otonom ini telah begitu banyak memberikan kontribusinya kepada masyarakat, baik dalama hal pendidikan, sosial dan lain-lain.

Secara organisasional, Muhammadiyah memang beruntung sebab tidak pernah terlibat di dalam dunia politik yang sangat profan. Muhammadiyah tidak pernah menjadi partai politik. Muhammadiyah selalu berada di ruang netral politik. Secara organisasional Muhammadiyah berada dalam ruang netral politis. Jika ada orang Muhammadiyah bertindak dalam ruang politik, maka keterlibatan itu bercorak individual dan bukan organisasional. Makanya, Muhammadiyah secara organisasional menjadi tidak terlibat. Akibatnya Muhammadiyah tidak pernah berhadapan dengan kekuatan politis, baik pemerintah maupun partai politik. Sehingga Muhammadiyah selalu selamat dalam perhelatan politis di negeri ini. Dukungan politik yang diberikan oleh Muhammadiyah adalah dukungan individual dan bukan dukungan institusional.

Oleh karena itu, Muhammadiyah bisa mengembangkan lembaga pendidikannya, pengembangan pusat kesehatannya dan juga pengembangan lembaga ekonominya.
Dan di antara yang tentu saja membuat kita harus mengapresiasi organisasi ini adalah pengembangan pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai pendidikan tinggi. Dan semua ini tentunya dilakukan untuk terlibat di dalam proyek kemanusiaan, mengembangkan sumber daya manusia
Semoga dengan usia yang sudah menginjak 107 tahun Muhammadiyah bisa lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia ini dan mampu menjadi roda penggerak persatuan dan kesatuan di Republik yang kita cintai ini.

BACA JUGA :  Bagaimana Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here