MPI PDM Kendal Awali Upgrading Jurnalis Kendalmu.com Dari Boja

0
188 views
(foto dok. uday az)

KENDALMU.COM | BOJA. Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kendal mengawali kegiatan upgrading jurnalis kendal.com Sabtu (28/11) bertempat di SMK Muhammadiyah 2 Boja.

Wakil Ketua PDM Kendal, H. Moh. Ali Satiran, sebelum membuka acara, mengatakan, upgrading sebagai upaya bersama untuk penguatan kembali kepada para wartawan yang tergabung dalam medsos kendalmu.com

“Pengertian upgrading kami nilai bahwa peserta sudah pernah mengikuti pelatihan jurnalistik, dan familiar dengan dunia jurnalistik” kata Ali Satiran.

Jurnalistik, menurut Ali Satiran diartikan sebagai catatan harian yang ditulis kemudian dipublikasikan untuk diketahui oleh masyarakat luas.

“Jurnalistik di Muhammadiyah memiliki fungsi sebagai informasi dan komunikasi dalam menyampaikan berita-berita kebaikan di dalam Muhammadiyah” ujar beliau.

Dikatakan juga, selama pandemi Covid-19 diharapkan semua kegiatan yang melibatkan dan mengumpulkan masa harus mematuhi protokol kesehatan.

TUGAS. Peserta upgrading sedang mengerjakan penugasan berupa menulis berita. (foto dok. uday az)

Sementara itu Bendahara MPI PDM Kendal, Dyah Anggraeni menyampaikan, upgrading sebagai upaya mengembangkan dan memajukan website kendalmu.com.

“Melalui upgrading jurnalis kendalmu.com dapat menampilkan berita dinamika Muhammadiyah di Kendal” kata Dyah.

Dalam perkembangannya, lanjutnya, kendalmu.com nampaknya perlu digerakkan jurnalis-jurnalis yang ada di wilayah Singorojo Boja dan Limbangan (Siboli)

“Siboli adalah wilayah yang cukup dinamis dalam mengadakan berbagai kegiatan Muhammadiyah, maka kegiatan tersebut perlu diangkat dan dimediakan melalui kendalmu.com” tegasnya.

Sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, yaitu pimpinan redaksi kendalmu.com, Abdul Ghofur yang menyampaikan teknik menulis berita yang baik, benar, cepat dan dapat dipercaya.

Dalam paparannya, Abdul Ghofur, mengatakan, menulis berita harus didasari oleh fakta, dan dilakukan dengan persiapan matang.

“Siapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan liputan yang dilakukan oleh jurnalis” kata Ghofur

Dalam menulis berita, imbuhnya, mestinya dilihat dulu bentuk kegiatan yang akan diliput.

BACA JUGA :  Melihat Pelayanan BK SMK Mupat Sukorejo Selama Pandemi Covid-19

“Jika kegiatan ceramah, pengajian, cukup kita rekap ceramahnya, tidak harus dilakukan wawancara, kemudian ditranslite dalam tulisan. Tetapi jika kegiatan tersebut berhubungan dengan seorang tokoh, profil maka wawancara mutlak dilakukan” paparnya.

“Dalam penyusunan sebuah berita maupun wawancara tidak lepas dari kaidah jurnalistik, yaitu 5w+1h”

Sementara nara sumber lainnya, Rifqi Khoirul Anam menyampaikan materi teknik menulis opini. Ia menyampaikan bahwa perkembangan Muhammadiyah beriringan dengan penerbitan gagasan serta opini kader Muhammadiyah melalui majalah Suara Muhammadiyah.

“Dinamika Muhammadiyah di Kabupaten Kendal juga harus beriringan dengan penerbitan opini-opini tokoh dan warga persyarikatan,” ujarnya.

Dalam menulis opini, lanjut Rifqi, penulis harus ahli sesuai dengan bidangnya, memiliki ide yang fresh dan orisinal, punya argumentasi mendalam dan mau menuliskannya. (iman)